Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Perubahan yang Sering Dialami Anjing Setelah Disteril, Lebih Sehat!

4 Perubahan yang Sering Dialami Anjing Setelah Disteril, Lebih Sehat!
ilustrasi anjing labrador (unsplash.com/Angel Luciano)
  • Sterilisasi menekan risiko penyakit reproduksi: infeksi rahim dan kanker payudara pada betina, serta kanker testis atau masalah prostat pada jantan.
  • Berkurangnya hormon reproduksi membuat anjing cenderung lebih tenang, mengurangi agresivitas, penandaan wilayah, dorongan mencari pasangan, dan perilaku terkait birahi.
  • Metabolisme anjing dapat melambat setelah sterilisasi sehingga berat badan berpotensi naik; pemilik perlu mengatur porsi makan serta menjaga rutinitas bermain atau berjalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sterilisasi merupakan prosedur medis yang memang memiliki tujuan utama untuk mencegah anjing berkembang biak, sehingga dapat dilakukan dengan mengangkat ovarium pada betina atau testis pada jantan. Selain mengontrol populasi, ternyata proses sterilisasi tersebut dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan dan juga perubahan terhadap perilaku yang ditunjukkan oleh anjing.

Setelah selesai menjalani prosedur sterilisasi, maka anjing akan mengalami berbagai perubahan fisik dan emosional yang tentu perlu diperhatikan oleh pemiliknya. Memahami perubahan ini tentunya penting agar pemilik dapat lebih siap dalam merawat dan juga menyesuaikan kebutuhan anjing pasca operasi yang dilakukan.

  1. 1. Penurunan risiko penyakit reproduksi

    ilustrasi anjing pudel (unsplash.com/Matt Briney)
    ilustrasi anjing pudel (unsplash.com/Matt Briney)

    Salah satu manfaat utama dari proses sterilisasi yang dilakukan anjing adalah menurunkan risiko penyakit serius yang berkaitan dengan sistem reproduksi. Untuk anjing betina ternyata sterilisasi dapat menurunkan kemungkinan untuk terkena infeksi rahim dan kanker payudara, sementara anjing jantan justru lebih kecil kemungkinan untuk terkena kanker testis atau masalah pada prostat.

    Sterilisasi dapat mengurangi berbagai masalah kesehatan yang mungkin terjadi di area reproduksi, sebab sering kali menyerang anjing yang tidak disteril sebelumnya. Melalui risiko penyakit yang lebih rendah, maka anjing akan memiliki harapan hidup yang lebih lama dan juga kondisi kesehatan yang baik.

  2. 2. Perubahan perilaku yang lebih tenang

    ilustrasi anjing (pexels.com/Dom Bucci)
    ilustrasi anjing (pexels.com/Dom Bucci)

    Anjing yang telah disteril biasanya akan cenderung lebih tenang karena memiliki dorongan hormon reproduksi yang juga berkurang. Pada anjing jantan biasanya perubahan perilaku tersebut dapat ditandai dengan berkurangnya kebiasaan menandai wilayah menggunakan urin atau agresivitas terhadap anjing lain, sehingga akan lebih aman dari risiko perkelahian.

    Anjing betina yang tidak disteril justru akan lebih rentan mengalami siklus birahi yang dapat menimbulkan risiko stres atau perubahan pada perilakunya. Selain itu, anjing juga akan memiliki energi yang jauh lebih stabil, sehingga mudah pada saat dilatih dan juga memiliki kepatuhan yang baik terhadap perintah yang diberikan oleh pemiliknya.

  3. 3. Potensi peningkatan berat badan

    ilustrasi anjing labrador (unsplash.com/Louis)
    ilustrasi anjing labrador (unsplash.com/Louis)

    Setelah sterilisasi dilakukan, maka biasanya metabolisme yang dimiliki anjing akan sedikit melambat, sehingga bisa menyebabkan peningkatan berat badan secara signifikan apabila pola makanan tidak dikontrol dengan baik. Hal ini karena adanya dorongan hormon yang berkurang, sehingga anjing mungkin akan kurang aktif jika dibandingkan sebelumnya.

    Untuk mencegah risiko obesitas, maka penting sekali untuk para pemilik agar bisa mengatur asupan makanan dengan lebih ketat dan memastikan bahwa anjing tetap dalam kondisi yang aktif dengan rutinitas bermain atau berjalan-jalan. Melalui pola makan dan olahraga yang seimbang, maka anjing peliharaanmu akan bisa memeroleh berat badan yang ideal dan tetap sehat.

  4. 4. Tidak lagi mengalami perilaku birahi

    ilustrasi anjing (unsplash.com/Alexandra Lau)
    ilustrasi anjing (unsplash.com/Alexandra Lau)

    Anjing betina yang belum disterilisasi biasanya akan mengalami siklus birahi ini setiap beberapa bulan, sehingga hal tersebut dapat menimbulkan gelisah, perubahan suasana hati, hingga keluarnya darah dari bagian genital. Setelah sterilisasi dilakukan, maka siklus tersebut biasanya tidak akan terjadi lagi, sehingga anjing pun akan tetap terasa lebih nyaman.

    Bagi anjing jantan dorongan untuk mencari pasangan juga akan berkurang, sehingga membuat mereka jadi jarang melarikan diri atau menghindari perilaku yang agresif. Hal tersebut akan membuat anjing jadi lebih tenang dan pembeli tidak perlu khawatir lagi dengan masalah perilaku yang ditunjukkan anjing karena birahi.

    Sterilisasi ternyata dapat membawa berbagai perubahan positif bagi anjing, entah itu dari kesehatan hingga perilaku yang ditunjukkannya. Oleh sebab itu, bantulah anjing agar bisa menjalani hidup yang lebih nyaman dan berkualitas melalui sterilisasi yang diberikan. Jangan khawatir dengan efek samping yang mungkin ditunjukkan anjing setelah proses sterilisasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More