Sergio Perez Pernah Pakai Jasa Psikolog saat Jadi Pembalap Red Bull

- Sergio Perez hanya mampu menorehkan satu kemenangan pada musim perdananya memperkuat Red Bull
- Sergio Perez mengalami peningkatan performa setelah menjalani terapi dengan psikolog atas saran dari Red Bull
- Kemerosotan performa Sergio Perez sepanjang Formula 1 2024 yang berujung pada kehilangan kursi balap di Red Bull
Persaingan antarpembalap di Formula 1 makin ketat dari waktu ke waktu. Selain melibatkan pembalap berbeda tim, duel sengit juga tak jarang terjadi di antara rekan setim. Kondisi semacam itu bukanlah hal asing mengingat tujuan mereka adalah meraih hasil terbaik saat balapan.
Salah satu yang mengalaminya adalah Sergio Perez. Bahkan, pembalap berkebangsaan Meksiko itu mengaku pernah menjalani terapi dengan psikolog saat menjadi pembalap Red Bull. Seperti apa kisah lengkapnya?
1. Sergio Perez hanya mampu menorehkan satu kemenangan pada musim perdananya memperkuat Red Bull
Sergio Perez menginjakkan kaki di markas Red Bull pada 2021. Ia menjadi pembalap tim tersebut setelah menghabiskan waktu selama 7 musim memperkuat Racing Point. Namun, tahun pertama Perez bersama Red Bull tak berjalan mulus. Ia hanya mampu meraup satu kemenangan di GP Azerbaijan dan bertengger di peringkat keempat lewat perolehan 190 poin di Formula 1.
Di sisi lain, Max Verstappen mengantongi sepuluh kemenangan dan berduel dengan Lewis Hamilton dalam perebutan gelar juara dunia. Pembalap asal Belanda itu berhasil meraih titel untuk pertama kalinya selama berkiprah di Formula 1. Verstappen unggul delapan poin atas Hamilton di klasemen akhir.
2. Sergio Perez mengalami peningkatan performa setelah menjalani terapi dengan psikolog atas saran Red Bull
Red Bull rupanya menyadari kesulitan Sergio Perez pada tahun pertamanya bersama mereka. Tim yang bermarkas di Milton Keynes, Inggris, itu kemudian menyarankan Perez untuk terapi dengan psikolog. Perez mengikuti instruksi tim dan menemukan hal mengejutkan dari hal tersebut.
"Segera setelah aku tiba di Red Bull, pada balapan pertama, mereka bilang kepadaku hal yang kubutuhkan adalah seorang psikolog ketika hasil balapan kurang oke. Suatu hari, aku datang ke markas Red Bull dan mereka bilang ada tagihan untukku. Itu tagihan sebesar 6 ribu pound sterling (sekitar 135,5 juta rupiah) dari psikolog," kenang Sergio Perez dalam wawancara di siniar Cracks dilansir F1i.
"Aku bilang kepada mereka untuk mengirimkannya kepada Helmut Marko. Dia yang akan membayarnya. Biaya sebesar itu untuk satu kali panggilan," sambungnya.
Sergio Perez menjalani terapi bersama psikolog selama 3 tahun. Hal tersebut membawa dampak positif terhadap capaian Perez di atas lintasan. Ia mampu meraih 20 podium dan 4 kemenangan pada 2022--2023. Bahkan, Perez menduduki peringkat kedua di klasemen akhir Formula 1 2023.
"Helmut Marko bertanya kepadaku tentang hasilnya. Aku menjawab itu adalah hal yang sempurna karena dengan sesi ini kami sudah siap. Begitulah kami melanjutkannya selama 3 tahun, bukan? Telah sembuh oleh psikolog, hasilnya mulai muncul. Tindakan itu berhasil," ujar Sergio Perez.
3. Kemerosotan performa Sergio Perez di Formula 1 2024 berujung kepada kehilangan kursi balap Red Bull
Sayangnya, Sergio Perez mengalami kemerosotan performa pada 2024. Perez kesulitan mengemudikan mobil RB20. Ia juga harus menghadapi tekanan yang kian meningkat dari dalam maupun luar tim. Perez berusaha mencari jalan keluar atas situasi yang dialaminya. Namun, ia sadar masalah utama bukan hanya pada sisi psikologis, melainkan juga teknis dan politis.
"Aku mencari solusinya di mana-mana. Namun, dalam hati diriku tahu betul bahwa kamu tidak bisa melaju kencang ketika dirimu mengemudikan mobil sembari terus memikirkan hal yang akan terjadi, apa yang akan dilakukannya, dan di tikungan mana kamu akan menabrak. Di atas semua itu, seluruh tim kamu melawan dirimu. Secara terbuka, itu hal yang sangat sulit. Aku pikir hanya orang bermental sangat kuat yang bisa bertahan menghadapi hal semacam itu," jelas Sergio Perez dikutip F1i.
Perez merampungkan musim keempatnya bersama Red Bull dengan bercokol di peringkat kedelapan di klasemen pembalap setelah mengumpulkan 152 poin. Itu menjadi raihan terburuk Perez selama memperkuat Red Bull. Capaian tersebut pada akhirnya menyebabkan Perez terdepak dari tim.
Selepas absen pada 2025, Sergio Perez akan memulai babak baru di Formula 1 dengan memperkuat Cadillac. Ia bertandem dengan Valtteri Bottas yang sebelumnya gagal mengamankan kursi balap di Formula 1 2025. Pengalamannya selama berkompetisi diharapkan dapat membantu Cadillac yang baru berkiprah di Formula 1. Mampukah Perez menunjukkannya bersama tim baru pada 2026?


















