Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Profil The Undertaker, Legenda WWE yang Berkiprah Selama 3 Dekade

5 min read
Profil The Undertaker, Legenda WWE yang Berkiprah Selama 3 Dekade
ilustrasi pertandingan gulat profesional (pexels.com/Nguyen Hoang Van)
  • Mark Calaway meninggalkan kuliah dan jalur basket untuk gulat profesional, debut pada 1987, lalu mematangkan kemampuan melalui berbagai persona sebelum dikenal luas sebagai The Undertaker.
  • Ia debut di WWF pada Survivor Series 1990 sebagai The Deadman, merebut gelar WWF Champion pada 1991, dan menjadi figur utama lintas era WWE.
  • Setelah penampilan berkurang akibat cedera, Calaway pensiun pada 2020; kini ia tetap terlibat melalui podcast serta peran penulis dan executive producer AAA Lucha Libre sejak 2025.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dalam sejarah gulat profesional, tidak ada karakter yang ditakuti selain The Undertaker. Karakter (gimmick) mistisnya berhasil dihidupkan secara sempurna oleh pegulat bermana Mark Calaway. Dengan tinggi badan mencapai 208 cm, Calaway menyihir penggemar gulat profesional di seluruh dunia selama lebih dari 3 dekade. Dedikasi serta loyalitas mengukuhkan namanya sebagai salah satu legenda promosi gulat terkemuka, World Wrestling Entertainment (WWE).

  1. 1. Rela meninggalkan bangku kuliah dan karier sebagai pebasket demi menekuni gulat profesional

    Dilansir Sports Illustrated, Mark William Calaway lahir di Houston, Texas, pada 24 Maret 1965 sebagai anak bungsu dari lima bersaudara. Tumbuh dalam keluarga yang gemar berolahraga, ia sudah memiliki bakat atletik menonjol sejak usia muda. Postur tubuhnya yang tinggi menjulang membantunya menjadi atlet andalan pada masa SMA

    Selama bersekolah di Waltrip High School, Calaway menjadi pemain basket dan American football. Ia sempat melanjutkan pendidikannya di Texas Wesleyan University untuk meniti karier sebagai pemain basket. Namun, minatnya kemudian berbelok kepada gulat profesional, membuat Calaway memilih meninggalkan bangku kuliah.

  2. 2. Sempat bergonta-ganti persona dalam 4 tahun awal berkarier sebagai pegulat profesional

    Mark Calaway belajar gulat profesional sebagai murid Buzz Sawyer. Namun, dalam banyak wawancara, ia mengaku lebih banyak mendapat pelajaran saat bertanding. Dilansir The SmackDown Hotel, Calaway menjalani debut pada 1987 di World Class Championship Wrestling (WCCW) sebagai pegulat bertopeng bernama Texas Red. Ia kemudian tampil untuk sejumlah promotor dengan berbagai karakter unik, salah satunya sosok penggali makam asal Rusia bernama Boris Dragov. Di Southern Championship Wrestling (SCW), ia menjadi sosok tentara berperangai keras bernama The Commando.

    Calaway sempat menjelma sebagai The Master of Pain di Continental Wrestling Association (CWA) serta karakter antagonis bernama Mean Mark Callous di World Championship Wrestling (WCW). Setelah itu, ia tampil di New Japan Pro-Wrestling (NJPW) mengusung nama Punisher Dice Morgan yang gemar mengintimidasi lawan. Meski bergonta-ganti karakter pada awal karier, Calaway turut mematangkan teknik serta staminanya saat bertanding.

  3. 3. Melakoni debut di WWF (kini WWE) dalam Survivor Series yang berlangsung pada Oktober 1990

    Nama Mark Calaway meroket saat debut di World Wrestling Federation (WWF, nama lama WWE) saat berusia 25 tahun dalam Survivor Series pada Oktober 1990. Atas usulan pemilik WWF saat itu, Vince McMahon, ia kemudian mengadopsi karakter The Undertaker dengan persona The Deadman. Ia bertanding dengan wajah pucat serta aura mencekam. Tiap langkahnya menuju ring diiringi musik mistis yang diawali bunyi lonceng.

    Dilansir situs resmi WWE, The Undertaker sukses merebut gelar WWF Champion pertamanya pada November 1991 setelah mengalahkan jagoan WWF saat itu, Hulk Hogan, dengan gerakan pemungkas (finisher), Tombstone Piledriver. Sepanjang dekade 1990-an, The Undertaker menjadi salah satu sosok penting proses transisi dari era New Generation yang berisi para pegulat pendatang baru ke Attitude Era yang lebih brutal. Konsistensi penampilannya di atas ring memperkuat posisinya sebagai salah satu pegulat papan atas WWF.

