Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bentrokan Budaya Jepang dan Eropa Hambat Yamaha di MotoGP

Bentrokan Budaya Jepang dan Eropa Hambat Yamaha di MotoGP
Yamaha Racing luncurkan motor mesin V4 untuk MotoGP 2026. (IDN Times/Fadhliansyah)
Intinya Sih
  • Max Bartolini mengungkapkan bentrokan budaya antara tim Jepang dan Eropa menjadi hambatan utama Yamaha untuk bersaing di MotoGP dalam beberapa tahun terakhir.
  • Pembalap seperti Jack Miller dan Fabio Quartararo melontarkan kritik tajam terhadap performa mesin Yamaha yang dinilai belum mampu bersaing di ajang MotoGP 2026.
  • Meski kecewa, Quartararo tetap berusaha tenang dan memanfaatkan masa jeda kompetisi untuk mengevaluasi serta mencari solusi atas masalah performa motor Yamaha.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Direktur Teknis Yamaha, Max Bartolini, akhirnya buka suara terkait sulitnya mereka bersaing di MotoGP dalam beberapa tahun terakhir. Ada bentrokan budaya yang terjadi antara Jepang dan Eropa.

"Sulit ketika beberapa departemen kami bekerja di belahan dunia yang berbeda (Jepang dan Eropa). Harus diakui, kami masih memiliki ruang untuk perbaikan di sana," kata Bertolini, dilansir Motosan.

1. Eropa ingin berkembang, tetapi Jepang jadi penentu

Bartolini mengungkapkan, basis Eropa Yamaha punya keinginan kuat untuk berkembang. Mereka melakukan ragam inovasi, tetapi keputusan akhir tetap ada di Jepang selaku negara asal Yamaha.

"Dalam beberapa aspek, orang Eropa dan Jepang sangat mirip, tetapi dalam aspek lain kami sangat berbeda. Semoga ke depan, Yamaha bisa berpikir lebih global," ujar Bartolini.

2. Yamaha tengah dikritik pembalapnya sendiri

Belakangan, Yamaha memang tengah rutin dikritik oleh para pembalapnya sendiri, karena mesin V4 belum bisa bersaing di MotoGP 2026. Jack Miller menyebut, pembalap Yamaha bak domba yang disembelih.

"Saya dan para pembalap lain coba untuk bersaing, tetapi setiap kali mencoba maju, kami bak domba yang disembelih. Sulit rasanya untuk mendorong mesin baru ini maju bersaing," kata Miller.

Sementara, Quartararo juga dibuat kesal oleh Yamaha. Dia menyebut, tim yang dibelanya itu seperti tak bisa menyelesaikan masalah, yang sejatinya mereka buat sendiri.

"Saya sudah sadar, musim ini akan sangat panjang. Namun, saya kesal karena tim ini (Yamaha) seperti tidak tahu cara menyelesaikan masalah yang kami hadapi dengan motor kami," ujar Quartararo.

3. Berharap Yamaha segera bangkit

Meski tengah didera kondisi buruk, Quartararo mencoba untuk tetap tenang. Kini, ada waktu istirahat baginya, serta para pembalap Yamaha yang lain, untuk memikirkan secara betul apa yang salah dan perbaikan yang harus dilakukan.

"Secara mental, kami harus tetap tenang. Setidaknya, kami sudah pernah membalap dengan motor baru Yamaha ini. Sekarang MotoGP 2026 sedang libur panjang, dan ini jadi momen untuk merenungi apa yang salah serta harus diperbaiki," kata Quartararo.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More