Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Fakta Portland Fire, Tim WNBA yang Bangkit Kembali di Kota Mawar

6 Fakta Portland Fire, Tim WNBA yang Bangkit Kembali di Kota Mawar
ilustrasi ring bola basket (unsplash.com/Taylor Smith)
Intinya Sih
  • Portland Fire resmi kembali ke WNBA musim 2026/2027 setelah 24 tahun vakum, dihidupkan oleh RAJ Sports dengan tetap mempertahankan nama lamanya sebagai bentuk penghormatan sejarah.
  • Tim ini memperkenalkan logo baru bertema 'Rose and Fire' yang menggambarkan identitas Kota Portland sebagai Rose City dan semangat berani melalui simbol api menyala.
  • Alex Sarama ditunjuk sebagai pelatih kepala dibantu legenda WNBA Sylvia Fowles, memimpin skuad muda berbakat serta menggunakan fasilitas pelatihan Dual-Sport pertama di dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

WNBA 2026/2027 berpotensi seru. Pasalnya, ada dua tim ekspansi, Portland Fire dan Toronto Tempo, yang akan menjalani musim perdana mereka. Di samping Tempo, WNBA sendiri pertama kali mengumumkan Fire sebagai tim ekspansi ke-15 pada September 2024.

Kehadiran Portland Fire di WNBA disambut dengan baik oleh warga Portland dan pencinta basket secara umum. Sebab, kembalinya Fire dianggap menghidupkan eksistensinya yang sempat layu. Penasaran dengan fakta menarik lainnya dari tim yang bermarkas di Portland ini? Yuk, simak ulasan mereka di bawah ini!

1. Tim WNBA yang lahir kembali di Portland

Bagi pencinta bola basket, khususnya WNBA, nama Portland Fire sebenarnya tidak asing lagi. Portland pernah memiliki tim WNBA pada 2000–2002 dengan nama sama. Namun, karena permasalahan finansial, sang pemilik saat itu–yang juga pemilik dari tim NBA, Portland Trail Blazers–memutuskan untuk tidak melanjutkan eksistensi tim basket putri.

Selang 24 tahun berlalu, tim basket putri dilahirkan kembali oleh RAJ Sports. Alih-alih memilih nama baru, mereka beserta manajemen saat ini mempertahankan serta menghidupkan kembali nama Portland Fire. Pemilihan nama dinilai sebagai bentuk penghormatan kepada sejarah dan warisan dari Portland Fire itu sendiri.

2. Logo Rose and Fire sarat makna akan identitas Portland

Meski sang pemilik dan manajemen baru memilih untuk tidak mengubah nama, Portland Fire tetap melakukan rebranding pada logo tim basket mereka. Fire memilih dua elemen yang lekat dengan budaya Portland pada logo baru, yaitu mawar dan api. Logonya dianggap ikonis dengan rupa setangkai mawar merah plus mahkota berselimut api yang menyala-nyala.

Portland sendiri memiliki julukan Rose City alias Kota Mawar. Ini merujuk kepada budaya berkebun mawar penduduk di sana. Sementara itu, motif api terinspirasi dari garis lengkung atap Moda Center, markas Portland Fire. Logo dan warna tersebut menggambarkan identitas mereka sebagai kebanggaan dan kekuatan Portland yang berani.

3. Alex Sarama didapuk sebagai kepala pelatih Portland Fire

Alex Sarama bukan sosok asing di dunia basket. Sebelum menjadi kepala pelatih Portland FIre, Sarama sudah mengantongi banyak pengalaman sebagai staf kepelatihan di Eropa dan Amerika Serikat. Sebelumnya, Sarama menjadi kepala pelatih Rip City Remix pada 2023/2024, tim NBA G League yang berafiliasi dengan Portland Trail Blazer. Pada musim selanjutnya, ia bergabung dengan Cleveland Cavaliers sebagai director of player development.

Pelatih berusia 30 tahun ini dikenal sebagai salah satu pionir di dunia basket yang menerapkan metode Constraints-Led Approach (CLA). Metode ini dinilai revolusioner dan mampu mendobrak permainan basket tradisional karena berbasis psikologi dan ilmu saraf. Sarama sendiri sudah menerapkan metode ini saat bergabung dengan staf kepelatihan Cavaliers.

4. Legenda WNBA, Sylvia Fowles, masuk ke jajaran staf kepelatihan Portland Fire

Alex Sarama tidak akan bekerja sendirian. Ia dibantu legenda WNBA, Sylvia Fowles. Dua kali juara WNBA ini direkrut Portland Fire sebagai asisten pelatih yang membantu mengembangkan para pemain dan mengembangkan strategi.

Fowles direkrut Alex Sarama sebagai asisten pelatih karena dipercaya memiliki leadership. Pengalaman MVP 2017 selama bermain di WNBA juga dianggap penting. Ini akan membantu tim dalam meningkatkan potensi para pemain muda Portland Fire.

5. Diperkuat roster muda berbakat dan bintang internasional

Portland Fire berhak mendapatkan sebelas unprotected player. Semuanya diambil dari beberapa tim WNBA melalui ekspansi draf. Untuk menghadapi musim perdananya, Fire telah memilih sejumlah pemain muda bertalenta. Dari hasil draf tersebut, mereka menggaet pemain macam Bridget Carleton dari Minnesota Lynx, Carla Leite dari Golden State Valkyries, dan Nika Muhl dari Seattle Storm.

Selain mendapatkan pemain muda dari ekspansi draf, Fire juga merekrut pemain-pemain internasional. Beberapa di antaranya adalah Karlie Samuelson, Teja Oblak, Kamiah Smalls, Megan Gustafson, dan Peyton Williams. Meski terbilang muda, skuad Fire tetap memiliki pengalaman bermain basket di kancah internasional.

6. Memiliki pusat pelatihan olahraga dual-sports pertama di dunia

Portland Fire memiliki pusat pelatihan supermewah. RAJ Sports telah membangun dual-sports pertama di dunia. Fire akan berbagi fasilitas canggih ini dengan Portland Thorns FC, tim sepak bola perempuan di bawah RAJ Sports.

Markas resmi Fire sendiri berada di arena yang sama dengan tim NBA, Portland Trail Blazers. Meski begitu, Fire bukanlah sister team dari Blazers. Sebab, kedua tim tidak bernaung dalam manajemen yang sama. Mereka berbeda kepemilikan.

Kembalinya Portland Fire ke WNBA tidak bisa dianggap sebagai kebaruan. Fire justru lahir untuk membangkitkan kultur olahrga melalui tim basket putri yang telah lama hilang di Portland. Kehadirannya di panggung WNBA patut dinantikan dan dirayakan, terutama bagi mereka yang mendukung basket perempuan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Related Articles

See More