Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Klub EPL yang Paling Sering Terdegradasi Sepanjang Sejarah

Ilustrasi Stadion
Ilustrasi Stadion. (pexels.com/Juan Salamanca)
Intinya sih...
  • Norwich City terdegradasi 6 kali sejak 1992, sering langsung turun setelah promosi, finis ketiga pada debut Premier League.
  • West Bromwich Albion terdegradasi 5 kali sejak 1992/1993, bertahan delapan musim di Premier League sebelum kembali terdegradasi.
  • Leicester City terdegradasi 5 kali sejak 1992/1993, menjuarai Premier League musim 2015/2016.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Premier League resmi digelar pada 20 Februari 1992 sebagai bentuk evolusi dari Football League yang telah berdiri sejak 1888. Selama lebih dari satu abad, Football League menjadi kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris sekaligus liga tertua di dunia, sebelum akhirnya bertransformasi menjadi Premier League.

Sejak era Premier League dimulai 1992, Manchester United menjadi klub tersukses dengan koleksi 13 gelar juara. Namun, tak semua klub menikmati kejayaan. Di balik gemerlap persaingan papan atas, sejumlah tim justru kerap harus turun kasta. Lantas, siapa saja klub yang paling sering terdegradasi sejak Premier League bergulir? Berikut tujuh klub Premier League yang paling sering terdegradasi tersebut.

1. Norwich City tercatat sebagai klub yang paling sering terdegradasi dengan total enam kali turun kasta sejak 1992

Norwich City menjadi klub yang paling sering terdegradasi dari Premier League sejak kompetisi dimulai pada 1992, dengan total enam kali turun kasta. The Canaries mengalami degradasi pada musim 1994/1995, 2004/2005, 2013/2014, 2015/2016, 2019/2020, dan 2021/2022. Menariknya, Norwich kerap langsung terdegradasi hanya semusim setelah promosi, sehingga lekat dengan julukan yo-yo club. Padahal, pada musim debut Premier League 1992/1993, Norwich sempat mencatat prestasi impresif dengan finis di posisi ketiga klasemen akhir, yang hingga kini masih menjadi pencapaian terbaik mereka di era Premier League.

2. West Bromwich Albion telah terdegradasi dari Premier League sebanyak lima kali sejak 1992/1993

West Bromwich Albion tercatat telah terdegradasi dari Premier League sebanyak lima kali sejak era kompetisi modern dimulai pada musim 1992/1993. Klub berjuluk The Baggies ini mengalami degradasi pada musim 2002/2003, 2005/2006, 2008/2009, 2017/2018, dan 2020/2021. Meski kerap naik turun kasta dan sering mendapat label yo-yo club, West Brom sempat menikmati periode stabil dengan bertahan delapan musim beruntun di Premier League antara 2010 hingga 2018, sebelum kembali terdegradasi. Data ini menjadikan West Brom sebagai salah satu klub dengan jumlah degradasi terbanyak dalam sejarah Premier League.

3. Leicester City lima kali terdegradasi dan berhasil menjuarai Premier League musim 2015/2016

Selain West Bromwich Albion, Leicester City juga terdegradasi dari Premier League sebanyak lima kali sejak era kompetisi modern dimulai pada 1992/1993. The Foxes mengalami degradasi pada musim 1994/1995, 2001/2002, 2003/2004, 2022/2023, dan 2024/2025. Catatan ini membuat Leicester kerap disebut sebagai salah satu yo-yo club di Inggris. Meski mereka pernah menorehkan pencapaian luar biasa dengan menjuarai Premier League musim 2015/2016. Kontras antara prestasi puncak dan frekuensi degradasi tersebut menjadikan Leicester City sebagai salah satu klub paling unik dalam sejarah Premier League.

4. Burnley terdegradasi sebanyak empat kali sejak era kompetisi modern dimulai pada musim 1992/1993

Burnley telah terdegradasi sebanyak empat kali sejak era kompetisi modern dimulai pada musim 1992/1993. Klub berjuluk The Clarets ini mengalami degradasi pada musim 2009/2010, 2014/2015, 2021/2022, dan 2023/2024. Burnley dikenal sebagai klub yang kerap naik turun antara Premier League dan Championship. Meski begitu, mereka sempat mencatat periode stabil di kasta tertinggi, termasuk finis di posisi ketujuh pada musim 2017/2018 yang mengantarkan mereka ke kompetisi Eropa. Catatan tersebut menempatkan Burnley sebagai salah satu klub dengan jumlah degradasi terbanyak dalam sejarah Premier League.

5. Middlesbrough empat kali terdegradasi dari Premier League sejak kompetisi ini dimulai pada musim 1992/1993

Middlesbrough juga masuk dalam daftar dengan empat kali terdegradasi dari Premier League sejak kompetisi ini dimulai pada musim 1992/1993. Mereka turun kasta pada musim 1992/1993, 1996/1997, 2008/2009, dan 2016/2017 setelah gagal mempertahankan posisi di papan bawah klasemen. Rekor ini menempatkan Middlesbrough sebagai salah satu yo-yo club di era Premier League yang berkali-kali naik ke liga atas, lalu kemudian turun kembali ke Championship.

6. Sunderland kembali ke kasta tertinggi pada 2025/2026 setelah empat kali terdegradasi

Sunderland telah terdegradasi dari Premier League sebanyak empat kali sejak kompetisi ini dimulai pada musim 1992/1993. Berdasarkan daftar musim yang dicatat klub di liga teratas Inggris, Sunderland turun kasta pada musim 1996/1997, 2002/2003, 2005/2006, dan 2016/2017 setelah finis di posisi zona degradasi. Rekor ini menempatkan mereka sebagai salah satu klub dengan jumlah degradasi terbanyak di era Premier League. Mereka sering naik turun antara Premier League dan divisi di bawahnya sebelum akhirnya kembali ke kasta tertinggi pada 2025/2026 melalui playoff Championship.

7. Watford menunjukkan tren naik-turun antara Premier League dan Championship setiap kali mereka promosi ke kasta tertinggi

Watford mencatat empat kali terdegradasi dari Premier League sejak kompetisi ini dimulai pada musim 1992/93. Klub yang dijuluki The Hornets ini turun kasta pada musim 1999/2000, 2006/2007, 2019/2020, dan 2021/2022, menunjukkan tren naik-turun antara Premier League dan Championship setiap kali mereka promosi ke kasta tertinggi. Data ini menempatkan Watford sebagai salah satu klub dengan jumlah degradasi terbanyak di era Premier League modern.

Data di atas menunjukkan bahwa kerasnya persaingan Premier League tidak hanya menguji kekuatan finansial dan kualitas skuad, tetapi juga konsistensi jangka panjang sebuah klub. Norwich City, West Bromwich Albion, hingga Watford menjadi contoh nyata bagaimana promosi ke kasta tertinggi belum tentu berujung stabilitas, bahkan sering kali diikuti degradasi pada musim berikutnya. Fenomena klub yo-yo ini menegaskan bahwa bertahan di Premier League membutuhkan fondasi yang jauh lebih kuat daripada sekadar lolos dari Championship.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More

6 Pemain Paling Diandalkan Liam Rosenior di RC Strasbourg

07 Jan 2026, 22:14 WIBSport