Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Real Madrid Makin Jauh dari Barcelona, Peluang Juara Sirna?

Real Madrid Makin Jauh dari Barcelona, Peluang Juara Sirna?
Winger Real Madrid, Vinicius Junior, dalam duel melawan Getafe (AFP / Javier Sorriano)
Intinya Sih
  • Real Madrid kalah 0-1 dari Getafe lewat gol Martin Satriano, membuat Los Blancos gagal memanfaatkan dominasi permainan di jornada 26 LaLiga.
  • Kekalahan ini membuat Madrid tertinggal empat poin dari Barcelona, namun pelatih Alvaro Arbeloa menegaskan peluang juara masih terbuka dengan 12 laga tersisa.
  • Arbeloa menyoroti kinerja wasit yang dianggap mengganggu tempo permainan dan kesulitan timnya membongkar pertahanan rapat Getafe.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Nasib sial dialami Real Madrid saat menjamu Getafe dalam jornada 26 LaLiga, Selasa dini hari WIB (3/3/2026). Dalam duel itu, Madrid kalah dengan skor 0-1.

Los Blancos memang dominan dalam duel ini. Namun, mereka dikejutkan oleh gol spektakuler pemain Getafe, Martin Satriano, di menit 39. Tembakan first time Satriano dari luar kotak penalti, gagal dibendung oleh Thibaut Courtois dan sialnya Madrid gak bisa mengejar ketertinggalan.

1. Jarak dengan Barcelona makin jauh

Dengan kekalahan itu, Madrid makin tertinggal dari Barcelona dalam persaingan gelar LaLiga. Kini, mereka berjarak empat poin dari Barcelona di papan atas.

Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, merasa peluang tim asuhannya juara masih belum sirna. Dengan sisa 12 laga, menurut Arbeloa, banyak hal yang bisa terjadi.

"Belum, sekarang kami tak memiliki target selain memenangkan 36 poin yang tersisa. Tak ada satu pun di Real Madrid dan semua orang, yang menyerah. Jarak yang tercipta masih bisa dikejar," ujar Arbeloa dilansir Marca.

2. Fokusnya menang di 12 laga sisa

Arbeloa memastikan Madrid akan berusaha keras memenangkan 12 laga tersisa demi bisa mengejar Barcelona. Dia yakin skuadnya cukup mapan dan berpengalaman dalam menghadapi situasi pelik macam ini.

"Kini, fokusnya adalah terus menang. Memang, situasinya sekarang gak bagus dan pelik, membuat harapan jadi sirna. Tapi, tak ada yang menyerah untuk juara di kompetisi. Kami harus bekerja keras, tak ada komplain atas upaya tim. Kami bisa lebih baik? Tentu saja!" kata Arbeloa.

3. Wasit ganggu tempo main Madrid?

Hal yang paling disesalkan oleh eks bek Liverpool itu dalam kekalahan dari Getafe adalah wasit tak bekerja dengan maksimal. Seringnya peluit yang berbunyi, padahal ada situasi menguntungkan, telah mengganggu tempo permainan Madrid. Bagi Arbeloa, wasit mengizinkan pertandingan berjalan dengan cara yang tak semestinya buat Madrid.

Apalagi, Getafe bermain dengan skema low-block yang sangat dalam. Parahnya, Madrid gak bisa membongkar pertahanan Getafe yang begitu rapat.

"Kami melawan tim yang punya pertahanan begitu rapat. Dengan begitu, kami harus lebih agresif dalam situasi yang determinan ini. Umumnya, kami mengandalkan Vinicius sebagai opsi termudah. Tapi, kami mau menciptakan variasi lebih banyak. Apalagi, sering ada interupsi. Wasit mengizinkan laga berjalan tak semestinya. Tapi, kami gak kritik Getafe karena strateginya diperbolehkan," ujar Arbeloa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More