Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Raul Fernandez, Filosofi Bambu, dan Bayangan Cedera Bahu

Raul Fernandez, Filosofi Bambu, dan Bayangan Cedera Bahu
potret Raul Fernandez (commons.wikimedia.org/Liauzh)
Intinya Sih
  • Raul Fernandez tampil impresif di lima seri terakhir MotoGP dengan tiga podium, termasuk kemenangan perdananya di Phillip Island setelah empat musim penuh perjuangan.

  • Dukungan Davide Brivio dan sang adik Adrian Fernandez menjadi faktor penting dalam menjaga semangat serta mentalitas Raul untuk terus bangkit dari masa sulit.

  • Mengusung filosofi bambu, Fernandez berhasil menyesuaikan gaya balapnya bersama Trackhouse Racing meski masih berjuang melawan cedera bahu yang belum pulih sepenuhnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Performa Raul Fernandez sedang menanjak. Dalam 5 seri terakhir, pembalap asal Spanyol itu 3 kali finis di posisi podium. Hasil terbaiknya tentu saja kemenangan perdana di kelas MotoGP kala beraksi di Sirkuit Phillip Island, Australia. Ia lantas finis runner-up di Valencia, lalu finis ketiga di Thailand.

Performa apik ini tak datang tiba-tiba. Selama 4 musim pertamanya di MotoGP, Fernandez sempat terseok-seok. Ia kesulitan untuk sekadar finis sepuluh besar dan hanya dua kali finis lima besar. Padahal, Fernandez adalah pembalap jempolan. Saat berkarier di Moto2 2021, ia menang delapan kali dan memecahkan rekor Marc Marquez sebagai rookie dengan kemenangan terbanyak.

Beruntungnya, Raul Fernandez tak mengenal kata menyerah. Meski didera kesulitan, ia bisa bangkit dari keterpurukan. Kisah kebangkitan pembalap di tim satelit, Trackhouse Racing, ini penuh perjuangan.

1. Raul Fernandez tak sendiri, ia didukung dua sosok terdekatnya

Saat Raul Fernandez dalam kondisi terpuruk, ia tak berjuang sendirian. Di Trackhouse Racing, Davide Brivio jadi sosok yang terus mengatrol semangatnya. Davide yang merupakan manajer tim asal Amerika Serikat itu selalu percaya dengan kemampuan balap Fernandez meski hasil finisnya masih di barisan belakang.

"Davide, saat ia datang, adalah orang yang membuat semuanya menjadi lebih baik," ungkap Fernandez dilansir Crash.

Bukan cuma Davide, Fernandez juga didukung penuh oleh adiknya, Adrian Fernandez, yang berlaga di Moto3. Sama-sama pembalap, Adrian jadi sosok terdekatnya di grid. Kedekatan ini yang menjaga ketangguhan mentalnya selama kompetisi.

"Bagiku (ada Adrian yang juga berlomba di Grand Prix) sangat penting karena aku merasa sangat beruntung punya saudara yang aku berhubungan baik dengannya dan melakukan olahraga yang sama. Ketika aku mengalami kesulitan, aku selalu datang kepadanya, bercerita, dan ia sangat menolongku. Bagiku, ia salah satu orang terpenting dalam hidup," kata Fernandez dilansir Crash.

2. Fernandez juga berkembang berkat filosofi bambu

Meski mengalami beberapa musim yang sulit, Raul Fernandez pantang menyerah. Selain ditemani orang terdekat, Fernandez memupuk rasa percaya diri, termasuk pada kemampuan tim. Dengan cara ini ia bisa mengevaluasi kelemahannya.

Awal musim 2025 yang kacau bisa berangsur membaik. Mulanya ia mencoba mengubah gaya balapnya agar sesuai dengan karakter RS-GP. Tak kunjung sukses, Trackhouse Racing mencoba pendekatan baru. Mereka justru menyiapkan pengaturan motor yang mendekati gaya balap Fernandez. Usaha tersebut menuai hasil positif.

"Sejak Jerez dan seterusnya, kami mulai melakukan semuanya dengan benar. Kami mulai menabur benih dan menyirami. Ada ungkapan dari seorang teknisi yang tak akan pernah aku lupakan, 'Kamu harus menyirami bambu setiap hari dan suatu hari nanti bambu itu akan tumbuh.' Itulah yang aku lakukan tahun lalu, menyirami bambu sampai tumbuh," ujar Fernandez dilansir Corsedimoto.

3. Meski prestasinya sedang menanjak, Fernandez dibayangi cedera bahu

Kemenangan di Australia membakar semangat Fernandez. Namun, ia malah mengalami cedera dislokasi bahu kiri parsial setelah kecelakaan parah pada sesi latihan di Portugal. Meski sempat meraih runner-up di Valencia, cedera bahu yang mendera sejak November tahun lalu itu ternyata belum sepenuhnya pulih.

"Sejak Portugal, bahuku tidak kunjung pulih. Saat pemanasan (di Thailand), aku mengalami subluksasi (pergeseran tulang sebagian dari sendi) lagi," kata rider bernomor 25 itu dilansir Corsedimoto.

Saat sesi pemanasan di seri perdana musim 2026 di Thailand, ia terlihat tak nyaman mengendarai RS-GP. Meski begitu, ia bisa finis P3. Hasil yang melampaui targetnya untuk bersaing di posisi delapan besar.

Perjuangan Raul Fernandez pada 2026 masih panjang. Kompetisi di MotoGP pun tak pernah mudah. Kendati dibayangi cedera, Fernandez telah menjelma pembalap tangguh dan dewasa. Kepercayaan diri, dukungan orang terdekat, dan kerja sama tim jadi kunci untuk terus membidik prestasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More