Eileen Feng Gu atau Gu Ailing lahir di San Francisco, Amerika Serikat, pada 3 September 2003 dari ibu asal China dan ayah berkewarganegaraan AS. Ia mulai bermain ski pada usia dini di kawasan Lake Tahoe, California, dan bergabung dengan tim Northstar California Resort ketika masih anak-anak. Pada fase awal kariernya, ia mewakili AS sebelum memutuskan membela China pada 2019 saat berusia 15 tahun.
Ia mencatat pencapaian penting di level junior ketika memenangi ajang internasional dan tampil impresif di panggung besar. Pada 2021, ia meraih 2 emas dan 1 perunggu di X Games sebagai debutan serta meraih 2 emas dan 1 perunggu di Kejuaraan Dunia International Ski and Snowboard Federation (FIS). Ia juga mencatat sejarah sebagai atlet ski gaya bebas pertama yang meraih 2 emas dalam 1 edisi Kejuaraan Dunia.
Di Olimpiade, namanya melesat tajam. Pada Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, ia meraih 2 medali emas di nomor halfpipe dan big air serta 1 medali perak di slopestyle. Ia menjadi atlet ski gaya bebas termuda yang meraih emas Olimpiade pada usia 18 tahun dan menjadi atlet ski gaya bebas pertama yang meraih 3 medali dalam 1 edisi Olimpiade Musim Dingin.
Empat tahun kemudian, ia kembali membuktikan konsistensi di Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026. Ia mengoleksi 1 emas di halfpipe dan 2 perak di slopestyle serta big air, sehingga total koleksinya mencapai 6 medali Olimpiade, yakni 3 emas dan 3 perak. Catatan itu menjadikannya atlet gaya bebas paling berprestasi dalam sejarah Olimpiade, baik putra maupun putri.
Selain itu, Gu mencatat 20 kemenangan World Cup hingga Januari 2026, termasuk kemenangan ke-20 di Laax, Swiss. Ia tampil konsisten di tiga disiplin sekaligus, yakni halfpipe, slopestyle, dan big air, meski jadwal kompetisi sering kali merugikan atlet multidisiplin. Ia bahkan secara terbuka mengkritik federasi karena penjadwalan yang membuatnya kehilangan waktu latihan halfpipe akibat benturan dengan final big air.
Walaupun telah meraih berbagai prestasi mentereng, Gu memandang medali sebagai ukuran progres, bukan tujuan akhir. Ia menyebut dirinya sebagai orang dengan mentalitas pembuktian yang percaya pada hasil nyata lewat kerja keras, bukan afirmasi kosong. Ia bertaruh kepada dirinya sendiri dengan tetap turun di tiga nomor sekaligus pada 2026, meski risiko cedera dan kelelahan mengintai.