Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Evaluasi Ni Kadek Dhinda Usai Kalah dari Akane Yamaguchi di Korea Open 2026

2 min read
Evaluasi Ni Kadek Dhinda Usai Kalah dari Akane Yamaguchi di Korea Open 2026
Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi terhenti di perempat final Korea Open 2026 (dok.PP PBSI)
  • Ni Kadek Dhinda terhenti di perempat final Korea Open 2026 setelah kalah dua gim langsung dari Akane Yamaguchi.

  • Dhinda kesulitan menghadapi perubahan tempo dan pengembalian lob Akane yang dalam setelah interval gim pertama.

  • Dhinda menilai kekuatan fisik perlu ditingkatkan, meski tetap mengapresiasi pencapaian menembus delapan besar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Langkah Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi di Korea Open 2026 terhenti pada babak perempat final. Tunggal putri Indonesia itu kalah dari unggulan kedua asal Jepang, Akane Yamaguchi, melalui pertandingan dua gim langsung dengan skor 13-21, 18-21 di Jinnam Stadium, Korea Selatan, Jumat (6/11/2026).

Meski gagal melangkah ke semifinal, Dhinda memetik pengalaman berharga pada ajang BWF Super 500 tersebut. Dhinda mengevaluasi penyebab kekalahan dalam dua gim langsung tersebut. Menurut Dhinda, ketahanan fisik masih jadi pekerjaan rumah terbesarnya.

  1. 1. Kesulitan setelah Akane mengubah tempo

    WhatsApp Image 2026-11-06 at 13.58.22.jpeg
    Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi terhenti di perempat final Korea Open 2026 usai kalah dari andalan Jepang, Akane Yamaguchi (dok.PP PBSI)

    Usai pertandingan, Dhinda menilai mampu mengimbangi permainan Akane di awal gim pertama. Namun, situasi berubah usai interval, wakil Jepang itu meningkatkan tempo permainan dan mulai menjauh.

    “Di awal gim pertama, saya bisa mengimbangi dia tapi setelah poin 11 dia mempercepat tempo dan jauh meninggalkan saya. Saya kurang bisa menahan bola-bola dia jadi mudah mati sendiri. Pengembalian lobnya sangat dalam dan jauh dari jangkauan, itu membuat saya sangat kesulitan,” kata Dhinda.

  2. 2. Fisik masih jadi PR utama

    WhatsApp Image 2026-11-06 at 13.58.20.jpeg
    Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi terhenti di perempat final Korea Open 2026 (dok.PP PBSI)

    Memasuki gim kedua, Dhinda mengaku sempat menemukan momentum dengan meraih beberapa poin secara beruntun menjelang akhir pertandingan. Namun, Dhinda belum mampu mempertahankan momentum tersebut untuk membalikkan keadaan.

    Berhadapan dengan Akane, diakui Dhinda menyadari pentingnya meningkatkan kekuatan fisik. Dhinda mengakui, fisik masih menjadi PR utamanya.

    “Ke depan pasti harus lebih kuat lagi fisiknya, karena pasti kalau lawannya pemain top itu memang enggak gampang mati, bolanya juga susah-susah,” kata Dhinda.

  3. 3. Tak puas bisa capai delapan besar

    WhatsApp Image 2026-11-06 at 13.58.02.jpeg
    Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi terhenti di perempat final Korea Open 2026 (dok.PP PBSI)

    Terlepas dari kekalahan tersebut, Dhinda tetap mengapresiasi pencapaiannya di Korea Open 2026. Menembus babak delapan besar, diakui Dhinda, bukan perkara mudah. Namun, Dhinda tak berpuas diri dengan pencapaiannya.

    “Di luar hasil hari ini, saya pasti senang banget karena enggak mudah juga bisa mencapai babak delapan besar apalagi harus melewati kualifikasi dengan lawan-lawan yang tangguh. Hanya tentunya saya enggak puas juga, pasti pengen hasil yang lebih lagi,” kata Dhinda.

Related Articles

See More