Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
APLN Bawa Talenta Muda Indonesia Masuk 16 Besar Ajang Sepak Bola Dunia
Wakili APLN Indonesia, Bandung Legend tembus 16 besar ajang sepak bola dunia. (Dok. APLN)
  • Bandung Legend mewakili APLN Indonesia mencapai babak 16 besar U-12 Junior Soccer World Challenge di Chiba, Jepang, setelah lolos dari kualifikasi Asia Tenggara di Jakarta.

  • Di Grup A, Bandung Legend meraih tiga kemenangan, termasuk atas Hokkaido Consadole Sapporo U-12 EAST dan Ageo Asahi FC, sebelum kalah 0-3 dari Mazda GB FC.

  • APLN menilai kompetisi internasional memberi pengalaman langsung, kepercayaan diri, dan akses pembelajaran bagi talenta muda Indonesia untuk berkembang sejak usia dini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bandung Legend dari Indonesia bermain sepak bola di Jepang. Mereka ikut lomba dunia untuk anak umur 12 tahun. Mereka menang tiga kali di grup dan masuk 16 besar. Lalu mereka kalah 0-3 dari Mazda GB FC dari Laos. APLN membantu mereka pergi. Sekarang para pemain punya pengalaman main dengan banyak tim dari negara lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) mengantarkan talenta muda Indonesia menembus babak 16 besar kompetisi sepak bola usia muda tingkat dunia di Chiba, Jepang, pada 21 sampai 24 Agustus 2026.

Pencapaian tersebut merupakan kelanjutan dari Agung Podomoro Land Cup U-12 Junior Soccer World Challenge 2026 South East Asia Qualifier yang sebelumnya digelar di Jakarta pada Juni 2026.

Sebagai finalis Agung Podomoro Land Cup 2026, Mazda GB FC dari Laos dan Bandung Legend dari Indonesia berhak melanjutkan perjalanan ke putaran utama kompetisi di Jepang. Bandung Legend membawa nama APLN Indonesia.

1. Jadi pengalaman berharga bagi pemain muda Indonesia

Wakili APLN Indonesia, Bandung Legend tembus 16 besar ajang sepak bola dunia. (Dok. APLN)

Presiden Direktur APLN Bacelius Ruru mengatakan, pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi para pemain muda Indonesia. Ada sesuatu yang baru mereka dapatkan.

Keberhasilan menembus babak 16 besar bukan semata-mata soal hasil. Para pemain mendapatkan kesempatan untuk merasakan langsung atmosfer kompetisi sepak bola di level dunia.

“Bagi kami, kesempatan bertanding dalam kompetisi yang mempertemukan 40 tim, termasuk sejumlah akademi dan tim usia muda dari klub-klub besar dunia, memberikan pengalaman yang sulit diperoleh hanya melalui latihan di dalam negeri,” ujar Ruru dalam keterangan resminya.

2. Bandung Legend raih tiga kemenangan di fase grup

Wakili APLN Indonesia, Bandung Legend tembus 16 besar ajang sepak bola dunia. (Dok. APLN)

Mewakili APLN Indonesia, Bandung Legend tergabung di Grup A bersama Hokkaido Consadole Sapporo U-12 EAST, Ageo Asahi FC, dan Nara Club Junior. Tim muda Indonesia tersebut mengawali turnamen dengan hasil positif dan berhasil meraih tiga kemenangan di fase grup.

Mereka sukses mengalahkan Hokkaido Consadole Sapporo U-12 EAST dengan skor 3-1 serta menundukkan Ageo Asahi FC 2-1. Hasil tersebut mengantarkan Agung Podomoro Land Indonesia melaju ke babak 16 besar.

Di fase gugur, Bandung Legend menghadapi Mazda GB FC, lawan mereka di final Agung Podomoro Land Cuo 2026. Namun, perjalanan tim harus terhenti setelah kalah dengan skor 0-3.

Turnamen ini mempertemukan tim-tim dari berbagai negara, beberapa di antaranya adalah FC Barcelona Academy Japan Selection, Gamba Osaka Junior, Kashima Antlers Junior, Urawa Red Diamonds Junior, dan Cerezo Osaka U-12.

3. Pentingnya membuka akses kompetisi internasional

Wakili APLN Indonesia, Bandung Legend tembus 16 besar ajang sepak bola dunia. (Dok. APLN)

Ruru menilai perjalanan dari Jakarta hingga Jepang menunjukkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk menciptakan akses yang lebih luas bagi talenta muda Indonesia agar dapat berkompetisi di panggung internasional sejak usia dini.

“Setiap kesempatan bertanding di level internasional merupakan proses pembelajaran. Kami berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan kepercayaan diri dan semangat para pemain untuk terus berkembang, sekaligus menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam mengejar mimpi,” kata Ruru.

U-12 Junior Soccer World Challenge merupakan salah satu ajang sepak bola usia muda bergengsi di Asia yang mempertemukan talenta-talenta muda dari berbagai negara, termasuk akademi klub-klub elite dunia.

Sejumlah pemain yang pernah tampil di turnamen ini kemudian berkembang menjadi pesepak bola profesional dan memperkuat tim nasional. Di antaranya Lamine Yamal, Takefusa Kubo, Gavi, Pau Cubarsí, dan Xavi Simons.

Selain itu, turnamen tersebut juga pernah diikuti akademi dari sejumlah klub besar Eropa, seperti FC Barcelona, Manchester City, Liverpool, dan Arsenal.

Editorial Team

Related Article