Kejuaraan Asia Woodball 2025, Indonesia Sukses di Segala Aspek

Jakarta, IDN Times - Kejuaraan Asia Woodball dan Indonesia Open 2025 di JSI Resort, Bogor, banjir pujian dari berbagai delegasi internasional. Dengan begitu, Indonesia dianggap sukses sebagai juara umum secara prestasi dan penyelenggaraan.
Ketua Panitia Penyelenggara, Fendi Jonathan, mengungkapkan apresiasi yang datang dari peserta mancanegara jadi bukti Indonesia mampu menghadirkan standar tinggi dalam event internasional.
"Kami sangat bersyukur banyak delegasi asing yang memberikan pujian, bukan hanya soal penyelenggaraan yang mereka nilai luar biasa, tetapi juga keramahan tuan rumah serta penampilan gemilang atlet-atlet Indonesia," ujar Fendi dalam keterangannya.
1. Apresiasi dari Federasi Woodball Internasional

Presiden Federasi Woodball Internasional (IWbF), Sean Chi Hsiang Weng, turut memberikan apresiasi atas keberhasilan Indonesia menyelenggarakan kejuaraan dengan meriah dan profesional.
"Indonesia telah menunjukkan kapasitas sebagai tuan rumah. Penyelenggaraan meriah, lapangan menantang, serta atmosfer hangat, membuat Kejuaraan Asia 2025 di Bogor menjadi salah satu yang terbaik," ujar Sean.
2. Indonesia tampil impresif juga

Prestasi Indonesia kian lengkap dengan keberhasilan meraih juara umum di Kejuaraan Asia Woodball 2025 dengan torehan 12 emas, 10 perak, dan tujuh perunggu.
Sementara itu, di Indonesia Open 2025, atlet-atlet Merah Putih juga mendominasi dengan memborong medali emas di seluruh nomor yang diikuti. Di beberapa kategori, Indonesia sukses menyapu bersih emas, perak, dan perunggu.
3. Berkembangnya kekuatan Woodball Indonesia

Ketua Umum Perkumpulan Woodball Indonesia (IWbA), Aang Sunadji, menyebut keberhasilan ini bukan hanya prestasi, tetapi juga cermin berkembangnya kekuatan Woodball Indonesia dan bisa bersaing di pentas internasional.
“Indonesia berhasil menjadi juara umum di Asian Cup maupun Indonesia Open. Menariknya, atlet-atlet dari provinsi juga mampu unjuk gigi. Ini menunjukkan pemerataan kualitas dan semakin ketatnya persaingan di dalam negeri," kata Aang.