Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Studi: Ilmuwan Ubah Limbah Plastik Jadi Obat Parkinson
ilustrasi plastik LDPE (pexels.com/SHVETS production)
  • Ilmuwan University of Edinburgh berhasil mengubah limbah plastik PET menjadi Levodopa, obat utama Parkinson, lewat rekayasa bakteri Escherichia coli yang memproses asam tereftalat hasil penguraian plastik.
  • Metode ini masih tahap awal dan belum siap produksi massal, namun menunjukkan potensi besar dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta memberi nilai tambah bagi limbah plastik.
  • Penelitian lanjutan membuka peluang pemanfaatan teknik serupa untuk menghasilkan obat lain seperti Paracetamol dan mendorong terciptanya plastik ramah lingkungan yang lebih mudah didaur ulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah krisis polusi plastik global, para ilmuwan menemukan bahwa limbah plastik ternyata berpotensi menjadi obat. Dalam sebuah studi terbaru, bahan plastik jenis Polyethylene terephthalate (PET), yang umum digunakan pada botol minuman, berhasil dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk memproduksi Levodopa, obat utama untuk mengatasi gangguan gerak pada penyakit Parkinson's disease.

Penelitian yang dipimpin tim dari University of Edinburgh ini menggunakan bakteri Escherichia coli yang telah direkayasa secara khusus untuk mengubah plastik menjadi senyawa farmasi. Terobosan ini menawarkan solusi inovatif untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dalam produksi obat-obatan.

1. Rekayasa bakteri untuk mengubah plastik jadi obat

Dalam studi ini, para peneliti menunjukkan bagaimana pendekatan rekayasa biologi mampu mengubah komponen plastik menjadi senyawa farmasi bernilai tinggi. Prosesnya memang tidak sesederhana langsung mengubah botol plastik menjadi obat. Ini karena plastik Polyethylene terephthalate (PET) terlebih dahulu harus diurai menjadi komponen dasarnya, termasuk asam tereftalat (TPA) yang menjadi bahan utama dalam proses ini.

Selanjutnya, tim dari University of Edinburgh merancang jalur metabolisme baru di dalam bakteri Escherichia coli. Melalui rangkaian reaksi kimia yang dikendalikan enzim, bakteri ini mampu menyerap TPA dan mengubahnya menjadi Levodopa. Proses ini melibatkan dua jenis bakteri yang bekerja secara berurutan, membuka jalan baru dalam pemanfaatan limbah plastik menjadi obat untuk penyakit neurologis.

2. Masih tahap awal

ilustrasi laboratorium kimia (pexels.com/Ron Lach)

Meski hasilnya menjanjikan, metode ini masih berada pada tahap proof-of-concept di laboratorium dan belum siap untuk diterapkan dalam skala industri. Para peneliti menekankan bahwa masih diperlukan pengembangan lebih lanjut agar proses berbasis bakteri ini bisa diproduksi secara massal dan efisien.

Bahkan jika seluruh produksi Levodopa di dunia menggunakan metode ini, dampaknya terhadap jutaan ton limbah plastik global mungkin tidak akan signifikan secara langsung. Namun, penelitian ini menjadi bagian dari upaya yang lebih luas dalam mencari cara berkelanjutan untuk mengolah plastik. Alih-alih mencemari lingkungan atau menumpuk di tempat pembuangan akhir, limbah plastik harapannya bisa menjadi barang yang lebih bermanfaat.

3. Potensi mulai dari paracetamol hingga plastik ramah lingkungan

Penelitian ini bukan yang pertama dari tim University of Edinburgh. Sebelumnya, mereka juga berhasil merekayasa bakteri Escherichia coli untuk mengubah plastik PET menjadi Paracetamol. Hal ini menunjukkan bahwa teknik serupa memiliki potensi luas, tidak hanya untuk satu jenis obat, tetapi juga berbagai senyawa kimia bernilai tinggi lainnya.

Di sisi lain, para ilmuwan juga mulai memikirkan solusi dari hulu, yaitu dengan mengembangkan plastik yang lebih mudah terurai sejak awal. Pendekatan ini dapat membantu mengurangi dampak lingkungan sekaligus mempermudah proses daur ulang di masa depan. Ditambah lagi, kemampuan untuk memproduksi obat penting seperti Levodopa dari limbah plastik membuka peluang besar untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, menjadikan industri farmasi lebih berkelanjutan.

Meski masih dalam tahap awal, terobosan ini menunjukkan bagaimana limbah plastik bisa diubah menjadi sesuatu yang jauh lebih bernilai. Ke depan, pendekatan seperti ini berpotensi tidak hanya membantu mengurangi polusi, tetapi juga mendorong lahirnya sistem produksi obat yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Referensi

Royer, Benjamin, Yuta Era, Marcos Valenzuela-Ortega, Thomas W. Thorpe, Connor L. Trotter, Kitty Clouston, John F. C. Steele, et al. “Microbial Upcycling of Plastic Waste to Levodopa.” Nature Sustainability, March 16, 2026.

"Waste plastic turned into Parkinson’s drug". Diakses pada April 2026. The University of Edinburgh.

Editorial Team