Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Perjalanan Jose Mourinho sebelum Kembali ke Real Madrid pada 2026

Perjalanan Jose Mourinho sebelum Kembali ke Real Madrid pada 2026
Santiago Bernabeu (unsplash.com/Manuel Nöbauer)
Intinya Sih
  • Jose Mourinho kembali ditunjuk melatih Real Madrid mulai musim 2026/2027 setelah 13 tahun berkelana di berbagai klub top Eropa.
  • Selama periode tersebut, ia menangani Chelsea, Manchester United, Tottenham Hotspur, AS Roma, Fenerbahce, dan Benfica dengan sejumlah trofi serta catatan bersejarah.
  • Meskipun beberapa kali dipecat karena performa tim menurun, Mourinho tetap dikenal sebagai pelatih berpengaruh yang mampu menghadirkan prestasi penting bagi klub-klub asuhannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jose Mourinho kembali dipercaya untuk menangani Real Madrid. Setelah melewati periode pertama sebagai juru taktik Los Blancos pada 2010–2013, pria asal Portugal itu kembali diberi kepercayaan untuk menangani tim mulai 2026/2027. Selama 13 tahun karier kepelatihannya sejak angkat kaki hingga kembali ke Santiago Bernabeu, Mourinho bertualang di beberapa negara dan menangani enam klub berbeda.

1. Jose Mourinho melatih Chelsea pada 2013–2015 dan mempersembahkan dua trofi

Setelah berpisah dengan Real Madrid pada akhir musim 2012/2013, Jose Mourinho datang ke Inggris untuk kembali menangani Chelsea setelah periode pertama berlangsung pada 2004–2007. Periode kedua berlangsung hingga Desember 2015 lantaran ia dipecat akibat performa tim mengalami kemerosotan drastis yang diiringi memburuknya hubungan Mourinho dengan para pemain.

Selama periode kedua ini, Mourinho mengawal anak asuhnya memainkan 136 laga dengan hasil 80 menang, 27 imbang, dan 29 kalah. Ia berhasil mempersembahkan trofi Piala Liga dan English Premier League. The Blues menjuarai liga 2014/2015 dengan torehan 87 poin, unggul 8 poin dari Manchester City sebagai runner-up.

2. Jose Mourinho melatih MU selama 1,5 musim dengan torehan tiga trofi

Setelah sempat berstatus tanpa klub selama setengah musim sejak dipecat Chelsea, Jose Mourinho kembali ke kursi kepelatihan dengan menjadi pelatih Manchester United (MU). Ia menangani Setan Merah mulai musim panas 2016 hingga Desember 2018. Perpisahan tersebut terjadi setelah Manchester United mencatat awal musim terburuk dalam 29 tahun, yang turut disertai memburuknya suasana ruang ganti dan atmosfer negatif di dalam tim.

Bersama Mourinho, MU memainkan 144 laga dengan hasil 84 menang, 31 imbang, dan 29 kalah. Periode tersebut diwarnai dengan keberhasilan tim meraih gelar juara di tiga ajang berbeda pada 2016/2017. Setelah mengangkat trofi di Community Shield dan Piala Liga, Setan Merah menjuarai Europa League.

3. Jose Mourinho dipecat Tottenham Hotspur pada 19 April 2021

Jose Mourinho sempat tanpa klub selama hampir semusim sebelum ditunjuk sebagai manajer Tottenham Hotspur pada November 2019. Ia memulai kiprahnya dengan meraih tiga kemenangan beruntun bersama The Lilywhites. Sayangnya, tim besutan Mourinho tampil buruk menjelang akhir musim 2020/2021 dengan hanya meraih 1 kemenangan dalam 6 laga mulai pertengahan Maret 2021 hingga pertengahan April 2021.

Penurunan performa tersebut menjadi salah satu alasan utama manajemen memecat Mourinho pada 19 April 2021. Selain itu, ia juga tak mampu menumbuhkan hubungan baik di ruang ganti. Mourinho meninggalkan Spurs tanpa mempersembahkan trofi.

4. Jose Mourinho membawa AS Roma melaju ke final kompetisi Eropa dalam 2 musim beruntun

Jose Mourinho kembali ke Italia untuk menangani AS Roma pada musim panas 2021. Perjalanannya berlangsung hingga Januari 2024. Sang juru taktik harus angkat kaki dari Olimpico di Roma karena dipecat dari jabatannya akibat performa tim yang terus menurun, rentetan hasil buruk, serta meningkatnya kekecewaan terhadap masalah disiplin dan gaya bermain yang ditampilkan tim.

Mourinho berhasil mengukir sejarah dengan menjadi pelatih pertama yang mempersembahkan trofi Eropa untuk I Giallorossi. Skuad besutannya menjuarai Liga Konferensi Eropa 2021/2022 usai menang tipis 1-0 atas Feyenoord di final. Pada musim berikutnya bersama Mourinho, AS Roma melaju ke final Europa League, namun kali ini takluk dari Sevilla.

5. Jose Mourinho dipecat Fenerbahce usai gagal membawa tim tampil di Liga Champions

Jose Mourinho sempat merasakan ketatnya persaingan di Super Lig Turki sebagai manajer Fenerbahce pada 2024–2025. Pada periode ini, ia mengawal tim dalam 62 laga dengan hasil 37 menang, 14 imbang, dan 11 kalah. Sang juru taktik tak mampu mempersembahkan gelar juara.

Kebersamaan Mourinho dengan Fenerbahce menemui titik akhir pada penghujung Agustus 2025. Situasi tersebut terjadi usai ia gagal membawa tim lolos ke Liga Champions Eropa. Fenerbahce kalah agregat 0-1 dari Benfica pada fase kualifikasi. Menariknya, Mourinho justru pindah ke Benfica setelahnya.

6. Bersama Jose Mourinho, Benfica tak pernah kalah di Primeira Liga Portugal 2025/2026

Jose Mourinho untuk kedua kalinya menangani Benfica mulai September 2025. Ia diharapkan mampu mengembalikan stabilitas tim usai pemecatan Bruno Lage. Hingga akhir musim 2025/2026, Benfica memainkan 45 laga dengan hasil 27 menang, 10 imbang, dan 8 kalah. 

Mourinho memang gagal mempersembahkan trofi untuk Benfica. Namun, ia membawa anak asuhnya mencatatkan pencapaian spesial di Primeira Liga Portugal pada 2025/2026. Benfica finis di peringkat ketiga tanpa menelan kekalahan. 

Perjalanan Jose Mourinho setelah meninggalkan Real Madrid menunjukkan bahwa dirinya tetap menjadi salah satu pelatih paling berpengaruh di dunia sepak bola. Meski beberapa kali harus berpisah dengan klub karena hasil yang kurang memuaskan, ia tetap mampu menghadirkan trofi dan mencatatkan berbagai pencapaian bersejarah. Kini, kembalinya Mourinho ke Santiago Bernabeu membuka lembaran baru yang menarik untuk dinantikan oleh pendukung Real Madrid maupun pencinta sepak bola dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More