Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Es Mengapung di Atas Air? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kenapa Es Mengapung di Atas Air? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Ilustrasi es batu (freepik.com/freepik)
  • Es mengapung karena massa jenisnya sekitar 0,917 gram per sentimeter kubik, lebih rendah daripada air cair; gaya apung menahan sekitar 90 persen volumenya di bawah permukaan.
  • Saat membeku, ikatan hidrogen menyusun molekul air menjadi kristal terbuka dengan ruang kosong lebih banyak, sehingga volumenya meningkat dan massanya jenisnya menurun.
  • Air paling padat pada 4°C lalu mengembang hingga sekitar 9 persen saat membeku; lapisan es permukaan membantu menjaga air bawahnya tetap cair bagi organisme.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah memperhatikan es batu yang tetap mengambang ketika dimasukkan ke dalam segelas air? Sekilas, hal ini memang terlihat biasa. Namun, ternyata es yang mengapung menunjukkan salah satu sifat air yang cukup unik.

Pada kebanyakan zat, bentuk padat biasanya lebih rapat dibandingkan bentuk cairnya. Air justru berbeda. Ketika membeku, molekul-molekul air tersusun dalam pola tertentu yang membutuhkan lebih banyak ruang. Akibatnya, es memiliki massa jenis yang lebih rendah daripada air dalam bentuk cair sehingga bisa mengapung di permukaan. Ayo, kita bahas lebih dalam seputar hal ini!

  1. 1. Massa jenis menentukan apakah es bisa mengapung

    Untuk memahami kenapa es mengapung, kita perlu mengenal istilah massa jenis. Sederhananya, massa jenis menunjukkan seberapa banyak massa yang terdapat dalam volume tertentu.

    Sebuah benda dapat mengapung jika massa jenisnya lebih rendah daripada cairan tempat benda tersebut berada. Massa jenis es sekitar 0,917 gram per sentimeter kubik, sedangkan air cair memiliki massa jenis sekitar 1 gram per sentimeter kubik pada kondisi tertentu.

    Perbedaan inilah yang membuat es tetap berada di permukaan air. Ketika sebagian es terendam, es memindahkan sejumlah air. Air kemudian memberikan gaya ke atas yang disebut gaya apung. Prinsip ini dikenal sebagai prinsip Archimedes.

    Menariknya, sekitar 90 persen bagian es yang mengapung berada di bawah permukaan air, sementara hanya sekitar 10 persen yang terlihat di atasnya. Fenomena yang sama menjelaskan mengapa gunung es atau iceberg bisa sangat berbahaya bagi kapal. Bagian terbesar dari gunung es justru tersembunyi di bawah permukaan laut.

  2. 2. Apa hubungan ikatan hidrogen dengan es

    Jawaban atas keunikan es sebenarnya dimulai dari struktur molekul air. Satu molekul air terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Oksigen menarik elektron lebih kuat daripada hidrogen sehingga molekul air memiliki distribusi muatan yang tidak merata. Bagian oksigen cenderung sedikit bermuatan negatif, sedangkan bagian hidrogen sedikit bermuatan positif. Perbedaan muatan tersebut memungkinkan molekul-molekul air saling berinteraksi melalui ikatan hidrogen.

    Saat masih berbentuk cair, molekul air terus bergerak. Ikatan hidrogen di antara molekul-molekul tersebut juga terus terbentuk dan terputus. Kondisi ini membuat molekul air dapat berada cukup berdekatan.

    Ketika suhu semakin turun dan air mulai membeku, pergerakan molekul menjadi lebih lambat. Ikatan hidrogen kemudian membantu menyusun molekul air ke dalam pola yang lebih teratur.

    Dalam es biasa, molekul-molekul air membentuk struktur kristal yang terbuka dan kurang rapat. Struktur ini menciptakan ruang kosong di antara molekul. Akibatnya, molekul air justru menempati volume yang lebih besar dibandingkan ketika berada dalam bentuk cair. Inilah alasan utama mengapa air yang membeku menjadi es memiliki massa jenis lebih rendah.

  3. 3. Kenapa air paling padat pada suhu 4 derajat Celcius

    Ilustrasi es batu (freepik.com/freepik)
    ilustrasi es batu (freepik.com/freepik)

    Keunikan air ternyata tidak berhenti ketika air membeku. Air juga memiliki perilaku yang tidak biasa saat suhunya turun.