  4. 4. Menjad pegulat papan atas dari masa Attitude Era hingga Ruthless Aggression

    Memasuki Attitude Era (1997–2002), Mark Calaway terlibat dalam perseteruan brutal melawan sejumlah pegulat top, antara lain: Kane, Shawn Michaels, Mankind (Mick Foley), Steve Austin, hingga Triple H. Pertandingan Hell in a Cell yang melibatkan The Undertaker dan Mankind dalam King of the Ring 1998 menjadi salah satu yang paling diingat. Ini lantaran ia menjatuhkan Mankind dari puncak sangkar setinggi lima meter dan mendarat di meja komentator hingga hancur.

    Dilansir Pro Wrestling Fandom, pada awal era Ruthless Aggression (2002–2008), ia sempat mengadopsi persona American Badass yang menuju ring sembari mengendarai motor sebelum kembali menjadi The Deadman. Selama periode ini, The Undertaker mendominasi storyline lewat feud sengit dengan Brock Lesnar, Edge, Batista, serta Randy Orton. Sepanjang dekade 2000-an, ia mulai mencatatkan rekor tak terkalahkan saat bertanding di WrestleMania. The Undertaker juga tiga kali merengkuh gelar World Heavyweight Champion lewat pertandingan berisiko tinggi, salah satunya Hell in a Cell pada 2009.

  5. 5. Tidak lagi bertanding secara rutin sejak 2011 sebelum memutuskan pensiun pada 2020

    Sepanjang 2011–2020, frekuensi penampilan The Undertaker berkurang drastis setelah menjalani operasi cedera otot. Ia tidak lagi bertanding secara rutin dalam program mingguan WWE, tetapi muncul pada ajang-ajang besar seperti WrestleMania. Tiap penampilannya dipersiapkan secara matang untuk menjaga kualitas pertandingan. Sayangnya, rekor tak terkalahkan The Undertaker di WrestleMania (21-0) akhirnya putus saat takluk dari Brock Lesnar pada WrestleMania XXX (2014).

    Setelah mendedikasikan hidupnya selama 30 tahun di atas ring, ia melakoni laga terakhirnya dalam Survivor Series 2020. Dilansir Loudwire, pertandingan terakhirnya tertajuk Boneyard Match melawan AJ Styles dikemas secara sinematik dan melibatkan beberapa aksi berbahaya. Pada segmen penutup Survivor Series 2020, Mark Calaway mengumumkan pensiun dari dunia gulat profesional dan mengistirahatkan karakter The Undertaker untuk selamanya.

  6. 6. Kini menjabat sebagai penulis dan executive producer di promosi gulat Meksiko, AAA

    Setelah dipensiunkan, The Undertaker ternyata masih tampil beberapa kali sebagai bintang tamu sejumlah program WWE. Namun, penampilannnya di WrestleMania XL (2024) jadi yang paling diingat. Ia mendadak muncul di atas ring untuk membantu Cody Rhodes melumpuhkan pemimpin faksi Bloodline, The Rock, yang berusaha membantu Roman Reigns. Aksi tersebut sukses memancing gemuruh 60 ribu penonton yang menonton langsung di Lincoln Financial Field Stadium, Philadelphia, Amerika Serikat.

    Selain itu, ia meluncurkan podcast bertajuk Six Feet Under untuk membagikan kisah di balik layar kariernya. Dilansir Fightful, Calaway juga resmi dipercaya menjadi penulis serta executive producer untuk promosi gulat terkemuka Meksiko, AAA Lucha Libre, sejak Agustus 2025. Peran tersebut menjadi bukti Calaway, yang kini berusia 61 tahun, tidak bisa jauh-jauh dari dunia gulat profesional.

    Dari seorang pemuda Houston hingga akhirnya menjadi legenda, Mark Calaway menjadi bukti kerja keras di kancah gulat profesional tidak sia-sia. Kini ia menikmati masa pensiun sembari tetap bekerja di dunia yang membesarkan namanya. Meski begitu, persona mistis The Undertaker jelas tidak bisa ditandingi siapa pun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More
The Undertaker, Legenda WWE yang Berkiprah Selama 3 Dekade