Kucing berkaki hitam mengendap-endap. (commons.wikimedia.org/Ltshears)
Kalau kucing peliharaan dan nenek moyang mereka merupakan hewan krepuskular, apakah semua jenis kucing juga krepuskular? Well, sebagian besar spesies kucing, baik yang besar dan kecil, merupakan hewan krepuskular. Ini mulai dari harimau, singa gunung, bahkan macan tutul salju sekalipun.
Namun, ada beberapa spesies kucing yang sepenuhnya aktif pada malam hari, salah satunya kucing berkaki hitam atau black-footed cat (Felis nigripes). Kucing liar asli Afrika ini dikenal sebagai pemburu nokturnal paling efisien dengan tingkat keberhasilan berburu sangat tinggi. Menurut organisasi konservasi Panthera, tingkat keberhasilan berburu kucing berkaki hitam sekitar 60 persen, paling tinggi di antara semua spesies kucing.
Ada juga ocelot (Leopardus pardalis) dari Amerika yang bisa disebut krepuskular sekaligus nokturnal. Kucing liar dengan bulu bercak menawan ini aktif pada malam hari dan saat fajar serta senja hari. Menurut laman BBC Wildlife Magazine, aktivitas malam hari membantu ocelot berburu banyak spesies mangsa favorit. Aktif pada malam hari juga mengurangi kemungkinan ocelot berpapasan dengan manusia maupun predator yang lebih besar di habitat mereka, seperti jaguar.
Jadi, kucing domestik bukanlah hewan nokturnal seperti yang selama ini kita kira. Kucing merupakan hewan krepuskular yang aktif pada waktu senja dan fajar hari, sama seperti nenek moyang mereka yang hidup di alam liar. Kucing sering dikira nokturnal karena banyak beristirahat pada siang hari dan mengikuti jadwal sehari-hari pemilik.