Penyerang Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, bereaksi saat terjatuh ke lapangan di samping bek Inggris bernomor punggung 25, Djed Spence, selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 16 Juli 2026. (AFP/Jewel Samad)
Sebelum era keemasan ini tiba, seragam tempur La Albiceleste seolah menjadi kutukan bagi Messi. Ia harus menelan kenyataan pahit di empat partai puncak turnamen mayor. Kutukan itu bermula ketika Argentina dipermalukan Brasil 0-3 di final Copa America 2007.
Puncak penderitaannya terjadi secara beruntun ketika Argentina kalah 0-1 dari Jerman di final Piala Dunia 2014. Lalu, disusul dua kekalahan adu penalti dari Chile di Copa America 2015 dan 2016.
Rentetan hasil tragis itu akhirnya meruntuhkan mental sang megabintang. Ia pun mengeluarkan pernyataan mengejutkan untuk gantung sepatu dari karier internasionalnya.
"Bagi saya, timnas sudah berakhir, saya sudah melakukan semampu saya, menyakitkan tidak menjadi juara. Sudah empat final, saya sudah mencoba, jadi saya pikir sudah selesai," kata Messi selepas dibekuk Chile di final Copa America 2016 lalu, dikutip dari BBC.