Walau ada kata biru di namanya, tapi hewan laut tersebut tak sepenuhnya berwarna biru. Kerang biru juga tak terlalu besar, tetapi populasinya melimpah dan penyebarannya sangat luas. Jadi, apa kamu penasaran dengan kerang biru? Yuk, kita ulik hewan tersebut lewat pembahasan berikut.
5 Fakta Menarik Kerang Biru, Berguna Bagi Alam dan Manusia

- Kerang biru tersebar luas di berbagai benua dan bisa menjadi spesies invasif yang mengganggu ekosistem serta kehidupan manusia di beberapa negara.
- Hewan ini mampu menempel kuat pada permukaan keras berkat byssus thread, hidup di berbagai habitat laut, dan beradaptasi dengan suhu 5–20 °C.
- Sebagai filter feeder, kerang biru menyaring air laut untuk menghilangkan racun dan bakteri, sekaligus dimanfaatkan manusia sebagai makanan serta bahan aksesoris.
Jika membahas moluska, pasti kamu teringat hewan bertubuh lunak seperti siput. Namun, ada juga moluska bercangkang seperti kerang. Andalkan cangkang, kerang bisa bertahan dari serangan predator, mampu menyamar di lingkungannya, bahkan bisa melukai hewan lain. Spesies kerang juga banyak, salah satunya adalah kerang biru (Mytilus edulis).
1. Kerang biru punya penyebarannya yang sangat luas

Dilansir GBIF, kerang biru tersebar luas di berbagai daerah, mulai dari Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Afrika, Asia, hingga Australia. Walau begitu, sebenarnya hewan ini berstatus sebagai spesies invasif yang merugikan di beberapa negara, seperti di Portugal, Ukraina, dan Turki. Sebagai spesies invasif, kerang biru menggusur populasi kerang lokal, bisa menyebarkan penyakit ke hewan lain, merusak ekosistem, bahkan mampu mengganggu kehidupan manusia. Oleh sebab itu, kehadirannya tak selalu memberi manfaat.
2. Kerang biru bisa menempel pada benda keras

Dilansir FAO, kerang biru merupakan spesies yang adpatif dan bisa hidup di berbagai tipe habitat. Mulai dari zona intertidal, area pesisir, area berbatu, area payau, dasar laut, hingga muara sungai semuanya bisa ditinggali oleh kerang ini. Gak cuma di perairan dangkal, terkadang kerang biru juga bisa ditemukan di dasar laut. Terakhir, ia sangat suka tinggal di daerah dengan suhu sekitar 5 - 20 °C.
Seperti kerang lain, kerang biru memiliki organ bernama byssus thread. Nah, organ tersebut lengket, kuat, lentur, dan bisa digunakan untuk menempel di bebatuan, dasar perairan, tanaman air, atau di badan hewan lain. Selain itu, kerang ini juga bisa bergerak dengan perlahan dalam rangka mencari tempat menempel yang ideal. Untuk bergerak, hewan ini mengandalkan satu buah "kaki" yang pendek dan lunak.
3. Kerang biru bisa menghilangkan racun di perairan

Kelihatannya, kerang biru memang bukan hewan yang bisa melakukan apapun, bahkan ia terlihat seperti hewan yang tidak berguna di alam. Walau begitu, ternyata kerang ini memiliki peran penting, lho. Dalam hal ini, laman iNaturalist menerangkan kalau kerang biru membantu menghilangkan bakteri dan racun di perairan, khususnya di muara sungai. Nah, hal tersebut bisa terjadi karena kerang ini merupakan filter feeder yang makan dengan cara menyaring air laut. Jadi, sembari menyaring air laut dan makanan, ia juga bisa menyaring racun, bakteri, patogen, dan zat berbahaya lain.
4. Hanya sedikit larva yang bisa bertahan hidup hingga dewasa

Laman JungleDragon menerangkan kalau hanya 1 persen dari larva kerang biru yang bisa bertahan hidup hingga dewasa. Dalam hal ini, kebanyakan larva, telur, atau individu muda dari kerang biru akan mati sebelum mencapai kedewasaan akibat serangan predator. Lebih lanjut, predator dari kerang biru juga ada banyak, mulai dari larva ikan, ubur-ubur, bintang laut, hingga burung camar.
Saat hendak bereproduksi, kerang ini akan menyebarkan telur dan sel sperma ke laut. Jadi, ia menggunakan metode reproduksi pembuahan eksternal di mana pembuahan dilakukan di luar tubuh. Uniknya, keberhasilan reproduksi dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu kondisi individu, kondisi lingkungan, dan ketersediaan makanan di sekitar. Terakhir, repoduksi bisa berjalan optimal di suhu sekitar 15 - 35 °C.
5. Kerang biru bisa dimakan dan dijadikan aksesoris

Seperti kerang lain, kerang sepanjang 11 centimeter ini merupakan spesies kerang yang bisa dimakan. Tercatat, manusia sudah memakan dan memburu kerang ini sejak ribuan tahun yang lalu. Dalam hal ini, ia bisa diolah dengan cara dipanggang, direbus, hingga ditumis. Tentunya, kerang biru tak bisa dimakan begitu saja. Sebelum menyantap hewan ini, cangkangnya harus dibuka agar dagingnya bisa dimakan.
Selain dimakan, laman Animal Diversity Web juga menerangkan kalau kerang biru bisa dijadikan aksesoris dan perhiasan. Gak cuma itu, hewan ini juga membantu menstabilkan populasi alga di laut. Pasalnya, populasi alga yang berlebih bisa merusak ekosistem, meracuni laut, dan nantinya akan merugikan manusia. Karena sangat berguna, maka hewan ini gak boleh dibasmi.
Kehadiran kerang biru menunjukan bahwa kerang bukanlah hewan sembarangan. Sebaliknya, di balik cangkangnya yang keras kerang merupakan hewan eksotis yang punya peran bagi manusia, alam, dan eksistensinya harus dijaga. Jika kerang biru musnah, maka berbagai aspek kehidupan manusia akan terganggu. Nelayan merugi, laut jadi kotor, bahkan hewan lain bisa punah.


















