Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bilal Hasan, Antara Jalan Menuju UFC dan Harus Makan Nasi

Bilal Hasan, Antara Jalan Menuju UFC dan Harus Makan Nasi
Petarung MMA asal Indonesia yang berburu tiket ke UFC, Bilal Hasan (kanan) (Instagram @BillytheIndoNinja)
Intinya Sih
  • Bilal Hasan berpeluang menjadi petarung Indonesia kedua di UFC jika mengalahkan Mridul Saikia pada Dana White's Contender Series, Rabu pagi WIB, 12 Agustus 2026.
  • Bilal percaya diri menghadapi Saikia dan menilai lawannya tidak terlalu kuat dalam grappling maupun striking. Ia mematangkan grappling di Charlie's Combat Club, termasuk bersama Demetrious Johnson.
  • Berdarah Indonesia dari ibunya yang berasal dari Bogor, Bilal ingin mengikuti jejak Jeka Saragih, terus belajar bahasa Indonesia, serta berencana mengunjungi Indonesia setelah fokus meraih prestasi di UFC.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Indonesia berpotensi memiliki petarung kedua di Ultimate Fighting Championship. Setelah Jeka Saragih, kini giliran Bilal Hasan, petarung mixed martial arts (MMA) berdarah Indonesia, yang bisa masuk ke UFC.

Tiket ke UFC bisa didapatkan Bilal saat berhadapan dengan Mridul Saikia dalam Dana White's Contender Series pada Rabu pagi WIB (12/8/2026). Kemenangan dalam laga ini, tentunya akan menjadi sangat penting karena bisa menentukan apakah akan mendapatkan kontrak untuk berlaga di UFC atau tidak.

Maka dari itu, Bilal berharap bisa tampil maksimal, bermain dengan performa terbaiknya demi mengalahkan Saikia. Kepercayaan diri dimiliki oleh Bilal jelang duel ini. Namun, apakah dia nantinya benar-benar mampu mengalahkan Saikia?

Demi mengetahuinya, IDN Times berkesempatan mewawancarai Bilal demi mengetahui persiapannya menghadapi Saikia, kebiasaannya, hingga koneksinya dengan Indonesia. Berikut kutipannya.

1. Menghadapi Saikia, kamu yakin bisa menang? Tahu gak kekurangan dan kelebihannya?

Pertarungan ini bagus buat saya, demi mendapatkan kemenangan yang nantinya disorot di berbagai lini masa. Laga ini sudah biasa, karena saya sering bertanding seperti ini.

Dia lawan yang sempurna untuk saya. Namun, sepertinya kemampuannya biasa saja. Tidak terlalu bagus dalam grappling maupun striking.

2. Persiapan kamu sepertinya gak main-main, buktinya berlatih dengan legenda UFC, Demetrious Johnson. Seberapa penting berlatih dengannya?

Saya berlatih di sasana yang luar biasa, Charlie's Combat Club, Washington. Rekan sparring saya di sini juga luar biasa. Terkadang, saya berlatih dengan Demetrious Johnson untuk mempertajam grappling.

Anda tahu seberapa hebat DJ. Berlatih dengannya begitu berguna dan mampu membuat saya semakin tajam.

3. Dana White's Contender Series ini merupakan event penting buat karier kamu. Bagaimana arti laga nanti buat kamu?

Ya, UFC tak seperti dulu. Bertarung di UFC sekarang memang berbeda. Ada fase, momen penting, yang harus dimanfaatkan, termasuk lewat Dana White's Contender Series.

Tentu, ini sangat penting buat saya. Karier saya bisa ditentukan lewat setiap pertandingan di sini. Kontrak dipertaruhkan lewat performa saya di arena. Maka dari itu, saya harus melangkah, naik level, agar bisa mendapatkan kontrak tersebut.

Saya juga bekerja keras untuk bisa tampil di UFC. Makanya, saya harus terus berlatih, menang, dan tampil konsisten.

4. Bagaimana pandanganmu tentang Jeka? Seberapa penting buat orang Indonesia atas karier dia di UFC?

Program Warriors Workout UFC Bersama Jeka Saragih (dok. Mola)
Program Warriors Workout UFC Bersama Jeka Saragih (dok. Mola)

Jeka sudah lebih dulu menjadi petarung Indonesia yang tampil di UFC. Bagaimana pandanganmu terhadapnya?

Jeka sudah membuka jalan untuk orang Indonesia. Saya harus mengikuti jejaknya. Mungkin, saya bisa meraih prestasi lebih baik.

Setelahnya, saya juga berharap ada orang lain yang bisa melakukannya, tampil di sini. Semoga orang-orang bisa terinspirasi oleh saya. Tak sabar tampil di laga nanti, dukung saya ya!

4. Kamu punya darah Indonesia. Bagaimana kamu tetap terkoneksi dengannya? Adakah trik tertentu agar bisa terhubung?

Ibu saya orang Bogor. Meski lahir di Hawaii, saya tetap bersyukur memiliki darah Indonesia. Rasanya, posisi saya unik.

Saya terus berlatih bahasa Indonesia. Yooo, saya ingin bicara lebih sering dalam bahasa Indonesia. Saya mau mengunjungi Bogor, kota asal ibu saya, merasakan kultur lokal, berinteraksi dan menikmati suasana.

Sebelum bertarung, saya harus makan nasi! Harus nasi! Lalu, minum banyak air putih, kopi. Saya juga suka mendengarkan lagu-lagu Chrisye. Lalu, saya tahu dia orang Malaysia, bukan Indonesia, Sheila Majid. Di samping itu, saya juga sangat suka Michael Jackson.

5. Jika nantinya mendapatkan kontrak, maukah kamu ke Indonesia, menjalani eksibisi dan memberikan ilmu dalam pengembangan MMA di sini?

Jika nantinya mendapatkan kontrak, maukah kamu ke Indonesia, menjalani eksibisi dan memberikan ilmu dalam pengembangan MMA di sini?

Saat saya dapat kontrak, harus fokus. Terus bertarung dan mencatatkan prestasi. Itu dulu yang paling penting bagi saya.

Setelahnya, mungkin saya akan ke Indonesia, menjalani eksibisi. Tentu, saya mau ke Indonesia karena selalu menjadi tempat yang spesial.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More