Penelitian ini bukan yang pertama dari tim University of Edinburgh. Sebelumnya, mereka juga berhasil merekayasa bakteri Escherichia coli untuk mengubah plastik PET menjadi Paracetamol. Hal ini menunjukkan bahwa teknik serupa memiliki potensi luas, tidak hanya untuk satu jenis obat, tetapi juga berbagai senyawa kimia bernilai tinggi lainnya.
Di sisi lain, para ilmuwan juga mulai memikirkan solusi dari hulu, yaitu dengan mengembangkan plastik yang lebih mudah terurai sejak awal. Pendekatan ini dapat membantu mengurangi dampak lingkungan sekaligus mempermudah proses daur ulang di masa depan. Ditambah lagi, kemampuan untuk memproduksi obat penting seperti Levodopa dari limbah plastik membuka peluang besar untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, menjadikan industri farmasi lebih berkelanjutan.
Meski masih dalam tahap awal, terobosan ini menunjukkan bagaimana limbah plastik bisa diubah menjadi sesuatu yang jauh lebih bernilai. Ke depan, pendekatan seperti ini berpotensi tidak hanya membantu mengurangi polusi, tetapi juga mendorong lahirnya sistem produksi obat yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Referensi
Royer, Benjamin, Yuta Era, Marcos Valenzuela-Ortega, Thomas W. Thorpe, Connor L. Trotter, Kitty Clouston, John F. C. Steele, et al. “Microbial Upcycling of Plastic Waste to Levodopa.” Nature Sustainability, March 16, 2026.
"Waste plastic turned into Parkinson’s drug". Diakses pada April 2026. The University of Edinburgh.