Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pelatnas Panjat Tebing Berjalan Normal, Tak Terganggu Kasus Hendra
ilustrasi panjat tebing (IDN Times/Rifki Wuda Sudirman)

  • FPTI menegaskan Pelatnas Panjat Tebing tetap berjalan normal meski ada kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mantan pelatih Hendra Basir.
  • Federasi memastikan Hendra sudah diberhentikan dan akan segera mengumumkan pelatih baru serta skuad Timnas Panjat Tebing 2026.
  • Program promosi-degradasi dijadwal ulang, sementara kasus ini diharapkan jadi motivasi bagi atlet untuk tampil lebih solid dan berprestasi di ajang internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), Wahyu Pristiawan Buntoro, memastikan Pelatnas Panjat Tebing Indonesia masih berjalan normal, meski tengah mendalami kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama mantan pelatih, Hendra Basir.

"Seharusnya iya (berjalan normal), ya,"ujar Wahyu saat dihubungi IDN Times pada Selasa (24/2/2026) malam.

Hal ini juga dikonfirmasi Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi FPTI, Rizali Umarella.

"(Pelatnas) Aman, tetap berjalan (normal)," ujar Rizali kepada IDN Times.

Bahkan, di tengah kasus yang berat ini, Wahyu menegaskan FPTI akan mengumumkan skuad pelatnas Panjat Tebing 2026 dalam waktu dekat.

"Sedang akan keluar dan kami akan launching Timnas Indonesia Panjat Tebing pada tanggal 3 (Maret)," ujar Wahyu.

1. Pelatnas dengan pelatih baru

ilustrasi panjat tebing (Dok. Pemkot Tangerang)

Menyusul kasus ini, FPTI memastikan Hendra tak lagi menangani Tim Panjat Tebing Indonesia. Wahyu memastikan, FPTI akan mengumumkan nama pelatih Timnas Panjat Tebing yang baru.

"Tentu, dengan pelatih baru. Karena sejak memberhentikan Hendra, PP FPTI telah membentuk tim seleksi yang bekerja keras selama beberapa hari, walaupun tidak sempurna dalam proses seleksi. Karena kan kami juga terbatas dengan waktu," ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, ini menjadi momentum untuk para pelatih muda dan mantan atlet yang kini menjadi pelatih, untuk bisa unjuk diri.

"Ini justru membuka ruang untuk para pelatih muda, berpotensi, para mantan juara yang sekarang jadi pelatih untuk bisa menunjukkan diri," kata Wahyu.

2. Penjadwalan ulang promosi dan degradasi

Ilustrasi panjat tebing. IDN Times/Feny Maulia Agustin

Wahyu menjelaskan, program promosi dan degradasi pelatnas FPTI akan dijadwalkan ulang. Masalah yang muncul dan tengah dalam penyelidikan lebih lanjut, disebut Wahyu, menjadi alasan federasi memutuskan tak langsung melakukan promosi-degradasi. Harapannya agar para atlet bisa terus menjaga kekompakan.

"Sebenarnya kan, ini ada promosi-degradasi. Tapi mengingat ada persoalan-persoalan seperti ini, kami harus menjaga kekompakan, soliditas untuk menghadapi masalah yang ada, agar kami bersama-sama tetap bisa berdiri gitu. Dan tentunya program promosi degradasi kami coba reschedule berdasarkan program-program yang nantinya dijalankan oleh para pelatih," kata Wahyu.

3. Berharap kasus ini jadi motivasi

ilustrasi panjat tebing (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Di tengah kasus yang sedang menimpa, Wahyu berharap ada pelajaran yang bisa diambil. Wahyu ingin kondisi ini membuat para atlet lebih termotivasi untuk meraih hasil yang lebih baik.

"Semoga ini akan menjadi motivasi kepada atlet-atlet kami untuk lebih menghasilkan yang terbaik di event Asian Games tentunya. Mereka akan menunjukkan itu, kami bisa survive, tetap berprestasi dengan pelatih-pelatih yang baik. Jadi ini menjadi momentum tentunya untuk kami lebih kerja keras untuk menciptakan ekosistem yang baik, sehat, menyenangkan, menggembirakan bagi seluruh atlet yang ada di Pelatnas," ujar Wahyu.

Editorial Team