Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Wood Frog, Hidup Kembali Setelah Membeku Jadi Es

5 Fakta Wood Frog, Hidup Kembali Setelah Membeku Jadi Es
ilustrasi katak kayu (wikimedia.org/Jasper Shide)
Intinya Sih
  • Katak kayu mampu membeku total selama musim dingin ekstrem di Alaska, dengan detak jantung dan pernapasan berhenti sepenuhnya tanpa menyebabkan kerusakan organ.
  • Hewan ini menghasilkan glukosa dan urea sebagai krioprotektan alami yang melindungi sel dari kristal es tajam, memungkinkan tubuhnya bertahan dalam kondisi beku hingga delapan bulan.
  • Saat suhu menghangat, katak mencair dan hidup kembali dalam waktu kurang dari 24 jam, menjadi inspirasi penelitian medis untuk pengawetan organ dan teknologi krionik manusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Dalam dunia medis dan biologi umum, ketika detak jantung makhluk hidup vertebrata telah berhenti total, darahnya membeku, dan pernapasannya terhenti dalam waktu lama, maka individu tersebut dinyatakan telah mati. Kehilangan fungsi organ vital akibat pembekuan sel biasanya akan merusak jaringan tubuh secara permanen. Namun, hukum alam yang kaku ini berhasil dipatahkan oleh seekor amfibi kecil bernama wood frog atau katak kayu.

Katak dengan nama ilmiah Lithobates sylvaticus ini mendiami kawasan hutan terpencil di Amerika Utara hingga lingkar Arktik Alaska yang terkenal memiliki musim dingin ekstrem. Alih-alih bermigrasi ke tempat hangat atau menggali tanah yang dalam untuk bersembunyi dari salju, katak ini membiarkan tubuhnya membeku menjadi es batu padat selama berbulan-bulan, lalu melompat hidup kembali saat musim semi tiba. Penasaran dengan rahasia di balik kemampuan magis mereka? Yuk, simak 5 fakta sains tentang katak kayu berikut ini!

1. Mengalami mati suri ekstrem dengan organ tubuh membeku

Katak Kayu
ilustrasi katak kayu (wikimedia.org/Judy Gallagher)

Ketika musim dingin ekstrem melanda wilayah Alaska, suhu udara bisa merosot jauh di bawah minus nol derajat Celsius. Pada titik inilah proses mati suri katak kayu dimulai di bawah tumpukan daun kering pelindung mereka.

Dilansir laman Space Daily, selama periode pembekuan ini, sekitar 60-70% kandungan air di dalam tubuh katak kayu bener-bener berubah menjadi es padat. Jika kamu mengambil katak tersebut pada musim dingin, tubuhnya akan terasa sekeras batu, matanya memutih buram, kakinya kaku tidak bisa digerakkan, dan kulitnya dilapisi es. Hebatnya, meskipun detak jantungnya berhenti berdenyut 100% dan aliran darahnya berhenti mengalir, organ dalam katak ini tidak mengalami pembusukan atau kerusakan sama sekali.

2. Memproduksi zat krioprotektan alami sebagai tameng sel

Katak Kayu
ilustrasi katak kayu (wikimedia.org/MichaelZahniser)

Secara teori sains, ketika air di dalam sel makhluk hidup membeku, air tersebut akan mengembang menjadi kristal es tajam yang bisa merobek dinding sel hingga hancur. Fenomena kerusakan inilah yang dicegah oleh katak kayu melalui laboratorium kimia internal di dalam tubuh mereka sendiri.

Melansir laman National Park Service, saat indra di kulit katak mendeteksi pembentukan es pertama di awal musim dingin, organ hati mereka akan langsung bereaksi dengan memproduksi zat glukosa (gula darah) dan urea dalam jumlah yang sangat masif. Zat kimia ini dialirkan ke seluruh sel tubuh dan berfungsi sebagai krioprotektan alami atau zat anti-beku. Tingginya kadar gula di dalam sel bertindak sebagai penahan mekanis yang menurunkan titik beku cairan sel, sehingga air di dalam sel tidak mengkristal tajam melainkan tetap berbentuk cair fleksibel, sementara es hanya terbentuk di luar ruang sel.

