Selain di semak-semak, rerumputan, hutan, bebatuan, pegunungan, savana, atau pepohonan, ternyata ular juga bisa hidup di perairan, lho. Uniknya, ular yang hidup di perairan biasnya adalah spesies berukuran kecil yang tidak berbahaya. Nah, salah satunya adalah ular air asia (Fowlea piscator).
5 Fakta Unik Ular Air Asia, Mampu Hasilkan 100 Butir Telur

- Ular air asia (Fowlea piscator) adalah ular kecil bercorak mengotak yang hidup di perairan Asia dan dikenal tidak berbisa serta pandai berenang.
- Hewan semi akuatik ini tersebar luas di Asia Selatan hingga Tenggara, hidup di area lembap seperti sungai, rawa, dan sawah dengan makanan utama ikan serta katak.
- Ular betina mampu menghasilkan 30–100 telur yang menetas sekitar 60 hari, serta dapat memutuskan ekornya sebagai bentuk pertahanan diri saat terancam.
Seperti namanya, ular dengan corak mengotak tersebut bisa ditemukan di benua Asia. Sebagai ular air, ia punya kemampuan berenang yang sangat baik. Makanannya juga tak jauh-jauh dari hewan air seperti ikan dan amfibi. Mau lebih dalam tentang kehidupan dan berbagai fakta unik ular air asia? Yuk, simak pembahasan berikut.
1. Ciri khas ular air asia adalah corak mengotak

Dilansir HKU Science, ular air asia merupakan ular berukuran kecil dengan panjang sekitar 75 centimeter hingga 1.3 meter. Badannya ramping, memanjang, dan kepalanya melonjong. Namun, ukuran bukanlah ciri khas ular ini. Justru, ia terkenal karena corak dan warnanya. Pertama, ular ini punya corak hitam yang mengotak saat sudah ia sudah dewasa.
Sebaliknya, saat masih kecil corak tubuh ular ini berbentuk tutul atau garis hitam. Variasi warnanya juga sangat beragam, lho. Pertama, ada individu berwarna cokelat gelap. Kemudian, ada juga individu berwarna cokelat kekuningan. Di sisi lain, ada individu langka yang punya gradasi merah di samping dan atas tubuh. Layaknya ular lain, perpaduan corak dan warna tersebut digunakan ular ini untuk berkamuflase.
2. Ular air asia merupakan hewan semi akuatik

Dari namanya, sudah terlihat kalau ular air asia bisa ditemukan di benua Asia. Dilansir The Reptile Database, penyebarannya mencakup beberapa daerah, seperti Afghanistan, Pakistan, Sri Lanka, India, Bangladesh, Nepal, Myanmar, Thailand, hingga Malaysia. Sejatinya, ular air asia merupakan hewan semi akuatik. Jadi, habitatnya tak jauh dari area lembap seperti sungai, danau, rawa, kolam, hingga sawah. Lebih lanjut, ular ini kerap menyelam di danau, bersembunyi di pinggir sungai, bersantai di sekitar tanaman air, atau mencari makan di kolam yang berarus tenang.
3. Ikan dan katak jadi makanan utamanya

Seperti ular lain, ular air asia merupakan karnivor atau pemakan daging. Dikutip Ecologyasia, katak dan ikan merupakan makanan favoritnya. Ular ini bisa aktif di siang dan malam hari, jadi ia bisa menyesuaikan waktu berburu dengan kebiasaan mangsanya. Sejatinya, ular air asia merupakan ular tidak berbisa. Jadi, ia sama sekali tidak berbahaya bagi manusia. Uniknya, ular ini bukan termasuk ular pembelit. Sebaliknya, saat berburu ular air asia hanya akan menggigit dan mencengkeram mangsa menggunakan giginya yang tajam dan rahangnya yang kuat.
4. Telurnya menetas setelah 60 hari

Soal reproduksi, ular air asia merupakan ular yang bereproduksi dengan cara bertelur. Dilansir Thai National Parks, rata-rata ia bisa menghasilkan 30 - 70 butir telur. Walau begitu, terkadang juga ada individu yang mampu menghasilkan hingga 100 butir telur. Nah, perbedaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti usia, ukuran, kondisi lingkungan, dan kesehataan ular. Ukuran telurnya juga bervariasi, yaitu sekitar 1.5 hingga 4 centimeter. Setelah bertelur, individu betina akan menjaga telur-telurnya hingga menetas.
5. Ular air asia bisa melakukan autotomi

Sebenarnya, ular air asia bukanlah ular yang agresif. Jika bertemu manusia atau predator, biasanya reptil ini lebih memilih untuk kabur atau bersembunyi. Namun, jika terpojok atau merasa terancam ia juga bisa mempertahankan diri dengan ketat. Pertama, jika merasa terancam ia akan memimpihkan badan agar terlihat lebih besar dan menakutkan.
Sembari memipihkan badan, terkadang ular air asia juga akan mengangkat kepala. Jika predator tak kunjung pergi, bahkan ular ini tak segan untuk menggigit. Gigitannya sendiri cepat, gesit, dan sulit dihindari. Terakhir, laman iNaturalist menjelaskan kalau hewan ini bisa melakukan autotomi dengan cara memutuskan ekornya. Sayangnya, ekor yang putus tak bisa beregenerasi, berbeda dengan cecak.
Soal ukuran dan tingkat bahaya, mungkin ular air asia kalah dengan ular kobra, sanca, atau welang. Namun, soal keunikan dan hal menarik ular ini bisa menyaingi mereka semua. Hal unik dan menarik yang ia miliki juga tercermin dari berbagai aspek, mulai dari kebiasaan, makanan, hingga perilaku. Oleh sebab itu, kamu gak boleh meremehkan ular kecil asli Asia ini.


















