Terlalu Tegang, Rachel/Febi Kandas di Semifinal Orleans Masters 2026
- Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum terhenti di semifinal Orleans Masters 2026 setelah kalah dari pasangan Jepang Sumire Nakade/Miyu Takahashi dengan skor 10-21, 20-22.
- Keduanya mengaku bermain di bawah tekanan dan kesulitan menghadapi variasi pukulan lawan yang membuat mereka ragu dalam pengembalian bola.
- Rachel/Febi mengevaluasi fokus serta strategi permainan, menekankan pentingnya ketenangan dan kemampuan menjaga keunggulan di poin-poin krusial.
Jakarta, IDN Times - Ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum terhenti di semifinal Orleans Masters 2026. Berstatus sebagai unggulan kedelapan, Rachel/Febi kalah dari non unggulan Jepang, Sumire Nakade/Miyu Takahashi dengan skor 10-21, 20-22.
Rachel/Febi mengaku bermain cukup tengan di babak empat besar. Beberapa aspek jadi catatan Rachel/Febi usai angkat koper dari ajang BWF Super 300 tersebut.
1. Berusaha comeback tapi tak berhasil

Game pertama tak berjalan baik untuk Rachel/Febi. Pasangan Indonesia tertinggal mulai dari skor 2-6 hingga kedudukan 6-11 di interval game pertama.
Permainan Rachel/Febi tak berkembang sama sekali. Berlaga di bawah tekana. lawan, Rachel/Febi makin jauh tertinggal mulai dari skor 7-16 hingga 10-18. Setelahnya, langkah mereka terhenti dan kalah 10-21 di game pertama.
Pada game kedua, Rachel/Febi sempat tertinggal 3-5 dan cepat-cepat menyamakan kedudukan menjadi 5-5. Setelahnya, pola permainan mereka lebih jelas. Serangannya lebih tajam dan berani. Rachel/Febi unggul mulai dari skor 7-5 hingga 13-8.
Namun, Nakade/Takahashi tak mau berpuas diri. Pasangan Jepang itu meladeni serangan Rachel/Febi dan menahan imbang dengan skor 17-17. Rachel/Febi sempat memaksa laga berlangsung hingga deuce 20-20 sebelum akhirnya kandas dengan skor 20-22.
2. Bermain di bawah tekanan

Rachel/Febi mengaku bermain di bawah tekanan sepanjang laga. Belum lagi variasi pukulan Nakade/Takahashi membuat mereka kerepotan untuk mencuri angka.
“Hari ini kami bermain cukup tegang dan karena mereka pasangan baru jadi ada pola dan gaya permainan baru yang membuat kami cukup kebingungan,” kata Rachel mengakui
“Mereka punya banyak variasi permainan dan depannya benar-benar ditutup dan mencari posisi terus. Ini membuat kami ragu-ragu untuk mengembalikan bola,” sambung Febi.
3. Petik pelajaran berharga

Rachel/Febi evaluasi diri usai angkat koper dari semifinal Orleans Masters 2026. Keduanya menyadari fokus dan strategi bermain mereka masih harus diasah dan dikembangkan lagi.
“Dari sini kami harus lebih siap dan dikuatkan lagi posisi bertahannya apalagi dengan kondisi shuttlecock yang kencang. Harus lebih tenang lagi,” kata Rachel.
“Kami harus belajar bagaimana menjaga poin ketika sudah unggul. Sayang tadi di gim kedua sudah lumayan poinnya tapi terkejar,” kata Febi.

















