5 Fakta Weka, Burung Endemik Selandia Baru yang Pemalu

Weka merupakan spesies burung tidak terbang yang hanya bisa kamu temui di New Zealand. Mereka berada dalam famili Rallidae dan memiliki nama ilmiah Gallirallus australis. Panjang tubuhnya kisaran 46–60 sentimeter, beratnya 350–1605 gram dan lebar kepakan sayapnya mencapai 50–60 sentimeter. Agar kamu bisa mengenalinya dengan baik, ingatlah warna bulunya yang didominasi cokelat berbintik hitam dan abu-abu.
Shade cokelatnya bervariasi tergantung pada subspesies. Mereka punya paruh besar berwarna cokelat kemerahan yang panjangnya 5 sentimeter. Weka punya kaki kokoh tapi sayapnya kecil. Jika ekor runcingnya terus dikibasikan, itu berarti mereka sedang gelisah. Berikut beberapa fakta menarik tentang mereka.
1. Wilayah penyebaran weka

Terdapat empat subspesies weka yang ada, wilayah penyebarannya berbeda. Buff weka sekarang ini terbatas di Pulau Chatham dan Pulau Pitt, north island weka tersebar di Northland serta Poverty Bay. Sementara itu, western weka ditemukan di bagian utara dan bagian barat dari South Island dari Nelson hingga Fiorland.
Stewart Island weka berada di Pulau Stewart/Rakiura dan Pulau Kapiti. Animalia menginformasikan bahwa weka hidup di hutan, padang rumput sub-alpine, semak belukar, bukit pasir, panitia berbatu, lahan basah pesisir dan lingkungan semi-perkotaan.
2. Menu makannya sangat beragam

Berdasarkan informasi dari New Zealand Birds Online, weka adalah omnivora yang tidak pemilih makanan. Mereka pemburu dan pemulung (julukan yang diberikan pada hewan yang memakan bangkai). Menu makannya terdiri dari buah-buahan, invertebrata, telur, kadal, mamalia kecil, burung dan bangkai. Weka pernah tercatat membunuh hewan besar seperti stoat (beratnya 300 gram), norway rat (500 gram) dan westland petrel (1,2 kilogram).
3. Si pemalu yang diurnal

Sebagai burung yang tidak bisa terbang, weka menghabiskan sepanjang tahun di dalam wilayah jelajahnya. Mereka pemalu dan lebih sering terdengar daripada dilihat wujudnya. Spesies ini mencari makan di siang hari dan bertengger di malam hari.
Walaupun pemalu, weka ternyata memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Karenanya, mereka sering mencari sisa makanan di sekitar pemukiman dan kamp. Bahkan membawa semua barang asing dan mudah dibawa ke sarangnya, biasanya menyukai benda berkilau.
4. Bagaimana cara berkomunikasinya?

Burung pemalu ini lebih rela memperdengarkan suaranya daripada wujudnya secara langsung. Weka memiliki panggilan jarak jauh yang disuarakan saat fajar dan setengah jam setelah matahari terbenam. Ada juga suara khas seperti 'coo..eet' yang dinyanyikan berpasangan. Panggilan jantan lebih rendah dan lambat daripada betina.
Panggilan lain dari weka berupa panggilan kontak, terdengar lembut dan seperti peluit. Ada pula panggilan yang sering disuarakan seperti 'ee-wee'.
5. Sistem perkawinan weka

Sistem perkawinan weka adalah monogami, membentuk ikatan dengan satu pasangan seumur hidupnya. Musim kawinnya bervariasi, tergantung pada ketersediaan makanan. Mereka bisa membesarkan hingga empat anak sepanjang tahun. Sarangnya dibangun di tanah di bawah tumbuhan lebat, biasanya terbuat dari rerumputan dan berbentuk mangkok.
Betina menempatkan 3–4 butir telur yang dierami oleh keduanya secara bergantian selama sebulan. Setelah menetas, induknya memberi makan dan merawat anaknya bersama hingga sepenuhnya mencapai usia dewasa, sekitar 6–10 minggu.
Weka ternyata burung yang tidak bisa terbang, mereka sangat pemalu. Sebagai informasi tambahan, weka punya peran penting dalam penyebaran biji-bijian, lho. Saat ini, weka diklasifikasikan sebagai Vulnerable oleh IUCN dan total populasinya diperkirakan 107.000--177.000 individu atau sekitar 71.000--118.000 individu dewasa. Sayangnya, tren populasi mereka mengalami penurunan.
















![[QUIZ] Dari Batas Lempeng Tektonik Pilihanmu, Ini Caramu Hadapi Konflik](https://image.idntimes.com/post/20231023/gempa-4-694410755405e0630e4b7d64f6cf291f-baaf7a2ad9d9918d68a2bd6e605162ca.jpg)

