Spesies burung bangau raksasa yang selama lebih dari 150 tahun dianggap telah punah ternyata kemungkinan besar merupakan spesies yang masih hidup hingga sekarang. Penelitian terbaru menggunakan analisis DNA purba menemukan bahwa fosil burung yang sebelumnya dikenal sebagai Grus primigenia sebenarnya berasal dari bangau biasa Eropa (Grus grus). Temuan ini mengubah pemahaman ilmuwan mengenai identitas burung berukuran besar yang pernah hidup pada akhir zaman es.
Selama ini, Grus primigenia dianggap sebagai spesies tersendiri karena memiliki tulang kaki yang jauh lebih besar dibandingkan bangau modern. Perbedaan ukuran tersebut membuat ilmuwan pada abad ke-19 menyimpulkan bahwa fosil yang ditemukan di Prancis berasal dari jenis bangau raksasa yang telah punah. Namun, perkembangan teknologi analisis DNA memungkinkan para peneliti memeriksa kembali identitas burung tersebut berdasarkan informasi genetik, bukan hanya bentuk tulangnya.
Penelitian yang dipimpin oleh paleoekolog John Stewart dari Bournemouth University, Inggris, menganalisis 18 fosil tulang bangau dari sejumlah wilayah Eropa. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh sampel yang berhasil dianalisis memiliki identitas genetik yang sesuai dengan Grus grus, meskipun ukuran tulangnya berbeda. Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Royal Society Open Science ini menunjukkan bahwa burung yang sebelumnya dianggap sebagai spesies punah kemungkinan merupakan bangau modern yang mengalami perubahan ukuran tubuh sepanjang sejarahnya.