Terkuak, Pemecatan Xabi Alonso Picu Konflik di Ruang Ganti Real Madrid

- Pemecatan Xabi Alonso pada Januari 2026 memicu perpecahan di ruang ganti Real Madrid, membentuk dua kubu yang saling berseteru dan merusak keharmonisan tim.
- Serangkaian konflik antar pemain, termasuk insiden Valverde-Tchouameni dan Rudiger-Carreras, membuat manajemen turun tangan langsung karena kecewa dengan sikap tidak dewasa para pemain.
- Pelatih Alvaro Arbeloa dinilai gagal mengendalikan situasi internal tim, sehingga keributan ini mengganggu persiapan Real Madrid jelang laga El Clasico melawan Barcelona.
Jakarta, IDN Times - Ruang ganti Real Madrid sedang bergejolak. Puncaknya adalah pertikaian antara Federico Valverde dengan Aurelien Tchouameni, yang diklaim baku hantam dalam sesi latihan.
Valverde dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka di kepalanya. Namun, sang kapten telah membantah. Ia mengaku tidak ada adu jotos dengan Tchouameni, melainkan karena terbentur meja.
1. Pemecatan Xabi Alonso belah skuad jadi dua kubu
Laporan El Mundo, dikutip dari Football Espana, membeberkan akar kekacauan ini bermula pada bulan Januari 2026. Keputusan klub memecat Xabi Alonso dari kursi pelatih ternyata memicu gejolak di internal.
Pemecatan tersebut membelah ruang ganti Madrid menjadi dua kubu yang saling berseteru, yakni kubu pro dan kontra. Perselisihan kubu-kubuan inilah yang perlahan menggerogoti keharmonisan tim dan meledak saat ini.
2. Rudiger juga sempat tampar Carreras
Sebelum insiden Valverde versus Tchouameni, Antonio Rudiger juga dilaporkan menampar Alvaro Carreras, dalam sebuah pertengkaran terpisah. Rentetan perseturuan ini memaksa General Manajer klub, Jose Angel Sanchez, turun tangan langsung untuk melerai dan menjadi penengah.
Jajaran petinggi klub, termasuk Presiden Florentino Perez, disebut sangat kecewa dengan kondisi skuad saat ini. Bahkan, sumber internal klub secara blak-blakan menilai para pemain Los Blancos menunjukkan sikap yang tidak dewasa, meski dihuni banyak bintang besar.
"Mereka seperti anak-anak," kata orang dalam klub.
3. Ganggu persiapan tim jelang El Clasico
Selain pemain, pelatih Alvaro Arbeloa, juga ikut tersudut karena dinilai gagal mengendalikan ego anak asuhnya. Manajemen kecewa karena Arbeloa dianggap terlalu pasif dan hampir tidak terlibat dalam upaya melerai pertikaian dalam skuadnya.
Di sisi lain, keributan besar ini praktis mengganggu persiapan Los Blancos jelang menghadapi El Clasico. Mereka dijadwalkan melawat ke markas Barcelona, Camp Nou, pada Senin (11/5/2026) dini hari WIB.

















