Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Hal Menarik Saat Italia Permalukan Swiss di Grup A Piala Eropa 2020 

5 Hal Menarik Saat Italia Permalukan Swiss di Grup A Piala Eropa 2020
Timnas Italia (en.as.com)

Italia menjadi tim pertama di Piala Eropa 2020 yang memastikan tempat di babak 16 besar. Hal itu setelah Gli Azzurri mempermalukan Swiss dengan skor 3-0. Dua gol dari Manuel Locatelli dan satu gol tambahan dari Ciro Immobile memastikan tiga poin untuk Azzurri.

Mereka akan menghadapi runner-up Grup C di babak berikutnya jika mereka menjadi juara grup A. Italia tampil luar biasa di laga kedua kali ini. Sempat diganggu dengan cederanya Giorgio Chiellini, Italia tetap percaya diri. Ada beberapa catatan menarik dari laga yang berlangsung pada Kamis (17/6) dini hari waktu Indonesia ini. Check it out!

1. Manuel Locatelli menjadi bintang kemenangan Italia

Manuel Locatelli (skysports.com)
Manuel Locatelli (skysports.com)

Dari semua pemain bintang yang bermain untuk Italia dalam pertandingan ini, Manuel Locatelli mencuri perhatian dengan dua golnya yang tak terduga. Golnya membantu tuan rumah mengamankan kemenangan lagi dan lolos ke babak 16 besar. Pemain muda ini sebelumnya baru mencetak 1 gol untuk Italia dari 11 pertandingan.

Dalam laga menghadapi Swiss, ia menunjukkan kemampuan penyelesaian akhir yang mematikan. Locatelli memecah kebuntuan dengan sebuah sentuhan sederhana setelah menerima umpan Domenico Berardi. Dia melengkapi brace-nya dengan upaya spektakuler dari jarak sekitar 25 yard di babak kedua.

2. Giorgio Chiellini mengalami cedera

Giorgio Chiellini (football365.com)
Giorgio Chiellini (football365.com)

Meskipun tidak ada yang serius, Giorgio Chiellini diganti hanya 24 menit saat melawan Swiss karena mengalami cedera hamstring. Tidak diragukan lagi jika itu adalah kerugian besar bagi Azzurri, meskipun penggantinya Francesco Acerbi bisa mengisi kekosongan.

Chiellini sekarang akan diperiksa menjelang pertandingan grup terakhir melawan Wales. Setelah kemenangan ini, Italia sudah lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup.

Skuad Roberto Mancini secara matematis tak tergoyahkan untuk tiga tim lainnya. Jadi Chiellini mungkin tidak akan diperlukan untuk pertandingan terakhir mereka dan bisa diistirahatkan.

3. Pergantian Swiss hampir berhasil, tetapi tidak membuahkan gol

Potret Italia menghadapi Swiss (twitter.com/yeniacikcom)
Potret Italia menghadapi Swiss (twitter.com/yeniacikcom)

Pelatih kepala Swiss, Vladimir Petkovic, mengandalkan duet penyerang Breel Embolo dan Haris Seferovic. Seferovic sempat memiliki peluang, namun gagal menjadikannya gol. Dia hanya membuat 13 sentuhan pada bola di babak pertama.

Hal ini mendorong Petkovic menggantikan Seferovic dengan Mario Gavranovic di babak kedua dan pergantian ini hampir berhasil. Pemain berusia 31 tahun itu sangat proaktif, mundur membantu pertahanan dan mencoba membongkar pertahanan Italia. Namun, mereka tidak bisa menjadikan banyak peluang untuk mencetak gol.

4. Peran Chiesa untuk Italia patut dipertanyakan

Federico Chiesa (juvefc.com)
Federico Chiesa (juvefc.com)

Pada pertandingan pertama melawan Turki, Chiesa masuk sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir. Dia sempat menunjukkan beberapa aksi menarik. Namun, itu juga tidak menjamin tempat utama untuk pertandingan melawan Swiss. Dia kembali masuk menggantikan Insigne pada menit ke-69.

Dia bermain di belakang Immobile saat Italia beralih ke ke formasi 5-3-2. Meski terlihat berbahaya, Chiesa menyia-nyiakan peluang bagus untuk mencetak gol dengan tendangannya melebar pada menit ke-75.

Itu bukan pertanda baik bagi Chiesa, yang seharusnya menjadi pemain kunci dalam tim Mancini. Mungkin penampilannya akan dibutuhkan dalam pertandingan knock-out yang krusial.

5. Semua tim harus waspada, Italia kembali tampil garang

Timnas Italia (en.as.com)
Timnas Italia (en.as.com)

Performa Italia sebenarnya sedikit menurun dari pertandingan pembuka melawan Turki. Namun Azzurri mengalahkan Swiss tanpa bersusah payah. Hal ini mengirim pesan yang tidak baik untuk semua peserta Piala Eropa 2020. Roberto Mancini telah melakukan keajaibannya dengan tim ini.

Bahkan ketika permainan menyerang mereka tampak meragukan, tuan rumah memanfaatkan ruang di sayap untuk membuka pertahanan Swiss. Mereka bertahan dengan baik saat melawan serangan balik. Italia sukses membangun kembali tim setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2018. Mereka kini mencetak 31 gol di semua kompetisi tanpa kebobolan.

 

Performa Italia memang begitu luar biasa dalam beberapa pertandingan terakhir. Dengan skuad yang mumpuni, kini mereka menjadi kandidat kuat juara Piala Eropa 2020.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Robertus Ari
EditorRobertus Ari
Follow Us

Latest in Sport

See More

Raymond/Joaquin Tersingkir dari BAC 2026 Usai Kalah Dramatis

08 Apr 2026, 16:08 WIBSport