Marquez: Saya Mengendarai Motor dengan Satu Setengah Lengan di MotoGP
- Marc Marquez mengungkapkan dirinya mengendarai motor dengan kondisi cedera bahu dan kaki, bahkan hanya bisa menggunakan satu setengah lengan saat balapan di Le Mans.
- Marquez menjelaskan adanya sekrup patah yang menekan saraf lengannya sejak kecelakaan di MotoGP Indonesia 2025, menyebabkan hilangnya kekuatan pada tiga jari dan sebagian lengan.
- Andrea Dovizioso menilai kondisi fisik Marquez membuatnya perlu mempertimbangkan pensiun jika tidak mampu kembali kompetitif di ajang MotoGP musim ini.
Jakarta, IDN Times - Pembalap Ducati, Marc Marquez, menunjukkan sisi emosionalnya. Hal itu tampak dalam episode YouTube Inside Ducati Lenovo Team, tak lama setelah tuntasnya balapan di Le Mans, Prancis, pekan lalu.
Dalam video tersebut, terlihat Marquez dikerubungi oleh semua staf dan beberapa petinggi tim Ducati, termasuk Gigi Dall'Igna. Di hadapan mereka semua, Marquez memperlihatkan sisi rapuhnya.
1. Mengendarai motor dengan satu setengah lengan
Di Le Mans, Marquez harus absen dari sesi balapan karena mengalami kecelakaan saat sesi sprint race. Kecelakaan itu membuat kaki dan bahu kanannya mengalami cedera.
"Tidak mungkin mengendarai motor secara sporadis. Saya mengendarai motor dengan satu setengah lengan. Sekarang kita harus memutuskan apakah akan melakukan semuanya atau seperti apa," ujar Marquez, dilansir GPOne.
2. Sekrup yang menganggu saraf Marquez
Marquez mengungkapkan, ada sekrup yang mengganggu sarafnya secara sporadis. Sekrup itu patah setelah dia mengalami kecelakaan di MotoGP Indonesia pada 2025 lalu, dan kini menekan saraf di lengannya.
"Saya melakukan pemeriksaan setelah Jerez karena merasa ada yang tidak beres, dan memang, setelah kecelakaan, sekrup itu menyentuh saraf saat saya dalam posisi mengendarai motor dan menghilangkan kekuatan di tiga jari serta seluruh lengan saya,” ujar Marquez.
3. Sudah harus pikirkan pensiun?
Eks pembalap MotoGP, Andrea Dovizioso, menyebut dengan segala kondisi yang berkembang, Marquez sudah seharusnya memikirkan pensiun. Kecelakaan di Prancis adalah tandanya, kecuali jika memang dia bisa bangkit.
"Andai kembali lebih kompetitif, dia bisa mencoba memenangi gelar MotoGP musim ini. Jika situasinya tidak membaik, saya pikir dia akan mencapai titik harus pensiun," ujar Dovizioso.


















