Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengapa Esteban Ocon Didepak Haas pada Pertengahan Musim F1 2026?

6 min read
Mengapa Esteban Ocon Didepak Haas pada Pertengahan Musim F1 2026?
potret mobil F1 Haas saat mengaspal di sirkut Hungaroring, Hungaria (pexels.com/exactissime)
  • Haas mencoret Esteban Ocon untuk empat GP terakhir 2026 setelah mencopotnya di GP Mexico City; Rafael Camara dipercepat debutnya dan akan tampil di GP Brasil.
  • Haas sebelumnya sudah memutuskan tidak memperpanjang Ocon pada 2027 karena performanya kalah dari Oliver Bearman, pertimbangan biaya-komersial, serta hubungan internal yang memburuk.
  • Peluang Ocon mendapat kursi F1 2027 menyempit karena banyak tim telah mengunci pembalap; opsi realistisnya adalah menjadi pembalap cadangan melalui program Mercedes.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Haas resmi mencoret Esteban Ocon dari susunan pembalap pada Selasa (3/11/2026) saat Formula 1 2026 menyisakan empat Grand Prix. Keputusan itu menyusul insiden di GP Mexico City setelah tim mencopot Ocon dari posisinya sehari setelah tampil pada sesi latihan bebas kedua. Rafael Camara, pembalap Formula 2 yang menggantikannya mulai 2027, pun debut lebih cepat pada GP Brasil pekan ini.

Pemecatan ini bukan kejutan, mengingat Haas dan Ocon sudah mengumumkan perpisahan sejak akhir September 2026. Namun, cara keluarnya yang mendadak memicu spekulasi, terutama setelah media Prancis melaporkan pertemuan sang pembalap dengan bos tim, Ayao Komatsu, yang berakhir tegang.

  1. 1. Haas tidak melanjutkan kontrak Esteban Ocon untuk musim balap 2027

    Bayang-bayang Formula 1 2025 masih menempel dalam pikiran Esteban Ocon pada 2026, sebab finis di bawah rekan setimnya yang masih berstatus rookie, Oliver Bearman. Ayao Komatsu bahkan mengakui performa Ocon pada tahun pertamanya belum memenuhi ekspektasi, meski tim turut menanggung sebagian kesalahan.

    Awal 2026, performanya tak membaik. Malah Bearman tampil lebih solid dengan finis P7 di Australia dan P5 di China. Di sisi lain, Ocon masih mencari ritme.

    Saat Ocon akhirnya menemukan performa terbaiknya, Haas sudah telanjur melorot ke papan tengah dan kehilangan peluang poin yang sempat terbuka pada awal musim. Masalah itu diperparah dengan ketidakkonsistenan komponen mobil di kedua sisi garasi, yang membuat mobil sulit menemukan keseimbangan di berbagai karakteristik sirkuit. Kombinasi kesalahan individu di China dan nasib buruk terkait waktu munculnya safety car membuat raihan poin Ocon jauh dari kata maksimal.

    Meski begitu, perolehan poin menunjukkan tren berbeda pada paruh kedua 2026. Bearman mengoleksi 17 dari 20 poinnya di 2 balapan pembuka, tetapi Ocon unggul 7 berbanding 3 setelahnya. Puncaknya terjadi di Sirkuit Baku, Azerbajian, tempat Ocon start dari posisi ke-13 dan finis P8 melewati Bearman, sekaligus mencatatkan poin pertamanya sejak GP Monako pada Juni 2026. Hasil itu membuktikan Ocon masih memiliki mentalitas pemenang, bukan sekadar pembalap papan tengah.

    Namun, kebangkitan itu berbarengan dengan catatan minus yang memperkuat keraguan Haas terhadapnya. Pada kualifikasi Baku, Ocon gagal mengakui kesalahannya sendiri saat tersingkir pada sesi kualifikasi kedua (Q2), lalu bereaksi buruk saat terganggu bendera kuning saat Bearman, yang usianya lebih muda dan baru seumur jagung di F1, mampu menyikapinya lebih dewasa. Ia bahkan menukar urutan prioritas mobil timnya tanpa memberi tahu kru paddock, yang dibaca tim sebagai sinyal mengutamakan kepentingan sendiri.

  2. 2. Tiga faktor berkelindan di balik pilihan Haas memutus kontrak Esteban Ocon

    Haas sudah mengambil keputusan melepas Esteban Ocon jauh sebelum insiden di GP Meksiko mencuat. Tim menolak memperpanjang kontrak Ocon untuk 2027, lalu memberi tahunya bahwa tim tidak akan mempertahankannya tak lama setelah jeda musim panas 2026. Ayao Komatsu bahkan menjelaskan keputusan itu langsung kepada Ocon menjelang akhir pekan GP Azerbaijan sebelum diumumkan resmi bersamaan kedatangan Rafael Camara pada akhir September 2026.

