Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Batu Hitam dari Mars Ini Dipindai, Hasilnya Mengejutkan Ilmuwan

Batu Hitam dari Mars Ini Dipindai, Hasilnya Mengejutkan Ilmuwan
ilustrasi batuan luar angkasa (unsplash.com/Raphael Wild)
Intinya Sih
  • Peneliti Denmark memindai meteorit Mars NWA 7034 alias Black Beauty dengan teknologi non-destruktif, mengungkap struktur dalamnya tanpa merusak sampel berusia 4,48 miliar tahun itu.
  • Pemindaian menemukan fragmen baru kaya hidrogen bernama H-Fe-ox yang menyimpan sekitar 11% kandungan air dari total sampel, menandakan adanya sisa air purba di batuan Mars.
  • Temuan ini memperkuat bukti bahwa air pernah tersebar luas di permukaan Mars miliaran tahun lalu dan membuka peluang riset lebih lanjut lewat teknologi pemindaian canggih masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ketika metode analisis non-destruktif generasi terbaru mulai tersedia, para ilmuwan planet memanfaatkannya untuk meneliti ulang meteorit-meteorit penting dengan cara baru. Salah satu objek yang kini kembali disorot adalah NWA 7034, atau “Black Beauty”, meteorit legendaris yang berasal dari Mars.

Dalam studi terbaru yang dipublikasikan di arXiv, peneliti Estrid Naver dari Technical University of Denmark bersama timnya menggunakan dua teknologi mutakhir untuk memindai meteorit tersebut tanpa merusaknya.

Black Beauty sendiri ia merupakan fragmen Mars yang diperkirakan terlempar akibat tumbukan besar miliaran tahun lalu, dengan usia sekitar 4,48 miliar tahun. Kombinasi asal-usulnya yang langka dan tampilannya yang unik menjadikan meteorit ini salah satu sampel paling berharga untuk mengungkap sejarah awal Planet Merah.

1. Adanya batuan kecil di lapisan dalam

Dalam studi tersebut, tim peneliti memanfaatkan teknologi pemindaian non-destruktif untuk menganalisis Black Beauty tanpa merusaknya. Meski begitu, mereka hanya menggunakan sebagian kecil sampel meteorit yang sebelumnya telah dipoles. Dari pengamatan ini, para ilmuwan menemukan keberadaan “clasts”, istilah dalam geologi untuk fragmen batuan kecil yang terperangkap di dalam batu yang lebih besar.

Sebenarnya, keberadaan clasts bukanlah hal baru pada meteorit ini. Para peneliti sudah lama mengetahui bahwa Black Beauty terbentuk dari pecahan-pecahan batuan yang menyatu akibat tumbukan besar di Mars. Namun yang mengejutkan, jenis clasts yang teridentifikasi melalui pemindaian ini ternyata berbeda dari yang pernah ditemukan sebelumnya.

2. Fragmen kaya hidrogen yang menyimpan air

ilustrasi batuan (pexels.com/Brent Keane)
ilustrasi batuan (pexels.com/Brent Keane)

Jenis clasts baru yang ditemukan ini dikenal sebagai Hydrogen-rich Iron oxyhydroxide (H-Fe-ox), yakni fragmen batuan yang kaya akan hidrogen. Meski hanya menyusun sekitar 0,4% dari volume sampel kecil yang dianalisis, peran mereka ternyata sangat signifikan. Perhitungan kimia menunjukkan bahwa fragmen kecil ini menyimpan hingga sekitar 11% dari total kandungan air dalam sampel tersebut.

Temuan ini semakin menarik karena Black Beauty sendiri memiliki kandungan air sekitar 6.000 parts-per-million (ppm), angka yang tergolong tinggi untuk material yang berasal dari Mars, planet yang saat ini dikenal sangat kering. Penemuan ini juga sejalan dengan temuan misi Perseverance rover di Kawah Jezero, yang menunjukkan adanya jejak air di masa lalu.

3. Petunjuk air purba di Mars

Menariknya, meskipun Black Beauty berasal dari wilayah Mars yang berbeda dengan lokasi sampel rover, keterkaitan temuan ini memperkuat bukti bahwa air pernah tersebar luas di permukaan Mars miliaran tahun lalu. Dengan kata lain, meteorit ini bisa dianggap sebagai “misi pengambilan sampel” alami yang membawa potongan sejarah Planet Merah langsung ke Bumi.

Para ilmuwan sebenarnya berharap bisa menerapkan teknik CT non-destruktif yang sama pada sampel dari program Mars Sample Return, karena teknologi ini mampu menembus wadah pelindung seperti titanium tanpa merusak isinya. Namun, dengan dibatalkannya program tersebut, peluang untuk menganalisis sampel Mars secara langsung menggunakan teknologi canggih ini kemungkinan harus menunggu lebih lama dari yang diharapkan.

Temuan dari Black Beauty menunjukkan bahwa bahkan fragmen kecil dari Mars masih menyimpan cerita besar tentang masa lalunya. Dengan teknologi yang terus berkembang, meteorit seperti ini bisa menjadi kunci untuk mengungkap sejarah air di Planet Merah.

Referensi

Naver, Estrid Buhl, Katrine Wulff Nikolajsen, Martin Sæbye Carøe, Domenico Battaglia, Jens Frydenvang, Martin Bizzarro, Jakob Sauer Jørgensen, et al. “Direct Detection of Hydrogen Reveals a New Macroscopic Crustal Water Reservoir on Early Mars.” arXiv (Cornell University), January 13, 2026.

"Neutron Scans Reveal Hidden Water in Famous Martian Meteorite". Diakses pada Maret 2026. Universe Today.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More