5 Ular Viper Berbahaya dari Genus Vipera, Hidup di Wilayah Eropa yang Dingin

- Adder eropa memiliki penyebaran populasi terluas di Eropa, bisa ditemukan di berbagai negara dan memiliki bisa mematikan
- Aspis eropa berukuran kecil namun memiliki bisa yang mematikan, terancam punah karena kerusakan habitat dan aktivitas manusia
- Viper berhidung tanduk melakukan hibernasi di musim dingin, memiliki "tanduk" kecil di atas hidungnya untuk berkamuflase
Selain ular weling atau ular kobra, ada satu jenis ular yang tak kalah berbahaya, yaitu ular viper. Secara umum, ular viper sendiri merupakan ular berbisa berukuran kecil hingga sedang yang berasal dari famili Viperidae. Lebih lanjut, ular viper juga dibagi menjadi beberapa genus dan salah satunya adalah genus Vipera.
Genus Vipera merupakan genus yang bisa ditemukan di wilayah Eropa. Ia termasuk viper berukuran kecil, tidak agresif, pandai berkamuflase, dan merupakan hewan terestrial. Di habitatnya, ular viper dari genus Vipera sangat ditakuti, entah oleh mangsanya atau oleh manusia itu sendiri. Nah, agar wawasanmu bertambah, kali ini kita akan membahas beberapa ular viper unik dari genus Vipera.
1. Adder eropa, punya penyebaran populasi terluas di Eropa

Dilansir Animal Diversity Web, Vipera berus atau adder eropa sering ditemukan di area berkayu dan area lembap. Ia juga sangat adaptif karena bisa hidup di dataran rendah hingga dataran tinggi yang ketinggiannya mencapai 1,500 mdpl. Seperti ular viper lain, adder eropa memiliki bisa yang mematikan. Memang jarang membunuh manusia, namun efeknya beragam, mulai dari bengkak hingga rasa sakit yang luar biasa.
Adder eropa punya panjang sekitar 55 - 104 centimeter. Kepalanya segitiga, badannya kecil, dan sisik cokelatnya sangat cocok untuk berkamuflase. Lebih lanjut, ular ini jadi salah satu spesies dengan penyebaran terluas. Bayangkan saja, adder eropa bisa kamu temukan di Inggris, Belgia, Jerman, Bulgria, Rusia, Korea, Mongolia, hingga Cina. Populasinya juga masih melimpah sehingga ular ini mudah dijumpai.
2. Aspis eropa puya bisa yang mematikan meski berukuran kecil

Berbeda dari adder eropa, Vipera aspis atau aspis eropa merupakan hewan yang terancam. Tercatat, ia masuk ke kategori vulnerable yang artinya hewan ini rentan akan kepunahan dalam waktu dekat. Dilansir Animalia, eksistensi reptil ini terancam oleh kerusakan habitat, aktivitas pertanian, dan urbanisasi. Karena habitatnya yang rusak, ular ini juga kerap masuk area pemukiman dan membahayakan manusia.
Aspis eropa memiliki beberapa varian warna, mulai dari cokelat, hitam, hingga putih. Ukurannya tergolong kecil, sebab panjang maksimalnya hanya sekitr 85 centimeter. Secara umum, ular yang bisa ditemukan di Andorra hingga Slovenia ini bukan termasuk hewan yang agresif. Namun, kandungan bisanya lebih kuat dari adder eropa. Jadi, gigitannya bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan serius.
3. Viper berhidung tanduk, ular viper yang melakukan hibernasi

Seperti namanya, Vipera ammodytes atau viper berhidung tanduk memiliki "tanduk" kecil di atas hidungnya. Kemungkinan, tanduk tersebut ia gunakan untuk berkamuflase agar tubuhnya terlihat seperti rumput atau kayu kering. Biasanya, viper berhidung tanduk lebih sering terlihat di atas tanah. Walau begitu, ia juga bisa memanjat dan tak jarang terlihat di bebatuan atau di atas pohon.
Dilansir Parkovi Dinarida, viper berhidung tanduk akan melakukan hibernasi di musim dingin. Nantinya, ia akan bangun dan kembali beraktivitas pada awal bulan Maret. Nah, hibernasi tersebut dilakukan demi menghemat energi dan melindungi diri dari musim dingin yang ekstrem. Sama seperti viper lain, ia juga tak agresif, bahkan cenderung pendiam dan sangat jarang menggigit manusia.
4. Viper padang rumput, pupulasinya terancam dan statusnya dilindungi

Dilansir The Reptile Database, wilayah penyebaran viper padang rumput mencakup daerah Prancis, Austria, Italia, Montenegro, Romania, hingga Serbia. Seperti namanya, hewan dengan nama ilmiah Vipera ursinii ini sering ditemukan di padang rumput yang hijau, terbuka, subur, dan memiliki pasokan makanan yang berlimpah. Ia juga terancam punah dan dilindungi di beberapa daerah. Tentunya, ular sepanjang 80 centimeter ini termasuk ular berbisa yang berbahaya. Namun, kandungan bisanya belum terlalu diteliti. Walau begitu, ia tetap menjadi momok mengerikan dan harus diwaspadai oleh semua orang.
5. Viper nikolsky hanya bisa ditemukan di empat negara di Eropa

Spesies terakhir di daftar ini adalah Vipera nikolskii atau viper nikolsky. Dilansir iNaturalist, ia merupakan ular viper dengan panjang maksimal 68 centimeter dan namanya merupakan penghormatan bagi herpetolog asal Rusia, yaitu Alexander Mikhailovich Nikolsky. Bentuk tubuh ular berbisa ini memang mirip dengan spesies lain, namun warna hitamnya membuat hewan ini mudah dikenali. Lebih lanjut, ia hanya bisa ditemukan di empat negara, yaitu Ukraina, Moldova, Romania, dan Rusia. Area lembap, semak-semak, area berkayu, dan padang rumput jadi habitat kesukaan ular ini.
Di balik ukurannya yang kecil, ternyata mereka merupakan ular berbisa tinggi yang berbahaya bagi manusia. Untungnya, ular-ular tersebut tak menghuni Indonesia jadi kamu bisa bernafas lega. Tak hanya bisa yang mematikan, tiap spesies juga sangat unik karena ada yang warnanya hitam, tidak agresif, bahkan ada yang bertanduk. Maka dari itu, kamu gak boleh memandang remeh ular-ular tersebut.