Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Insiden Kejurnas Drifting Bikin Penonton Luka-luka, IMI Evaluasi Total

Insiden Kejurnas Drifting Bikin Penonton Luka-luka, IMI Evaluasi Total
Potret Kejurnas Drifting di GOR Satria, Purwokerto. (Dok. IMI).
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sebuah insiden menimpa Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drifting di GOR Satria, Purwokerto pada 26 Juli 2026. Insiden tersebut memakan puluhan korban luka-luka.

Merespons insiden fatal ini, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, turun tangan untuk memastikan penanganan para korban berjalan maksimal. IMI juga berjanji akan melakukan evaluasi total standar keamanannya.

1. Keselamatan dan pemulihan korban jadi fokus utama

Ketua Umum IMI Pusat, Moreno Soeprapto, menegaskan penanganan korban menjadi fokus utama. Pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas setempat dan penyelenggara untuk memastikan semua korban mendapat perawatan terbaik hingga pulih total.

Berdasarkan data dalam keterangan resminya, proses pemulihan korban menunjukkan grafik yang sangat positif. Dari total 90 penonton yang terdampak dan sempat dirawat, jumlah pasien rawat inap kini telah menyusut drastis, tersisa 16 orang per Rabu (29/7/2026)

Saat ini, ke-16 pasien tersebut masih menjalani perawatan intensif yang tersebar di 11 rumah sakit rujukan di wilayah Banyumas, termasuk RS Margono dan RSUD Banyumas. IMI Pusat mengapresiasi kesiapsiagaan tim medis dan aparat daerah yang bergerak cepat mengevakuasi korban dari area sirkuit.

2. Serahkan investigasi ke polisi, IMI siap kooperatif

Terkait dengan aspek teknis penyebab runtuhnya konstruksi tribune penonton, IMI Pusat menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada aparat penegak hukum. Mereka mendukung penuh langkah Polresta Banyumas untuk mengusut kasus ini agar hasilnya bisa dipertanggungjawabkan secara transparan dan akurat.

"Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemkab Banyumas, Polresta Banyumas, dan tim medis yang bergerak sangat cepat di lapangan," kata Moreno dalam keterangan resminya.

3. Evaluasi standar keamanan

Bagi IMI Pusat, insiden memilukan ini adalah sebuah "tamparan keras" yang harus segera dievaluasi. Mereka berencana untuk memperketat aturan dan meninjau ulang seluruh standar keselamatan penyelenggaraan ajang balap, khususnya drifting.

"Drifting telah tumbuh menjadi industri olahraga luar biasa di Indonesia, dan kami berkomitmen penuh memperketat standar keselamatan agar ekosistem ini tetap aman dan profesional bagi penikmat otomotif," ujar Moreno.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More