Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Dampak Penggunaan Private Jet Terhadap Lingkungan?

ilustrasi jet pribadi (unsplash.com/Brandon Day)
ilustrasi jet pribadi (unsplash.com/Brandon Day)
Intinya sih...
  • Private jet menghasilkan emisi karbon yang lebih tinggi
  • Emisi gas rumah kaca dari private jet berkontribusi signifikan terhadap perubahan iklim
  • Penggunaan private jet mencerminkan ketimpangan karbon dalam masyarakat
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Private jet telah menjadi simbol kemewahan dan status bagi banyak orang kaya di seluruh dunia. Namun, di balik kemewahannya, penggunaan private jet memiliki dampak lingkungan yang signifikan.

Meskipun hanya sedikit digunakan dibandingkan dengan pesawat komersial, emisi yang dihasilkan dari private jet per penumpang jauh lebih tinggi. Hal ini tentunya bisa berdampak pada keberlanjutan Bumi dan kesehatan lingkungan. 

1. Private jet berkontribusi terhadap perubahan iklim

ilustrasi jet pribadi (pexels.com/Asad Photo Maldives)
ilustrasi jet pribadi (pexels.com/Asad Photo Maldives)

Emisi gas rumah kaca dari transportasi udara, termasuk private jet, berkontribusi signifikan terhadap perubahan iklim. Private jet, meskipun ukurannya lebih kecil dari pesawat komersial, menghasilkan lebih banyak emisi karbon dioksida (CO₂) per penumpang.

Laporan tahun 2021 dari European Federation for Transport and Environment menemukan bahwa jet pribadi menghasilkan 5 hingga 14 kali lebih polusi per penumpang daripada penerbangan komersial. Laporan tersebut juga menyatakan pesawat jet 50 kali lebih berpolusi daripada kereta api.

Hal ini disebabkan oleh efisiensi bahan bakar yang lebih rendah dan lebih sedikitnya penumpang yang diangkut. Dengan semakin seringnya penggunaan private jet, kontribusi mereka terhadap pemanasan global menjadi semakin nyata.

2. Jet pribadi mengeluarkan dua ton CO2 per jam

Lebih lanjut, laporan tersebut juga menyatakan bahwa beberapa jet pribadi mengeluarkan dua ton CO2 per jam. Ini adalah angka yang sangat besar jika dibandingkan dengan rata-rata produksi tahunan per orang sebesar 8,2 ton di negara-negara maju.

Ketinggian tempat gas yang dikeluarkan juga berdampak pada lingkungan karena efek rumah kaca yang semakin kuat saat pesawat semakin tinggi di udara. 

Secara keseluruhan, perjalanan udara menyumbang 2 persen emisi CO2. Sebagai perbandingan, militer di seluruh dunia menyumbang 5,5 persen emisi CO2.

3. Ketimpangan jejak karbon

Polusi udara. (Pexels.com/Pixabay)
Polusi udara. (Pexels.com/Pixabay)

Fenomena ketimpangan karbon juga muncul sebagai akibat dari penggunaan private jet. Hanya sebagian kecil populasi dunia yang menggunakan private jet, namun mereka bertanggung jawab atas emisi karbon yang tidak proporsional.

Ini mencerminkan ketidakadilan lingkungan di mana dampak dari emisi ini dirasakan oleh seluruh populasi, terutama mereka yang paling rentan terhadap perubahan iklim.

Orang-orang yang menggunakan private jet cenderung memiliki jejak karbon yang jauh lebih besar daripada rata-rata individu lainnya. Hal ini berkontribusi pada ketimpangan yang ada dalam tanggung jawab terhadap emisi global. 

 

Dengan kontribusinya terhadap perubahan iklim, ada kebutuhan mendesak untuk mempertimbangkan penggunaan pesawat pribadi. Mengurangi penggunaan private jet dan mencari alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan merupakan langkah penting menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. 

Referensi

European Federation for Transport and Environment. Diakses pada Agustus 2024. Private jets: can the super-rich supercharge zero-emission aviation?
Airport Technology. Diakses pada Agustus 2024. How bad are private jet emissions for the environment?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mayang Ulfah Narimanda
Achmad Fatkhur Rozi
3+
Mayang Ulfah Narimanda
EditorMayang Ulfah Narimanda
Follow Us