Tekanan Istora Bisa Jadi Pisau Bermata 2 di Indonesia Open 2026

- Taufik Hidayat menekankan pentingnya kekuatan mental bagi atlet Indonesia untuk menghadapi tekanan besar saat tampil di Istora pada Indonesia Open 2026.
- PBSI menargetkan kesuksesan ganda, baik dari sisi prestasi maupun penyelenggaraan turnamen, sambil mempersiapkan regenerasi menuju Asian Games 2026 dan Olimpiade 2028.
- Taufik berharap talenta muda Indonesia memanfaatkan Indonesia Open 2026 sebagai ajang belajar dan mengasah kemampuan melawan pemain top dunia.
Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Taufik Hidayat, mengingatkan para atlet tuan rumah soal tekanan Istora di Indonesia Open 2026. Menurut Taufik, tekanan Istora bak pisau bermata dua bagi seluruh pemain nasional.
Atmosfer yang dimunculkan suporter di Istora, dijelaskan Taufik, bisa saja menjadi beban bagi atlet. Jika tak mampu mengendalikannya, bukan gak mungkin mereka malah sulit mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
"Indonesia Open selalu menjadi turnamen yang spesial. Bermain di Istora bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga soal keberanian, mental, dan kesiapan menghadapi tekanan di depan publik sendiri," kata Taufik dalam keterangan resminya.
1. Kualitas antar atlet jauh lebih merata
Tidak cuma itu, Taufik juga mengingatkan akan meratanya kualitas para atlet jelang Indonesia Open 2026. Alhasil, selain mental, teknik, dan fisik, kesiapan para atlet juga jadi salah satu faktor penentu.
"Persaingan sekarang semakin ketat dan merata. Karena itu, fokus kami bukan hanya hasil jangka pendek, tetapi bagaimana memastikan atlet-atlet Indonesia terus berkembang dan mendapatkan pengalaman bersaing di level tertinggi," ujar Taufik.
2. Siap sukses prestasi dan penyelenggaraan
Sementara, Ketua Umum PBSI, Fadil Imran, menginginkan Indonesia sukses dalam prestasi dan penyelenggaraan Indonesia Open 2026. Pencapaian di Indonesia Open, ditegaskan Fadil, bisa menjadi acuan bagi PBSI untuk memproyeksikan setiap atlet dalam berkompetisi di sejumlah ajang selanjutnya.
"Kami ingin menghadirkan penyelenggaraan yang semakin baik dan berkelas dunia. Namun, pada saat yang sama PBSI fokus pada pekerjaan besar pembinaan dan regenerasi atlet menuju Asian Games 2026 dan Olimpiade 2028," kata Fadil.
3. Berharap pada talenta muda Indonesia
Taufik berharap, para atlet muda Indonesia bisa tampil maksimal di Indonesia Open 2026. Turnamen BWF Super 1000 ini, dianggap Taufik, pas untuk dijadikan tempat belajar dan menimba pengalaman buat para pemain muda.
"Indonesia Open adalah panggung yang sangat baik untuk belajar, berkembang, dan mengukur kemampuan melawan pemain terbaik dunia. Dari proses seperti inilah fondasi prestasi masa depan dibangun," kata Taufik.
Indonesia Open 2026 akan digelar sejak Selasa (2/6/2026) hingga Minggu nanti di Istora, Jakarta. Ajang ini akan diikuti oleh 248 atlet dari 22 negara, yang rata-rata merupakan atlet bulu tangkis papan atas dunia.


