    Umumnya, ketika cairan didinginkan, volumenya menyusut dan massa jenisnya meningkat. Air mengikuti pola tersebut hingga mencapai suhu sekitar 4 derajat Celcius. Pada suhu ini, air memiliki massa jenis paling tinggi.

    Ketika suhu turun lagi dari 4 derajat Celcius menuju titik beku, susunan molekul air mulai dipengaruhi oleh pembentukan ikatan hidrogen yang semakin teratur. Struktur tersebut membutuhkan ruang lebih besar sehingga air mulai sedikit mengembang. Saat akhirnya membeku pada sekitar 0 derajat Celcius, air mengalami ekspansi sekitar 9 persen dibandingkan bentuk cairnya.

    Sifat inilah yang menjelaskan beberapa kejadian sehari-hari, seperti mengapa botol berisi air yang terlalu penuh bisa pecah ketika dimasukkan ke freezer. Air yang membeku membutuhkan ruang lebih besar daripada air cair.

    Fenomena serupa juga dapat berperan dalam pelapukan batuan. Air yang masuk ke celah-celah batu dapat membeku, mengembang, lalu memberikan tekanan pada batu sehingga celah tersebut perlahan melebar.

  4. 4. Mengapa sifat es berbeda dari kebanyakan zat

    Sifat es yang mengapung sebenarnya cukup langka. Pada banyak zat, ketika berubah dari cair menjadi padat, partikel-partikelnya justru tersusun lebih rapat sehingga bentuk padatnya menjadi lebih padat daripada bentuk cair.

    Air tidak mengikuti pola tersebut karena adanya ikatan hidrogen. Saat air membeku, ikatan ini mengarahkan molekul-molekul air ke susunan kristal yang lebih teratur dan renggang. Akibatnya, ruang yang ditempati air bertambah meskipun jumlah molekulnya tetap sama.

    Itulah sebabnya air memiliki perilaku yang berbeda dari kebanyakan zat. Es yang terbentuk dari air justru memiliki massa jenis lebih rendah sehingga mengapung di atas air cair.

    Keunikan ini juga membuat air memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan lingkungan. Jadi, es yang mengambang di dalam gelas bukan sekadar hal sederhana, melainkan hasil dari sifat molekuler air yang sangat unik.

  5. 5. Es yang mengapung penting bagi kehidupan

    Es yang mengapung ternyata bukan sekadar fenomena menarik untuk diamati. Sifat ini memiliki peran besar bagi kehidupan di Bumi.

    Ketika suhu udara turun pada musim dingin, es terbentuk di permukaan dan tidak tenggelam ke dasar danau atau kolam. Lapisan es tersebut kemudian berfungsi seperti selimut yang memperlambat pelepasan panas dari air di bawahnya.

    Dengan begitu, air di bawah lapisan es tidak langsung membeku seluruhnya. Kondisi ini memungkinkan ikan, tumbuhan air, mikroorganisme, dan berbagai organisme lainnya tetap bertahan hidup.

    Bayangkan jika es justru lebih padat daripada air dan tenggelam. Es yang terbentuk di permukaan akan terus turun ke dasar, sementara lapisan es baru terbentuk di atasnya. Dalam kondisi tertentu, proses tersebut dapat menyebabkan sebagian besar atau bahkan seluruh badan air membeku. Hal itu tentu akan menjadi masalah besar bagi kehidupan di dalamnya.

    Jadi, kenapa es mengapung di atas air? Jawabannya terletak pada ikatan hidrogen dan susunan molekul air. Ketika membeku, molekul-molekul air membentuk struktur kristal yang lebih renggang sehingga volumenya bertambah dan massa jenisnya menjadi lebih rendah daripada air cair.

    Referensi

    BBC Science Focus. Diakses pada Agustus 2026. Why Does Ice Float on Water?
    Britannica. Diakses pada Agustus 2026. Why Does Ice Float on Water?
    Factsmate. Diakses pada Agustus 2026. Water is at Its Heaviest at 4°C — Which is Why Ice Floats
    Million Whys. Diakses pada Agustus 2026. Facts About Ice: Why Frozen Water Gets Weird

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More