Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Makanan Hewani Ini Tidak Boleh Dikonsumsi Kucing, Ancam Kesehatan

5 Makanan Hewani Ini Tidak Boleh Dikonsumsi Kucing, Ancam Kesehatan
ilustrasi kucing makan (pixabay.com/rotbart94)

Kucing dikenal picky eater atau pemilih makanan. Dia hanya akan memakan apa yang disukainya dan mengabaikan lainnya. Namun sebagai hewan karnivor, mereka tetap lahap makan makanan dari daging. Sayangnya, tidak semua makanan hewani itu baik untuk mereka, lho.

Beberapa makanan tersebut bisa mengganggu kesehatan kucing. Sebut saja keracunan, kebutaan, gangguan mata, bahkan yang lebih ekstrem adalah kematian. So, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya kamu cegah dia untuk mengonsumsi makanan dari sumber hewani berikut ini. 

1. Daging hewan merah, ikan, dan telur mentah

ilustrasi daging mentah (pexels.com/Angele J)
ilustrasi daging mentah (pexels.com/Angele J)

Potensi tertular Salmonella atau E. coli jauh lebih tinggi ketika kucingmu memakan daging dan telur mentah. Penyakit bawaan daging hewan merah mentah ini juga bisa menyebar dari kucing ke manusia, apalagi jika sistem kekebalan tubuh manusia sedang lemah. Biasanya ini ditandai dengan diare, muntah, dan lesu.

Selain itu, daging ikan mentah juga dapat menghancurkan tiamin, yakni vitamin B yang penting untuk kucing. Jika dibiarkan, masalah neurologi serius bisa dialami kucing, lo. 

2. Hewan liar

ilustrasi tikus (unsplash.com/Joshua J. Cotten)
ilustrasi tikus (unsplash.com/Joshua J. Cotten)

Kucing memang hewan predator yang senang menangkap mangsanya. Namun jika kamu tidak ingin kehilangan hewan kesayangan ini, ada baiknya untuk melarangnya keluar rumah untuk menangkap hewan buruannya.

Bukan tanpa alasan, hewan-hewan liar yang digigitnya bisa saja membawa racun. Sebagai contoh, tikus membawa parasit jahat atau menelan racun tikus yang berbahaya bagi kucingmu. Belum lagi kadal yang rentan terkena cacing hati dan kodok yang berpotensi racun mematikan. 

3. Hati

ilustrasi hidangan dari hati ayam (pixabay.com/arinaja)
ilustrasi hidangan dari hati ayam (pixabay.com/arinaja)

Sejumput hati hewan, seperti ayam dan sapi boleh dimakan kucing, tapi kalau kebanyakan bisa menyebabkan keracunan vitamin A. Jangan abaikan kondisi ini, keracunan vitamin A bisa memengaruhi tulang kucing.

Beberapa gejalanya seperti pertumbuhan tulang pada tulang belakang dan siku, tulang cacat, dan osteoporosis. Dalam beberapa kasus, kekurangan vitamin A juga menjadi penyebab kematian kucing. 

4. Keju, susu, dan produk susu lainnya

ilustrasi keju (pexels.com/Tabitha Mort)
ilustrasi keju (pexels.com/Tabitha Mort)

Kucing mungkin suka makan keju atau minum susu, tapi ini tidak langsung dianggap baik untuknya. Ini karena mayoritas kucing memiliki intoleransi laktosa atau tak bisa mencerna zat yang terkandung di produk susu. Jadi mereka tidak boleh makan keju, yoghurt, susu, atau produk olahan susu lainnya. 

Kucing dewasa mungkin bisa makan beberapa produk susu, tapi anak kucing tidak bisa mencerna laktosa setelah tidak disapih induknya. Jika zat ini tidak tercerna sempurna membuat bakteri tumbuh leluasa di usus kucing. Alhasil, mereka akan sakit diare.

Meskipun terdapat makanan dari produk susu yang ramah bagi kucing karena kandungan laktosa rendah, tapi kemungkinan sakit perut tetap ada. Jadi hindari saja! 

5. Ikan tuna

ilustrasi daging ikan tuna (pexels.com/Kindel Media)
ilustrasi daging ikan tuna (pexels.com/Kindel Media)

Kucing mana yang tidak suka makan ikan? Ya, hewan berbulu ini memang dikenal menyukai ikan baik dalam keadaan mentah atau matang.

Eits, jangan terlalu sering memberikan ikan tuna padanya. Meskipun lezat, nyatanya makanan ini dapat menyebabkan mereka kekurangan gizi jika dikonsumsi terus-menerus. Sebab, tidak semua nutrisi dibutuhkan kucing ada pada tuna, contohnya kalsium.

Selain itu, daging tuna, terlebih tuna merah bisa menyebabkan kekurangan tiamin penyebab kebutaan, kemiringan kepala, ketumpulan mental, kejang, dan gerakan mata yang tidak normal. Jika kondisi ini berlangsung lama, kematian adalah kemungkinan terburuknya.

Meski begitu, efek buruk pada setiap kucing akan berbeda, sehingga sulit untuk mengetahui kapan waktu yang tepat datang ke dokter hewan. Namun, kalau kucingmu memperlihatkan salah satu gejala keracunan atau kamu lihat mereka makan makanan yang berpotensi racun, lebih baik segera konsultasi pada dokter hewan untuk pengecekan lebih lanjut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Related Articles

See More

Kenapa Tupai Suka Saling Mengejar? Ternyata Bukan Sekadar Bermain

25 Apr 2026, 21:04 WIBScience