Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Eks Pelatih Klub Eropa yang Kini Menangani Timnas Negara Asia

Roberto Mancini (instagram.com/saudint)
Roberto Mancini (instagram.com/saudint)

Kualitas negara-negara Asia di dunia sepak bola terus meningkat. Beberapa timnas negara Asia sudah bisa bersaing dengan negara Eropa, Amerika Selatan, dan Afrika. Salah satunya tentu karena makin banyak pemain Asia yang berkarier di klub-klub Eropa.

Selain itu, perkembangan kualitas sepak bola Asia tentu tak lepas dari faktor pelatih. Beberapa timnas negara Asia kini tak segan mengontrak pelatih ternama demi mengangkat prestasi. Contohnya ada pada kelima pelatih berikut yang sebelumnya pernah menangani klub-klub Eropa, kini membesut tim nasional negara Asia. Siapa saja mereka?

1. Roberto Mancini tangani Timnas Arab Saudi dengan status pelatih termahal dunia

Roberto Mancini (instagram.com/saudint)
Roberto Mancini (instagram.com/saudint)

Pertama, ada Roberto Mancini, pelatih yang pernah sukses bersama Inter Milan dan Manchester City. Ia juga adalah nakhoda Timnas Italia saat menjuarai Piala Eropa 2020. Setelah meninggalkan Gli Azzurri, Mancini segera didapuk sebagai pelatih Timnas Arab Saudi pada Agustus 2023.

Demi memakai jasa Mancini, Timnas Arab Saudi memberikan gaji 25 juta euro atau Rp420 miliar per tahun. Nilai itu membuat Mancini jadi pelatih dengan gaji terbesar di dunia saat ini. Tentu, nominal masif tersebut juga disertai tuntutan kepada Mancini untuk berprestasi.

Hasilnya, Arab Saudi sempat nihil kemenangan dalam empat laga perdana di bawah Mancini. Namun, mereka perlahan mulai bangkit. Mancini baru saja membawa Arab Saudi memenangi dua laga perdana Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

2. Carlos Queiroz pernah melatih klub-klub Eropa dan beberapa timnas

Carlos Queiroz (instagram.com/qfa)
Carlos Queiroz (instagram.com/qfa)

Carlos Queiroz juga sedang menangani timnas negara Timur Tengah, yaitu Qatar. Queiroz menjabat sejak Februari 2023 lalu sebagai pengganti Felix Sanchez. Sanchez dilepas setelah tak mampu membawa Qatar melangkah jauh di Piala Dunia 2022 meski menjadi tuan rumah.

Queiroz sendiri adalah pelatih asal Portugal yang sarat pengalaman. Di Eropa, ia pernah membesut Sporting Lisbon dan Real Madrid. Queiroz juga sempat menjadi asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United. Plus, ia pernah melatih beberapa timnas, termasuk Portugal, Iran, dan Kolombia.

Di Timnas Qatar, Queiroz diberi kontrak hingga 2026. Ia tentu ditargetkan untuk meloloskan Qatar ke Piala Dunia 2026 dan berprestasi. Sejauh ini, Queiroz sudah memimpin Qatar dalam 12 laga. Hasilnya, Qatar 5 kali menang, 2 kali seri, dan 5 kali kalah.

3. Paulo Bento bawa Timnas UEA menangi lima laga perdana setelah mulai menjabat

Paulo Bento (instagram.com/uae.nt)
Paulo Bento (instagram.com/uae.nt)

Pelatih yang satu ini juga berasal dari Portugal. Paulo Bento adalah pelatih yang membawa Timnas Korea Selatan ke babak 16 besar Piala Dunia 2022. Namun, karier kepelatihan Bento sudah dimulai sejak 2004. Ia juga pernah sukses saat menangani dua klub Eropa, Sporting Lisbon dan Olympiacos.

Bento meninggalkan Timnas Korea Selatan usai Piala Dunia 2022. Ia lalu berlabuh di timnas negara Asia lain, Uni Emirat Arab (UEA). Ternyata, Bento sukses mengawali kepemimpinannya di Timnas UEA dengan impresif. UEA dibawanya menyapu bersih lima laga di semua ajang dengan kemenangan.

4. Jurgen Klinsmann gantikan Paulo Bento sebagai pelatih Korea Selatan

Jurgen Klinsmann (instagram.com/j_klinsmann)
Jurgen Klinsmann (instagram.com/j_klinsmann)

Ada pula Jurgen Klinsmann, eks striker asal Jerman yang melegenda selama bermain. Setelah gantung sepatu, Klinsmann langsung ditunjuk jadi pelatih Timnas Jerman pada 2004–2006. Hasilnya, Jerman dibawanya jadi juara ketiga di Piala Dunia 2006.

Belakangan, karier Klinsmann berlanjut bersama beberapa klub dan timnas. Berturut-turut, ia mengasuh Bayern Munich, Timnas Amerika Serikat, dan terakhir Hertha Berlin. Setelah meninggalkan Hertha pada 2020, Klismann sempat vakum melatih.

Pada Februari 2023, Klinsmann turun gunung. Ia menerima jabatan pelatih Timnas Korea Selatan menggantikan Paulo Bento. Sejak itu, Klinsmann telah memimpin Korea Selatan dalam sepuluh laga. Hasilnya, 5 partai pertama gagal dimenangkan, tetapi 5 laga berikutnya disapu bersih.

5. Hector Cuper menjabat pelatih Timnas Siria setelah lama meninggalkan Eropa

Hector Cuper (instagram.com/syrianfa)
Hector Cuper (instagram.com/syrianfa)

Satu nama lagi adalah Hector Cuper, pelatih yang populer di Eropa medio akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Saat itu, Cuper menangani klub-klub Eropa seperti Real Mallorca, Valencia, dan Inter Milan. Ia sukses membawa mereka bersaing jadi juara di kancah domestik maupun Eropa.

Sayangnya, Cuper lebih sering menjadi runner-up bersama klub-klub tersebut. Ia pun sempat dijuluki pelatih spesialis runner-up. Sejak 2013, Cuper sudah tak pernah berkarier di Eropa lagi. Kini, pelatih asal Argentina itu sedang menangani Timnas Siria.

Cuper mulai menjabat jadi pelatih Timnas Siria sejak Februari 2023. Sejauh ini, ia sudah memimpin mereka dalam delapan laga. Hasilnya masih naik turun. Siria meraih 3 kemenangan, 1 hasil imbang, dan 4 kekalahan.

Kualitas lima pelatih di atas sudah tak perlu diragukan. Mereka pernah melatih klub-klub Eropa, bahkan beberapa sukses meraih trofi. Namun, kini mereka mendapat tantangan baru bersama timnas negara Asia. Mampukah mereka membawa tim asuhannya berprestasi?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Peter Eduard
EditorPeter Eduard
Follow Us

Latest in Sport

See More

Erick Thohir Bungkam Ditanya Isu Olahraga: Baru Ngantor Sehari

02 Jan 2026, 20:19 WIBSport