3. Mampu bertahan dalam kondisi beku hingga 8 bulan

Katak Kayu
ilustrasi katak kayu (wikimedia.org/U.S. Fish and Wildlife Service Headquarters)

Ketahanan fisik katak kayu dalam menghadapi siklus musim dingin bukan cuma terjadi dalam hitungan hari atau minggu, melainkan berbulan-bulan. Mereka memegang rekor sebagai salah satu hewan dengan toleransi pembekuan (freeze tolerance) paling lama di Bumi.

Melansir laman ZME Science, katak kayu di wilayah Alaska terbukti secara ilmiah mampu bertahan hidup dalam kondisi membeku menjadi es selama hampir 7-8 bulan penuh sepanjang musim dingin. Selama masa tersebut, mereka berada dalam kondisi tanpa metabolisme, tanpa makan, tanpa minum, dan tanpa bernapas, meluncur mulus melewati cuaca ekstrem yang bisa dengan mudah membunuh hewan mamalia lainnya.

4. Proses mencair dan "hidup kembali" yang sangat cepat

Katak Kayu
ilustrasi katak kayu (wikimedia.org/Riley Stanton)

Momen yang paling menakjubkan bagi para ilmuwan adalah ketika transisi perubahan musim terjadi dari musim dingin menuju musim semi. Begitu suhu udara mulai menghangat dan lapisan es di tanah mencair, tubuh katak kayu juga akan ikut mencair dari arah dalam ke luar.

Dilansir Yale Peabody Museum, proses pencairan ini terjadi secara mandiri dan sangat taktis. Pertama-tama, jantung katak akan mulai menerima sinyal hangat dan berdenyut kembali secara spontan dalam hitungan jam, memompa sisa darah yang pekat ke seluruh tubuh. Setelah sirkulasi darah kembali lancar, fungsi paru-paru akan aktif kembali untuk menghirup oksigen. Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam setelah es di tubuhnya mencair total, katak kayu sudah bisa menggerakkan kakinya, melompat dengan normal, dan bahkan langsung siap mencari pasangan untuk bereproduksi.

5. Menjadi inspirasi besar bagi perkembangan sains medis manusia

Katak Kayu
ilustrasi katak kayu (wikimedia.org/Ryan Hodnett)

Kemampuan luar biasa dari katak kayu ini tidak luput dari perhatian para peneliti dan ilmuwan medis modern. Rahasia biologis dari zat krioprotektan yang diproduksi oleh katak ini menjadi kunci penting bagi pengembangan teknologi masa depan manusia.

Para ilmuwan di bidang krionik (cryonics) terus mempelajari bagaimana mekanisme katak kayu melindungi sel mereka dari kerusakan akibat pembekuan. Informasi ilmiah ini diharapkan bisa diterapkan dalam dunia medis manusia, salah satunya untuk memperpanjang masa penyimpanan organ tubuh donor (seperti jantung atau ginjal) agar bisa bertahan lebih lama saat dikirim antar-rumah sakit, atau bahkan membantu sistem pengawetan sel jangka panjang untuk keperluan penelitian penyakit kronis.

Katak kayu atau wood frog bisa ditemukan di berbagai kawasan hutan Amerika Utara dan mungkin menjadi salah satu amfibi paling tangguh yang ada di Bumi kita. Binatang ini memiliki kemampuan beradaptasi yang luar biasa tinggi dengan memodifikasi sistem kimia internal tubuh mereka demi menentang kematian musiman.

Mengetahui fakta menakjubkan tentang katak yang bisa hidup kembali setelah membeku ini tentu membuka mata kita bahwa batas antara hidup dan mati di alam liar sering kali bisa diselesaikan lewat cara sains yang memukau. Bagaimana, sangat menarik dan penuh kejutan sekali bukan rahasia di balik ketangguhan katak wood frog yang sunyi ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa

Related Articles

See More