Marc Marquez Ingin Kalahkan Rekan Setim Barunya Musim Depan

Repsol Honda kini masih belum mengumumkan siapa yang bakal jadi tandem Marc Marquez musim depan. Sebelumnya, Pol Espargaro telah resmi akan memperkuat GASGAS Factory Racing Team untuk musim 2023 dan diumumkan pada pekan balap GP Austria lalu.
Dalam sebuah wawancara, Marc Marquez memberikan pandangan terkait siapa yang bakal jadi rekan setimnya di Repsol Honda menyusul kepergian Pol Espargaro. Baginya, siapa pun pembalap yang akan bersamanya di Repsol Honda, pembalap bernomor motor 93 itu akan tetap berusaha mengeluarkan performa terbaik.
1. Pol Espargaro sudah lama diisukan bakal kembali ke KTM

Pol Espargaro memang sudah lama diisukan akan kembali ke KTM sejak beberapa waktu terakhir. Simpang siur itu akhirnya terjawab pada pekan balap GP Austria bersamaan dengan diumumkannya GASGAS masuk kelas utama MotoGP bekerja sama dengan Tech3.
Selaras dengan itu, posisi lowong di Repsol Honda kini masih jadi perbincangan. Salah satu nama terkuat yang digadang-gadang akan menemani Marc Marquez adalah Joan Mir yang saat ini masih memperkuat Suzuki.
2. Joan Mir dirumorkan semakin dekat menuju ke Repsol Honda gantikan Pol Espargaro

Joan Mir sejauh ini belum meneken kontrak dengan tim manapun untuk musim depan. Akan tetapi, juara dunia MotoGP musim 2020 itu santer dikabarkan bakal segera merapat ke Repsol Honda dalam waktu dekat.
Rekan setim Mir di Suzuki, yakni Alex Rins, telah lebih dulu bergabung menjadi bagian dari Honda. Rins mengisi kursi kosong yang ditinggalkan Alex Marquez di LCR Honda. Alex Marquez memilih pergi ke Gresini Racing dengan kontrak berdurasi semusim dengan opsi perpanjangan.
3. Marc Marquez tak terlalu ambil pusing terhadap siapa yang bakal jadi rekan setimnya nanti

Kursi kosong yang masih tersisa di Repsol Honda terus menjadi perbincangan hangat. Marc Marquez yang disodori pertanyaan seputar tandemnya musim depan pun angkat bicara.
Pembalap berjuluk The Baby Alien itu menegaskan tak terlalu memusingkan siapa sosok yang akan jadi rekan setimnya. Fokusnya adalah berusaha mengalahkan rekan setimnya serta tampil dalam performa terbaik.
“Tujuanku, ketika rekan setimku tiba, adalah mengalahkannya. Aku tak peduli apakah dia adalah seorang debutan atau seorang juara dunia seperti Joan Mir. Aku ingin menjadi satu sisi dari garasi atau yang lainnya, kedua motor untuk menang, seperti pada tahun 2013 ketika aku datang,” kata Marc Marquez dilansir Motorcycle Sports.
4. Marc Marquez sebut berganti pembalap bukan cara atasi masalah yang dialami Honda

Lebih lanjut, Marc Marquez juga memberikan masukan kepada Honda terkait situasi pabrikan asal Jepang itu yang belum kunjung kembali ke penampilan terbaik. Pemilik delapan gelar juara pada semua kelas di MotoGP itu menyebut bahwa berganti pembalap bukanlah satu-satunya cara menyelesaikan masalah yang ada saat ini.
“Hal bagusnya tak ada yang menutup mata. Semuanya bersikap realistis dan melihat permasalahan yang ada. Aku telah memberitahu mereka untuk tidak percaya bahwa berganti pembalap akan menyelesaikan persoalan,” tegas Marc Marquez dikutip Motorsport.com.
5. Marc Marquez sebenarnya ingin kembali balapan sebelum musim 2022 berakhir

Marc Marquez juga ditanya perihal kapan dirinya akan kembali balapan selepas menjalani proses pemulihan cedera lengan kanannya. Ia sejatinya ingin menggeber RC213V dalam kejuaraan sebelum musim 2022 berakhir.
Akan tetapi, Marc Marquez tak ingin mengulangi kesalahan yang sama seperti sebelumnya dengan memaksakan diri membalap dalam kondisi belum sepenuhnya bugar. Oleh karena itu, ia akan meminta saran dari dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan comeback.
“Jika Anda tidak bisa berkompetisi pada tahun ini karena dokter bilang tidak, maka Anda tidak bisa berkompetisi sebelum musim ini tuntas,” jelas Marc Marquez singkat.
Perbincangan seputar bursa pembalap MotoGP musim 2023 akan terus bergulir terutama yang melibatkan kubu Repsol Honda. Menarik untuk menanti apakah isu Joan Mir bergabung ke tim tersebut akan benar-benar terjadi atau tidak.


















