Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Legenda Prihatin Sejarah Buruk Indonesia di Thomas Cup: Harusnya Menang 4-1

Legenda Prihatin Sejarah Buruk Indonesia di Thomas Cup: Harusnya Menang 4-1
Taufik Hidayat membentuk tim dengan Candra Wijaya. (Dok. OPPO)
Intinya Sih

  • Candra Wijaya prihatin atas kegagalan tim Thomas Indonesia yang kalah 1-4 dari Prancis dan gagal lolos ke perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah.
  • Ia menilai seharusnya Indonesia bisa menang 4-1 karena kualitas pemain lebih unggul, terutama jika sektor tunggal putra tampil maksimal.
  • Candra yakin persiapan tim sudah matang dan menilai target final dari Ketua Umum PBSI Fadil Imran masih realistis untuk dicapai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Legenda bulu tangkis Indonesia, Candra Wijaya, mengaku prihatin dengan kegagalan tim Indonesia di Thomas Cup 2026. Candra gak habis pikir, tim Thomas Indonesia terjungkal di partai pamungkas melawan Prancis, Rabu dini hari WIB (29/4/2026), hingga akhirnya gagal lolos ke perempat final.

Kekalahan 1-4 dari Prancis, membuat Indonesia gagal lolos untuk pertama kalinya sepanjang sejarah partisipasi di Thomas Cup. Catatan ini, merupakan yang terburuk buat Pasukan Garuda dalam kiprahnya di Thomas Cup.

"Kalau ditanya tanggapannya, ya sekali lagi saya juga ikut prihatin lah ya. Apalagi, saya pernah turut menjadi pemain yang turun di Thomas Cup," kata Candra, saat dihubungi IDN Times, Rabu (29/4/2026).

1. Harusnya Indonesia bisa menang 4-1

Jonatan Christie kalah melawan wakil Thailand, Kunlavut Vitidsarn dalam laga perdana fase Grup D Thomas Cup 2026.
Jonatan Christie kalah melawan wakil Thailand, Kunlavut Vitidsarn dalam laga perdana fase Grup D Thomas Cup 2026. (Dok. PP PBSI)

Menurut Candra, tim beregu putra Indonesia seharusnya yang menang 4-1 atas Prancis dalam laga hidup-mati dini hari tadi. Perhitungan itu muncul karena Candra menilai kualitas tim Indonesia jauh lebih baik ketimbang Prancis.

"Kalau pengamatan, menurut saya sih, karena juga mohon maaf nggak bisa ngikutin, menonton secara langsung, tapi kalau ditanya kemarin sebetulnya kalau performa anak-anak kita bagus luar biasa. Itu, sebetulnya saya bilang Indonesia harusnya bisa menang 4-1 malah," ujar Candra.

2. Sempat optimis dengan kekuatan tunggal putra

Alwi Farhan turun di partai ketiga melawan Thailand dalam laga fase Grup D Thomas Cup 2026
Alwi Farhan turun di partai ketiga melawan Thailand dalam laga fase Grup D Thomas Cup 2026 (dok.PP PBSI)

Skuad tunggal putra Indonesia menjadi sorotan usai kekalahan yang didapatkan tim Indonesia. Candra mengakui sempat sangat optimistis dengan kekuatan tunggal putra Indonesia sebelum laga melawan Prancis dimulai. Tapi, pada akhirnya tunggal putra yang menurunkan Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Anthony Sinisuka Ginting, malah terkapar dalam duel kontra Prancis.

"Malah, ya tentunya saya menaruh kepercayaan dan yakin dengan kemampuan Jojo, Ginting, apalagi Alwi yang sedang naik daun, gitu ya. Maksudnya, kalau secara pengalaman, prestasi, mereka (Prancis) kan masih di bawah tunggal kita semua sebetulnya. Hanya yang saya lihat, mungkin performa atau penampilan, prestasi terakhir, ya, tunggal Prancis itu lebih unggul, kan? Atau lebih lagi perform sekarang," kata Candra. 

Menurut Candra, jika tim tunggal putra bisa tampil maksimal, maka kemenangan mutlak bisa diraih tim Indonesia atas Prancis.

"Seperti saya bilang tadi, sebetulnya malah optimis saja untuk tunggal putra kita bisa bagus, ambil poin lebih dulu, malah bisa menang 4-1," kata Candra.

3. Yakin persiapan sudah maksimal

Candra meyakini siapapun pemain yang akhirnya diputuskan untuk berlaga mewakili Indonesia dalam pertandingan melawan Prancis sudah dipersiapkan dengan baik.

"Tapi biasanya sih ya, yang diturunkan itu sudah dikoordinasikan atau dipersiapkan dengan baik bersama seluruh tim sih. Seperti yang dikatakan juga oleh pengurus, kan? Jadi, karena kondisinya kita nggak tahu sebetulnya yang lebih pantas itu ya minta tanggapan dari pelatih atau pengurus itu sendiri gitu," kata Candra.

Bahkan, Candra menilai target menembus final yang disampaikan Ketua Umum PP PBSI , Fadil Imran, untuk skuad Thomas masih terbilang realistis.

"Secara keseluruhan, kalau Bapak Fadil Imran pun menargetkan final, itu juga realistis sih menurut saya, masih bisa terkejar atau diraih gitu loh," kata Candra.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Related Articles

See More