Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Tanda Kucing Memiliki Trauma, Harus Diwaspadai!

ilustrasi kucing (pexels.com/Helena Lopes)
ilustrasi kucing (pexels.com/Helena Lopes)
Intinya sih...
  • Kucing menjadi sangat penakut dan mudah terkejut
  • Kucing sering bersembunyi dalam waktu lama
  • Perubahan pola makan dan kebiasaan harian
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kucing merupakan hewan yang sangat sensitif dan memiliki kemampuan mengingat pengalaman buruk dengan sangat kuat, sehingga trauma yang dialami bisa saja memengaruhi perilaku mereka dalam jangka panjang. Banyak pemilik tidak menyadari bahwa perubahan kecil dalam tingkah laku kucing bisa menjadi sinyal bahwa hewan tersebut sedang mengalami stres emosional.

Trauma pada kucing bisa muncul akibat berbagai hal, seperti suara keras, kekerasan, kehilangan pemilik, atau bahkan pengalaman yang membuat mereka ketakutan. Oleh sebab itu, simaklah beberapa tanda berikut ini yang menunjukkan bahwa kucing memiliki trauma, sehingga kamu perlu mewaspadai hal ini.

1. Kucing menjadi sangat penakut dan mudah terkejut

ilustrasi kucing (unsplash.com/Mikhail Vasilyev)
ilustrasi kucing (unsplash.com/Mikhail Vasilyev)

Kucing yang mengalami trauma biasanya sering menunjukkan ketakutan berlebih terhadap suara, gerakan, atau situasi yang sebelumnya tidak membuat mereka terkejut. Ketakutan biasanya muncul karena kucing mengaitkan rangsangan tertentu dengan pengalaman buruk yang pernah mereka alami sebelumnya.

Kucing yang mudah takut dan terkejut menunjukkan bahwa sistem respon mereka selalu dalam kondisi siaga, sehingga membuat mereka sulit merasa aman dan rileks, bahkan di rumah sendiri. Selain mudah terkejut, nyatanya kucing yang trauma juga kerap menghindari interaksi dengan manusia atau hewan-hewan lain yang mereka tidak percaya dan takut disakiti kembali.

2. Kucing sering bersembunyi dalam waktu lama

ilustrasi kucing (unsplash.com/Jiawei Zhao)
ilustrasi kucing (unsplash.com/Jiawei Zhao)

Trauma bisa membuat kucing lebih memilih untuk mengevaluasi diri dan menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat-tempat tersembunyi, seperti dibawah tempat tidur atau sudut-sudut sempit. Mereka merasa bahwa tempat-tempat tersebut bisa memberikan rasa aman karena jauh dari potensi ancaman.

Tingkah laku ini juga biasanya muncul secara konsisten dan bisa berlangsung berhari-hari hingga berminggu-minggu jika tidak ada perubahan kondisi yang membuat mereka merasa lebih nyaman. Selain itu, kucing yang trauma juga sering menolak keluar, bahkan pada saat dipegang oleh pemiliknya, sehingga menunjukkan bahwa rasa ketakutan mereka lebih kuat daripada rasa ingin tahu atau ikatan emosionalnya terhadap manusia.

3. Perubahan pola makan dan kebiasaan harian

ilustrasi kucing makan (unsplash.com/am)
ilustrasi kucing makan (unsplash.com/am)

Kucing yang mengalami trauma sering menunjukkan penurunan nafsu makan atau bahkan menolak makan sama sekali, sebab tubuh mereka berada pada kondisi stress yang berkepanjangan. Stres yang tinggi bisa memengaruhi hormon dan sistem pencernaan, sehingga makanan tidak terasa menarik lagi bagi mereka.

Jika perilaku yang satu ini dibiarkan, maka kucing bisa mengalami penurunan berat badan dan gangguan kesehatan lain yang bisa menyebabkan masalah serius. Selain perubahan pola makan, ternyata kucing yang trauma juga kerap mengalami gangguan tidur atau tampak sepanjang hari karena pikiran mereka terus berada pada mode waspada.

4. Kucing menunjukkan agresi yang tidak biasa

ilustrasi paw kucing (pexels.com/Kevin Bidwell)
ilustrasi paw kucing (pexels.com/Kevin Bidwell)

Trauma bisa membuat kucing bereaksi dengan agresi pada saat merasa terancam, marah, dan tidak nyaman, meski rangsangan yang diterima sebetulnya tidak berbahaya. Hal ini bisa muncul dalam bentuk mendesis, mencakar, atau menggigit karena seseorang mencoba untuk mendekat.

Perilaku tidak biasa menunjukkan bahwa kucing menggunakan agresi sebagai bentuk pertahanan diri karena mereka belum mampu membedakan situasi yang aman dan berbahaya. Kucing yang trauma juga biasanya menunjukkan perilaku agresif terhadap hewan atau orang yang sebelumnya mereka kenal dan percayai.

Mengenali tanda trauma pada kucing merupakan langkah penting untuk membantu mereka pulih dan kembali merasa aman di lingkungannya. Dengan memahami perilaku yang tidak biasa, maka pemilik bisa memberikan perhatian ekstra dan menciptakan lingkungan yang tenang. Melalui pendekatan yang sabar dan penuh kasih sayang, maka kucing yang mengalami trauma bisa secara bertahap kembali merasa dicintai dan menemukan kenyamanan hidupnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

4 Tanda Kucing Memiliki Trauma, Harus Diwaspadai!

12 Jan 2026, 18:05 WIBScience