Lewat Insentif Pemain Muda, I.League Ingin Ciptakan Lamine Yamal

- I.League mendorong klub Indonesia melahirkan talenta muda seperti Lamine Yamal melalui insentif ekstra bagi klub yang memberi menit bermain kepada pemain muda.
- Regulasi wajib U-23 di Super League dihapus musim ini dan diganti dana tambahan di luar subsidi Rp27 miliar, berdasarkan penggunaan pemain muda secara gradual.
- Insentif akan semakin besar untuk pemain berusia lebih muda. Super League pernah memiliki debutan muda seperti Ronaldo Kwateh dan Arkhan Kaka, tetapi belum menyamai torehan Yamal.
Jakarta, IDN Times - Lamine Yamal adalah sebuah sensasi di Spanyol dan Eropa. Sensasinya tak cuma terasa di Benua Biru, tetapi sampai melebar ke Indonesia dan dirasakan I.League.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mendorong klub-klub Indonesia menciptakan pemain macam Lamine Yamal. Alhasil, ada sebuah aturan berupa insentif bagi klub-klub yang memainkan pemain muda.
"Benchmark golden age pemain sudah bergeser ya. Kita lihat yang namanya Dony Tri Pamungkas masih 20 tahun, tapi Lamine Yamal lebih muda. Nah kita kepengen punya Lamine-Lamine yang lain juga sehingga kita memberikan insentif yang betul-betul ekstra," ujar Ferry kepada awak media.
1. Hapus regulasi U-23, berikan insentif

I.League menggelar RUPS PT Liga Indonesia Baru (LIB). (IDN Times/Sandy Firdaus) Ferry mengungkapkan, insentif bagi klub-klub Super League yang memainkan pemain muda itu ada. Mereka akan dapat dana tambahan di luar dana subsidi Rp27 miliar. Sebagai gantinya, regulasi U-23 dihapus.
"Pemain U-23 memang kami hapuskan per musim ini. Penggantinya akan diberikan insentif melebihi dari insentif biasa bagi klub-klub yang menggunakan pemain dengan menit bermain secara gradual," ujar Ferry.
2. Semakin muda, semakin besar insentif yang diberikan

I.League menggelar RUPS PT Liga Indonesia Baru (LIB). (IDN Times/Sandy Firdaus) Ferry mengungkapkan, pemain muda yang dimaksud di sini masih berkisar di bawah usia 23 tahun (U-23). Namun, semakin muda pemain yang dimainkan, makin besar insentif yang didapat.
"Semakin muda, semakin besar insentif yang akan kami berikan.Nah, kenapa ini kami lakukan? Karena memang kalau melihat benchmark dari klub-klub di luar, sekarang usia emasnya sudah betul-betul bergeser," ujar Ferry.
3. Akankah ada Lamine Yamal di Super League?

Pemain Barcelona, Lamine Yamal. (Dok. LaLiga) Yamal mencatatkan debut untuk Barcelona pada April 2023 saat usianya menginjak 15 tahun 9 bulan 16 hari. Yamal mencatatkan 152 penampilan bersama Barcel dengan koleksi 49 gol dan 15 assist.
Tak cuma di klub, Yamal juga sudah merasakan panggilan Timnas Spanyol senior. Dia sudah menorehkan 33 penampilan, sukses meraih Euro dan Piala Dunia dalam rentang waktu 2024 sampai 2026.
Di Super League, sempat ada pemain-pemain yang debut di usia muda macam Ronaldo Kwateh dan Arkhan Kaka. Namun, memang belum ada yang mampu menyamai torehan Lamine Yamal.





















