Menpora Jamin Janji Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang

- Erick Thohir memastikan program pelatnas jangka panjang yang menjadi komitmen Presiden Prabowo Subianto terus berjalan.
- Pemerintah menjamin anggaran berkelanjutan, dengan dana pelatnas Asian Games 2026 meningkat menjadi Rp222 miliar.
- Kemenpora meminta cabor menjaga transparansi anggaran sambil mengejar target empat medali emas.
Jakarta, IDN Times - Menpora RI, Erick Thohir, memastikan komitmen Presiden Prabowo Subianto soal program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang terus berjalan. Erick juga menyatakan buktinya di lapangan mulai terlihat.
Bukti tersebut terlihat dari adanya jaminan kucuran anggaran berkelanjutan untuk persiapan atlet menghadapi berbagai ajang internasional. Pola baru ini mematahkan tradisi lama, di mana persiapan Pelatnas sering kali dilakukan dalam kurun waktu yang singkat.
1. Persiapan Olimpiade 2032 harus dimulai dari sekarang

ilustrasi Olimpiade Musim Dingin (pexels.com/YL Lew) Pembinaan atlet berprestasi, menurut Erick, tidak bisa dilakukan layaknya membalikkan telapak tangan. Kesuksesan di panggung dunia menuntut persiapan yang harus dirancang, dijalankan, dan dibiayai secara matang bertahun-tahun sebelumnya.
"Persiapan atlet itu harus tahunan, bahkan untuk Olimpiade 2032 mestinya harus dilakukan hari ini, negara lain sudah melakukan," kata Erick dalam keterangan resmi Kemenpora.
2. Anggaran untuk Asian Games 2026 ditambah

Tim panahan recurve Indonesia di SEA Games 2025. (Dok. Kemenpora) Kucuran dana untuk persiapan Olimpiade 2028 Los Angeles bahkan sudah mulai dicairkan pada tahun ini. Begitu pula dengan anggaran pelatnas untuk SEA Games 2027 yang sudah tersedia, dengan janji peningkatan nominal yang jauh lebih besar pada tahun depan.
Fokus utama Kemenpora saat ini tertuju pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Erick memastikan anggaran Pelatnas untuk ajang ini mengalami peningkatan yang signifikan.
Dari anggaran awal yang hanya dipatok sebesar Rp81 miliar, pemerintah berhasil menyisir ulang menjadi Rp127 miliar. Setelah melalui berbagai pertimbangan, pemerintah kembali memberikan tambahan Rp95 miliar, sehingga total anggaran Pelatnas menjadi Rp222 miliar.
"Kami senang diskusi yang dilakukan bersama Presiden di Hambalang mengenai membangun olahraga harus didukung dengan anggaran multiyears Pelatnas. Persiapan atlet itu harus tahunan, bahkan untuk Olimpiade 2032 mestinya harus dilakukan hari ini. Negara lain sudah melakukan," ujar Erick.
3. Wanti-wanti potensi korupsi dan target medali

Kadek Adi Asih dan Desak Made Rita Kusuma Dewi meraih medali emas dari nomor women's speed relay Asian Beach Games 2026 (NOC Indonesia/Naif Muhammad Al'as) Dana Pelatnas yang ditingkatkan ini diiringi dengan peringatan keras. Erick mengultimatum seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) untuk menjaga transparansi dan bertanggung jawab penuh, jangan sampai ada yang berani melakukan praktik haram.
"Sudah final karena tinggal satu bulan (Asian Games 2026). Jadi, persiapan cabang olahraga yang selama ini mungkin sudah berjalan tetapi masih ragu-ragu, kembali kami bantu. Kita tak boleh menyalahgunakan. Kalau para atlet disunat (anggarannya), lapor kami. Nanti kami lapor ke BPKP atau ke BPK. Kita harus tuntaskan hal korupsi. Kita harus bersih dan perlindungan atlet jadi yang utama," kata Erick.
"Kami minta atlet dan cabor berjibaku mempersiapkan target medali empat emas, dari bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing. Kemudian ada cabang olahraga lain yang berpotensi meraih perak, siapa tahu bisa menjadi emas," ucap Erick.





















