Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Juara Dunia F3 yang Kini Membalap di F1 2026, Siapa Saja?
ilustrasi balapan Formula 1 (commons.wikimedia.org/Pedrik)

Rafael Camara berhasil menjuarai FIA Formula 3 2025 dan kini melanjutkan kariernya di Formula 2 sambil bersaing memperebutkan gelar juara musim 2026. Haas telah mengumumkan pembalap asal Brasil tersebut untuk bergabung dengan tim mereka di Formula 1 pada 2027. F3 sendiri sebelumnya bernama GP3 Series sebelum berganti menjadi FIA Formula 3 pada 2019. Menariknya, ada enam pembalap di grid F1 2026 yang pernah menjuarai GP3 atau FIA F3 sebelum mencapai F1.

Siapa saja mereka?

1. Valtteri Bottas menjuarai GP3 pada 2011

Valtteri Bottas merupakan salah satu pembalap yang lebih dulu membuktikan kemampuannya di GP3 Series sebelum menembus Formula 1. Ia menjuarai GP3 2011 bersama Lotus ART setelah tampil konsisten sepanjang musim. Prestasi tersebut membantu Bottas membangun reputasi sebagai pembalap muda yang layak mendapat kesempatan di level lebih tinggi. Ia kemudian menjalani debut F1 bersama Williams pada 2013 dan bergabung dengan Mercedes pada 2017. Pada musim 2026, Bottas kembali menjadi pembalap utama bersama Cadillac yang menjalani debutnya sebagai tim F1.

2. Esteban Ocon memenangkan gelar juara GP3 2015

Esteban Ocon menjuarai GP3 Series 2015 bersama ART Grand Prix pada musim debutnya di kompetisi tersebut. Konsistensinya menjadi salah satu kunci keberhasilan, termasuk catatan sembilan kali finis di posisi kedua secara beruntun. Sebelum itu, Ocon juga telah menjuarai FIA Formula 3 Eropa pada 2014, sehingga ia punya modal kuat saat mengejar kursi F1. Ia menjalani debut F1 bersama Manor pada 2016 dan kemudian membela beberapa tim, termasuk Force India, Renault, serta Alpine. Pada 2026, pembalap asal Prancis tersebut membela Haas dan dijadwalkan meninggalkan tim itu setelah musim berakhir.

3. Charles Leclerc berhasil meraih peringkat pertama di GP3 2016

Charles Leclerc menunjukkan potensinya sejak menjuarai GP3 Series 2016 bersama ART Grand Prix. Ia melanjutkan pencapaian tersebut dengan merebut gelar Formula 2 pada 2017, sehingga berhasil menjuarai dua jenjang balap junior secara berurutan. Leclerc kemudian menjalani debut F1 bersama Sauber pada 2018 dan langsung menarik perhatian berkat penampilannya. Ferrari pun mempromosikannya sebagai pembalap utama pada 2019, hanya setahun setelah debutnya di F1. Hingga musim 2026, pembalap asal Monako itu masih membela Ferrari dan menjadi salah satu nama penting dalam persaingan di grid.

4. George Russell menjadi Juara GP3 pada 2017 berkat empat kemenangan

George Russell merebut gelar GP3 Series 2017 bersama ART Grand Prix setelah mengumpulkan empat kemenangan dalam perjalanannya menuju gelar juara. Ia kemudian melanjutkan dominasinya di kategori junior dengan menjuarai Formula 2 pada 2018 bersama ART Grand Prix. Russell memulai karier F1 bersama Williams pada 2019 dan menghabiskan tiga musim bersama tim tersebut sebelum mendapat tawaran dari Mercedes pada 2022. Bersama Mercedes, ia meraih kemenangan Grand Prix pertamanya di Brasil pada 2022. Pada 2026, Russell tetap menjadi andalan Mercedes dan berusaha membawa timnya bersaing di barisan depan.

5. Oscar Piastri meraih gelar juara saat sudah bernama F3

Oscar Piastri menjuarai FIA Formula 3 pada 2020 bersama PREMA Racing setelah mengumpulkan enam podium, termasuk dua kemenangan. Prestasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian keberhasilan Piastri di kategori junior, karena ia juga menjuarai Formula 2 pada 2021. Setelah itu, pembalap asal Australia tersebut bergabung dengan McLaren dan menjalani debut F1 pada 2023. Piastri berkembang menjadi salah satu pembalap yang mampu bersaing memperebutkan kemenangan dan gelar di ajang tersebut. Pada musim 2026, ia masih membela McLaren dan kembali berhadapan dengan persaingan ketat di papan atas.

6. Gabriel Bortoleto menjadi juara F3 pada musim 2023

Gabriel Bortoleto meraih gelar FIA Formula 3 2023 bersama Trident setelah memulai musim dengan dua kemenangan Feature Race secara beruntun di Bahrain dan Australia. Konsistensinya membuat ia mampu mempertahankan posisi teratas klasemen hingga memastikan gelar sebelum musim berakhir. Bortoleto kemudian menjuarai Formula 2 pada 2024, menjadikannya salah satu pembalap yang berhasil merebut gelar F3 dan F2 secara berurutan. Ia mendapat kesempatan naik ke Formula 1 pada 2025 bersama Sauber, yang kemudian bertransformasi menjadi Audi pada 2026.

Keenam pembalap tersebut membuktikan bahwa gelar GP3 atau FIA F3 bisa menjadi bekal penting untuk menembus Formula 1. Kini, Rafael Câmara berpeluang mengikuti jejak mereka setelah menjuarai F3 2025 dan melanjutkan perjuangannya di F2 sebelum bergabung dengan Haas pada 2027.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article