3 Fakta Ngeri Jelang Bayern vs PSG: Duel Mesin Gol di Munich

- Laga Bayern Munich vs PSG di leg kedua semifinal Liga Champions jadi penentuan, setelah PSG unggul 5-4 di pertemuan pertama.
- Kedua tim mencetak sejarah sebagai dua klub pertama yang menembus 40 gol lebih dalam satu musim Liga Champions.
- Harry Kane samai rekor Lionel Messi dengan 13 gol musim ini, sementara Luis Enrique jadi pelatih tercepat raih 50 kemenangan di Liga Champions.
Jakarta, IDN Times - Laga hidup mati akan tersaji saat Bayern Munich menjamu Paris Saint-Germain (PSG) pada leg kedua semifinal Liga Champions, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB. Die Roten wajib membalikkan defisit usai takluk secara dramatis 4-5, pada pertemuan pertama di Paris.
Duel di Allianz Arena ini diprediksi akan kembali menghadirkan tontonan permainan eksplosif dari kedua kesebelasan. Maklum saja, kedua raksasa Eropa ini tercatat sebagai dua tim paling produktif urusan membobol gawang lawan musim ini.
1. Dua mesin gol termoncer di sejarah Liga Champions
Pertemuan ini menjadi sejarah baru, ada dua tim yang sukses mencetak 40 gol atau lebih untuk pertama kalinya dalam satu musim Liga Champions. PSG memimpin dengan 43 gol dari 15 laga, dibuntuti Bayern yang mengemas 42 gol hanya dari 13 pertandingan.
Bahkan, kedua tim ini hanya butuh sedikit tambahan gol lagi untuk memecahkan rekor gol terbanyak dalam satu musim sepanjang sejarah kompetisi. Saat ini, rekor absolut masih dipegang oleh skuad legendaris Barcelona pada musim 1999/00, dengan torehan 45 gol.
2. Harry Kane samai rekor gila Lionel Messi
Bomber Bayern, Harry Kane, menjadi sorotan utama karena berada dalam performa tersuburnya dengan torehan 13 gol di Liga Champions musim ini. Kane selalu mencetak gol dalam enam laga terakhirnya secara beruntun, sebuah rekor baru bagi pemain asal Inggris.
Impresifnya, Kane telah mencetak 53 gol dari 69 penampilan perdananya di Liga Champions. Rekor tersebut membawanya sejajar dengan pencapaian megabintang Argentina, Lionel Messi.
Hanya ada dua striker yang mampu mencetak gol lebih banyak dari Kane dalam 70 laga awal mereka di kompetisi ini. Mereka adalah Erling Haaland (57 gol dalam 58 laga) dan legenda Belanda, Ruud van Nistelrooy (55 gol dalam 70 laga).
3. Rekor istimewa Luis Enrique
Di kubu tamu, kemenangan 5-4 pada leg pertama tak hanya mendekatkan PSG ke final, tetapi juga mengukir rekor pribadi bagi sang pelatih, Luis Enrique. Juru taktik asal Spanyol itu mencatatkan kemenangan ke-50 di Liga Champions sebagai pelatih hanya dalam 77 pertandingan.
Catatan fantastis ini resmi menahbiskan Enrique sebagai pelatih tercepat yang mencapai 50 kemenangan di sejarah kompetisi. Ia melewati rekor sebelumnya yang dipegang oleh kompatriot senegaranya, Pep Guardiola, yang butuh 79 laga.
















