Dalam dunia medis dan biologi umum, ketika detak jantung makhluk hidup vertebrata telah berhenti total, darahnya membeku, dan pernapasannya terhenti dalam waktu lama, maka individu tersebut dinyatakan telah mati. Kehilangan fungsi organ vital akibat pembekuan sel biasanya akan merusak jaringan tubuh secara permanen. Namun, hukum alam yang kaku ini berhasil dipatahkan oleh seekor amfibi kecil bernama wood frog atau katak kayu.
Katak dengan nama ilmiah Lithobates sylvaticus ini mendiami kawasan hutan terpencil di Amerika Utara hingga lingkar Arktik Alaska yang terkenal memiliki musim dingin ekstrem. Alih-alih bermigrasi ke tempat hangat atau menggali tanah yang dalam untuk bersembunyi dari salju, katak ini membiarkan tubuhnya membeku menjadi es batu padat selama berbulan-bulan, lalu melompat hidup kembali saat musim semi tiba. Penasaran dengan rahasia di balik kemampuan magis mereka? Yuk, simak 5 fakta sains tentang katak kayu berikut ini!
