Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Adik Rossi Prediksi Cuma Bagnaia yang Bisa Jadi Kryptonite Marquez

pecco.JPG
Francesco Bagnaia pada sesi practice di Sirkuit Mandalika, Jumat (3/10/2025). (IDN Times/Linggauni)

Jakarta, IDN Times - Persaingan di MotoGP musim 2026 menjadi salah satu yang dinantikan para penggemar. Hal serupa juga jadi perhatian para pembalap karena terus memetakan peta persaingan yang semakin ketat.

Pembalap Honda, Luca Marini, merasa musim depan masih akan didominasi para pembalap beken. Marc Marquez, menurut Marini, masih jadi calon juara di musim 2026. Namun, beda dengan musim lalu, Marini merasa Marquez akan mendapatkan tantangan berat dari rekan setimnya di Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia.

1. Bagnaia jadi satu-satunya penantang Marquez

Marini merasa Bagnaia masih menjadi pesaing terberat buat Marquez, meski musim 2025 berakhir buruk buatnya. Bahkan, adik Valentino Rossi itu yakin cuma Bagnaia yang bisa menjadi kryptonite (batu yang melemahkan Superman) atau menandingi The Baby Alien.

"Kita lihat bagaimana musim depan, tetapi saya rasa Pecco akan punya peluang bagus untuk menebus diri. Pasti luar biasa melihatnya kembali bertarung, karena untuk saat ini dialah satu-satunya yang setara dengan Marc," kata Marini mengutip Motosan.

2. Marquez gak tertandingi musim lalu

Musim 2025, Marc Marquez keluar sebagai juara dunia. Keberhasilan ini membawanya menyamai rekor Valentino Rossi. Memang, sepanjang musim 2025, Marquez benar-benar dominan. Dia susah dikejar, bahkan ketika absen karena cedera lengan, Marquez bisa dengan tenang beristirahat karena jarak poinnya yang sangat jauh.

Kondisi ini, menurut Marini, terjadi karena Marquez didukung racikan motor terbaik ala Desmosedici GP25. Dengan tunggangan yang prima dan adaptasi cepat, Marquez jadi begitu susah untuk dihentikan.

"Marc sangat kuat dan memiliki motor terbaik. Jadi, jelas dia menang," kata Marini.

3. Ketika Marquez meledak, Bagnaia malah jadi ampas

Ketika Marquez meledak, Bagnaia benar-benar kesulitan. Sejak seri Mandalika pada Oktober 2025, Bagnaia susah melesat ke grid terdepan. Dia selalu tercecer dan susah memacu motornya, bahkan finis sudah menjadi pencapaian terbaiknya.

Bagnaia mengakui, musim 2025 menjadi yang terburuk buatnya. Tapi, dia merasa memetik pelajaran berharga.

"Saya tidak tahu. Jujur saja, sangat jelas musim ini saya lebih banyak mengalami hal buruk daripada baik. Setelah empat musim terakhir, hasil buruk yang ada buat saya adalah finis ketiga. Tapi, sekarang saya kesulitan menerima kenyataan musim ini," kata Pecco mengutip Motorsport.

"Sepanjang musim saya sudah melakukan pekerjaan terbaik yang bisa dilakukan bersama tim, berusaha memahami dan beradaptasi dengan motor 2025. Tapi, sayangnya saya tidak berhasil. Karena itu saya sangat kesulitan," lanjutnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More

Chelsea Incar Liam Rosenior, Suksesor Maresca Fans MU

02 Jan 2026, 18:22 WIBSport