    Tiga faktor berkelindan di balik pilihan Haas, meliputi performa, finansial, dan komersial. Secara performa, Ocon kalah dari Oliver Bearman dalam 2 musim beruntun sehingga tim merasa sulit mempertahankan gajinya yang disebut mencapai jutaan dolar AS. Dari sisi komersial, Camara membawa dukungan dana sponsor pribadinya dari Brasil, paket yang dinilai lebih menguntungkan dibanding tawaran Ryo Hirakawa meski didukung penuh Toyota selaku sponsor utama Haas.

    Di luar kalkulasi di atas meja, hubungan personal Ocon dan Komatsu turut bergeser meski keduanya sudah saling mengenal sejak era Lotus pada 2012. Menurut The Race, Komatsu berharap kedekatan lama itu bisa meredam gesekan, tetapi Ocon kerap defensif saat hasil tak sesuai harapan dan enggan bertanggung jawab atas masalahnya sendiri. Pola itulah yang membuat kesabaran internal Haas perlahan terkikis jauh sebelum drama di GP Meksiko meledak.

    Ketegangan pecah pada sesi latihan kedua GP Meksiko saat Ocon berselisih lewat radio dengan insinyur balapnya, Laura Mueller, soal pilihan ban untuk simulasi balapan. Perdebatan berlanjut ke ruang diskusi dengan pihak tim yang menurut L'Equipe berakhir tanpa solusi, bahkan mungkin adu fisik, tudingan yang dibantah tegas Ocon sendiri. Pada Sabtu pagi (31/10/2026) waktu setempat, Haas mencopot Ocon dan menggantikannya dengan pembalap cadangan, Ryo Hirakawa, untuk sisa akhir pekan tanpa penjelasan perinci.

    Spekulasi bergulir hingga Komatsu mengonfirmasi lewat pernyataan resmi pada Selasa (3/11/2026). Dia memastikan Ocon tidak akan membalap bersama Haas hingga Formula 1 2026 berakhir. "Keputusan semacam ini tak pernah diambil ringan, sama seperti di Mexico City, tetapi ini demi kepentingan terbaik tim ke depan," ujar Komatsu dikutip The Athletic, yang menegaskan percakapan internal tim dengan Ocon tetap jadi urusan tertutup. Dengan pernyataan itu, Camara dipastikan maju lebih cepat ke F1 dan akan tampil perdana di GP Brasil pada 6–9 November 2026.

  3. 3. Esteban Ocon masih mencari cara untuk tetap di Formula 1

    Ini kedua kalinya dalam 3 tahun Esteban Ocon gagal menuntaskan 1 musim penuh usai Alpine melepasnya satu balapan lebih awal pada pengujung 2024 demi Jack Doohan. Peluangnya bertahan di grid 2027 pun kian menyempit, mengingat sebagian besar tim sudah mengunci susunan pembalap mereka. Aston Martin yang sempat disebut opsi realistis pun tertutup setelah Fernando Alonso memutuskan memperpanjang kontrak.

    Dua tim lain yang berpotensi memiliki kursi kosong, Racing Bulls dan Cadillac, dikabarkan tak tertarik merekrutnya untuk musim depan. Situasi ini mengarahkan opsi paling realistis Ocon kepada peran pembalap cadangan, terutama lewat program pembinaan pembalap Mercedes yang masih menaunginya. Pengalamannya lebih dari 1 dekade di F1, dari Manor, Force India/Racing Point, Renault/Alpine, hingga Haas, tetap jadi modal berharga meski bukan lagi pembalap utama.

    Skenario ini bukan hal baru, sebab Esteban Ocon pernah mengalaminya pada 2019 saat gagal mendapat kursi Renault dan duduk di paddock semusim penuh. Ia lalu kembali tampil penuh di grid pada 2020, pola comeback yang juga ditunjukkan Valtteri Bottas dan Sergio Perez, meski keduanya sudah pada fase akhir karier. Preseden itu memberi sedikit optimisme bahwa absen 1 musim bukan berarti akhir jalan Ocon di Formula 1.

    Ocon tampak enggan menyerah. Ini terlihat dari pernyataannya di GP Austin, Amerika Serikat, yang menyebut faktor performa bukan yang membuatnya tersingkir dari Haas. Keyakinan itu berakar dari perjalanan kariernya, sebab Ocon menjadi salah satu pembalap F1 yang merintis jalan dari nol tanpa dukungan finansial mumpuni, berbeda dari kebanyakan rekan seprofesinya yang memiliki sumber daya atau relasi kuat untuk mencapai puncak motorsport. Rekam jejak itulah yang membentuk sikap pantang menyerahnya hingga kini, meski situasinya di Haas berakhir pahit.

    Babak baru karier Esteban Ocon kini bergantung pada kemampuannya meyakinkan tim-tim di luar Haas bahwa insiden di Mexico City tak mencerminkan keseluruhan dirinya sebagai pembalap maupun rekan kerja. Sementara itu, Haas masih harus memutuskan siapa yang mengisi kursi kosong pada sisa musim 2026. Entah Ryo Hirakawa, Jack Doohan, atau Rafael Camara yang bersiap membalap bersama Haas pada 2027.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More
Mengapa Ocon Didepak Haas pada Pertengahan Musim F1 2026?