Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menuju Artemis III, NASA Siapkan Roket dan Teknologi Pendaratan

Menuju Artemis III, NASA Siapkan Roket dan Teknologi Pendaratan
ilustrasi roket luar angkasa (pexels.com/pixabay)
Intinya Sih
  • NASA bersiap meluncurkan misi Artemis III pada 2027 sebagai langkah penting mengembalikan manusia ke Bulan dan menguji teknologi utama untuk eksplorasi jangka panjang.
  • Roket Space Launch System (SLS) dirakit di Michoud Assembly Facility dan Kennedy Space Center, dilengkapi empat mesin RS-25 yang mampu menghasilkan lebih dari dua juta pon dorongan.
  • Misi ini juga menguji manuver rendezvous dan docking antara kapsul Orion dan wahana pendarat komersial, hasil kolaborasi NASA dengan Boeing serta L3Harris Technologies.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Setelah keberhasilan misi Artemis II, NASA kini bersiap untuk langkah berikutnya yang lebih ambisius melalui Artemis III. Misi ini menjadi langkah penting dalam program Artemis karena akan menguji berbagai teknologi kunci yang dibutuhkan untuk mengirim manusia kembali ke permukaan Bulan.

Berbagai persiapan teknis pun telah dilakukan, mulai dari perakitan roket raksasa hingga integrasi sistem pesawat luar angkasa. Dengan target peluncuran pada 2027, Artemis III menjadi fondasi bagi rencana jangka panjang manusia untuk kembali menetap dan menjelajahi Bulan.

Perakitan roket SLS dan sistem utama misi

Ilustrasi roket di luar angkasa (pexels.com/Edvin Richardson)
Ilustrasi roket di luar angkasa (pexels.com/Edvin Richardson)

Salah satu fokus utama persiapan Artemis III adalah perakitan roket Space Launch System (SLS) sebagai tulang punggung misi. Bagian inti roket, termasuk tangki hidrogen cair, tangki oksigen cair, serta struktur pendukung lainnya, diproduksi di Michoud Assembly Facility sebelum dikirim menggunakan kapal Pegasus ke Kennedy Space Center untuk proses integrasi akhir.

Di sana, tim teknis akan menyelesaikan pemasangan dan menyatukan seluruh komponen sebelum masuk tahap perakitan vertikal. Empat mesin utama RS-25 yang menjadi sumber tenaga roket juga dijadwalkan dikirim dari Stennis Space Center untuk dipasang pada tahap inti. Dengan kemampuan menghasilkan lebih dari 2 juta pon dorongan, SLS menjadi satu-satunya roket yang mampu membawa kapsul Orion beserta astronaut dan logistik ke Bulan dalam satu peluncuran.

Uji teknologi untuk pendaratan di Bulan

Selain persiapan roket, Artemis III juga difokuskan pada pengujian teknologi penting yang akan digunakan untuk mendaratkan manusia di Bulan. Dalam misi ini, kapsul Orion akan membawa astronaut ke orbit Bumi sebelum melakukan uji rendezvous dan docking dengan wahana komersial yang dirancang sebagai kendaraan pendarat Bulan. Proses ini menjadi krusial karena keberhasilan manuver tersebut akan menentukan kelancaran misi pendaratan yang direncanakan pada tahap berikutnya.

Persiapan ini melibatkan kolaborasi besar antara NASA, Boeing sebagai kontraktor utama tahap inti roket, serta L3Harris Technologies yang bertanggung jawab atas mesin RS-25. Sinergi ini diharapkan mampu memastikan seluruh sistem bekerja optimal dalam misi yang semakin kompleks.

Dengan berbagai persiapan matang yang terus berjalan, Artemis III menjadi langkah krusial menuju kembalinya manusia ke Bulan. Lebih dari sekadar misi eksplorasi, proyek ini juga menjadi fondasi bagi ambisi jangka panjang manusia untuk membangun kehadiran permanen di Bulan dan melangkah lebih jauh ke Mars.

Referensi

"NASA Invites Media to Rollout Event for Artemis III Moon Rocket Stage". Diakses pada April 2026. NASA.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More