Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Kemenangan Pertama Barcelona Melawan Juara Bertahan UCL

4 min read
3 Kemenangan Pertama Barcelona Melawan Juara Bertahan UCL
ilustrasi logo Barcelona (unsplash.com/fikrirasyid)
  • Barcelona mencatat tiga kemenangan atas juara bertahan Liga Champions, meski sebelumnya kalah dari PSG pada 2025/2026 dan 2026/2027 serta Real Madrid pada semifinal 1959/1960.
  • Pada 1960/1961, Barcelona menyingkirkan Real Madrid 4-3 secara agregat setelah menang 2-1 di Camp Nou, lalu mengakhiri musim dengan gelar Liga Champions.
  • Barcelona menang 1-0 atas Juventus pada perempat final 1985/1986 dan mengalahkan Manchester United 2-0 pada final 2008/2009, yang menghasilkan trofi Liga Champions.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Barcelona kalah 2-4 dari Paris Saint-Germain (PSG) pada matchday ketiga fase liga Liga Champions Eropa (UCL) 2026/2027. Ini menjadi kekalahan keempat mereka dari juara bertahan UCL setelah menyerah 1-2 dari PSG pada matchday kedua fase liga 2025/2026 dan 1-3 serta 1-3 dari Real Madrid dalam 2 leg semifinal 1959/1960. Namun, tidak semua pertandingan Barca melawan tim dengan status tersebut berakhir negatif. Berdasarkan data Transfermarkt per 21 OKOtober 2026 pukul 15:00 WIB, ada tiga kemenangan yang berhasil mereka raih.

  1. 1. Barcelona menang 2-1 atas Real Madrid pada leg kedua UCL 1960/1961

    Barcelona kalah dalam dua pertemuan dengan Real Madrid pada semifinal Liga Champions 1959/1960. Real Madrid kemudian keluar sebagai juara usai membantai Eintracht Frankfurt 7-3 pada final. Barca lantas berjumpa lagi dengan Real Madrid pada 16 besar UCL musim berikutnya. Mereka bermain sebagai tamu terlebih dahulu di Santiago Bernabeu pada leg pertama (9/11/1960). Barca pulang dengan hasil imbang 2-2. Mereka tertinggal dua kali oleh gol Enrique Mateos (3’) serta Paco Gento (33’) dan menyamakan kedudukan melalui brace Luis Suarez (27’, 87’).

    Barca kemudian merebut tiket perempat final usai menaklukkan Real Madrid 2-1 pada leg kedua di Camp Nou (25/11/1960). Mereka mencetak gol lewat Marti Verges pada menit 33 dan Evaristo de Macedo pada menit 82. Sementara, Real Madrid memperkecil kekalahan melalui Canario pada menit 87. Barca lantas berhasil mengakhiri musim sebagai juara. Mereka menyingkirkan Hradec Kralove dengan agregat 5-1 pada perempat final, Hamburg dengan agregat 3-2 pada semifinal, dan menang 3-2 atas Benfica pada final. Ini menjadi trofi UCL pertama dalam sejarah klub.

  2. 2. Barcelona mengalahkan Juventus 1-0 pada leg pertama perempat final UCL 1985/1986

    Setelah 1960/1961, Barcelona baru kembali bertarung dengan juara bertahan Liga Champions pada 1985/1986. Mereka berhadapan dengan Juventus pada perempat final. Juventus meraih trofi UCL pertamanya pada musim sebelumnya dengan menaklukkan Liverpool 1-0 pada final. Barca sendiri lolos ke perempat final UCL 1985/1986 usai menyingkirkan Sparta Praha (2-2) dan FC Porto (3-3) berkat gol tandang. Sementara, Juventus menang telak atas Jeunesse Esch dengan agregat 9-1 dan Hellas Verona dengan agregat 2-0.

    Barca lantas menjamu Juvents di Camp Nou pada leg pertama (5/3/1986). Mereka berhasil menang berkat gol tunggal Julio Alberto pada menit 81. Barca kemudian mampu menahan Juventus 1-1 di Stadio Delle Alpi pada leg kedua (19/3/1986). Mereka unggul dulu lewat gol Steve Archibald (30’) dan Juventus menyamakan kedudukan melalui gol Michel Platini (44’). Barca pun berhak atas tiket semifinal. Mereka sukses melaju ke partai puncak usai menang adu penalti atas IFK Goteborg. Sayangnya, Barca kalah adu penalti dari Steaua Bucharest pada final via adu penalti.

  3. 3. Barcelona membungkam Manchester United 2-0 pada final UCL 2008/2009

    Kemenangan ketiga Barcelona atas juara bertahan Liga Champions terjadi pada final edisi 2008/2009. Barca menggagalkan Manchester United meraih back-to-back champions usai menang dengan skor 2-0 pada partai puncak yang berlangsung di Olimpico di Roma, Italia, pada 27 Mei 2009. Gol pertama Barca dicetak Samuel Eto’o pada menit 10. Striker asal Kamerun tersebut melepaskan tendangan keras menggunakan bagian dalam kaki kanannya di kotak penalti. Lionel Messi lantas mengunci gelar juara setelah menanduk crossing dari Xavi Hernandez pada menit 70.

    MU memang berstatus sebagai juara bertahan di UCL 2008/2009 usai menang adu penalti atas Chelsea pada final musim sebelumnya. Saat itu, Barca menjadi tim yang mereka singkirkan pada semifinal. MU menahan Barca 0-0 di Camp Nou pada leg pertama (23/4/2008) dan menang di Old Trafford pada leg kedua (29/4/2008) berkat gol tunggal Paul Scholes. Selain mencegah MU meraih trofi UCL secara beruntun, kemenangan Barca pada 2009/2010 juga menggagalkan final ulangan. Sebab, mereka memang berhasil mengalahkan Chelsea pada semifinal via gol tandang.

    Dua dari tiga kemenangan Barcelona melawan juara bertahan Liga Champions di atas membuahkan trofi. Sementara, satu lainnya berujung tiket final. Ini menunjukkan, keberhasilan menaklukkan juara bertahan memang memperbesar kemungkinan untuk meraih hasil positif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More