Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kisah Eks Manchester United: Rela Tak Digaji Demi Bela Klub Masa Kecil

Kisah Eks Manchester United: Rela Tak Digaji Demi Bela Klub Masa Kecil
ilustrasi Sepak Bola (IDN Times/Mardya Shakti)
  • Ander Herrera kembali ke Real Zaragoza pada Juli 2026, 15 tahun setelah pergi, untuk mengakhiri karier di klub masa kecilnya yang kini bermain di divisi ketiga Spanyol.
  • Mantan pemain Manchester United dan PSG itu memilih tidak menerima gaji; seluruh upahnya akan disalurkan ke yayasan Zaragoza demi membantu kondisi finansial klub.
  • Herrera juga ingin membimbing pemain akademi Zaragoza, terutama soal kesabaran dan kematangan mental, agar tidak terburu-buru mengejar ekspektasi yang dipengaruhi media sosial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ander Herrera akhirnya memutuskan pulang kampung setelah malang melintang membela klub-klub raksasa. Keputusannya pulang kampung ini ternyata menghadirkan kisah yang cukup menyentuh.

Herrera pulang kampung demi membela klub masa kecilnya, Real Zaragoza, yang terjun ke Primera Federacion atau divisi ketiga Spanyol. Karena usianya yang sudah menginjak 37 tahun, Herrera jelas menjadikan Zaragoza sebagai pelabuhan terakhir sebelum gantung sepatu.

Mantan bintang Manchester United dan Paris Saint-Germain (PSG) itu ternyata rela bermain secara cuma-cuma tanpa menuntut bayaran sepeser pun dari klub. Berikut kisah Herrera yang kembali pulang ke Zaragoza setelah 15 tahun berkelana!

  1. 1. Pulang untuk akhiri penderitaan klub masa kecil

    Keputusan Herrera kembali ke Zaragoza per Juli 2026 bukanlah langkah untuk mencari ketenaran di pengujung karier. Dia merasa memiliki utang budi pada kota dan klub yang telah memberikannya kesempatan untuk berkembang menjadi pesepak bola profesional, sekaligus manusia seutuhnya.

    Zaragoza dulunya adalah klub elite. Mereka pernah menjuarai Piala Winners 1995 dengan mengalahkan Arsenal. Namun, krisis finansial membuat mereka terdegradasi dari LaLiga pada musim 2012/13 hingga akhirnya terus merosot ke kasta ketiga hingga saat ini.

    "Ini mungkin mimpi terakhir yang ingin saya wujudkan, kembali ke rumah, ke tempat di mana saya tumbuh besar. Di Spanyol, kami menyebutnya menutup lingkaran," kata Herrera kepada BBC.

  2. 2. Donasikan gaji ke yayasan klub

    Sadar akan kondisi finansial klub yang tak menentu, Herrera pun memutuskan untuk tidak mengambil kontrak bernilai uang. Seluruh gaji yang seharusnya dia terima akan didonasikan langsung ke yayasan milik klub.

    Pendapatannya selama membela klub-klub raksasa berhasil dikelola dengan sangat baik. Secara finansial, Herrera masih bisa hidup tenang tanpa mendapatkan upah dari Zaragoza.

    "Saya tidak butuh kontrak, saya punya karier yang sangat sukses dan saya telah menjaga uang saya. Saya merasa sangat bangga dan mendapat hak istimewa bisa berada di sini hanya untuk membantu klub, tim, dan kota saya," ujar pemain yang mengoleksi tiga caps Timnas Spanyol tersebut.

  3. 3. Siap tuntun pemain muda

    Selain berkontribusi di lapangan, Herrera juga memiliki misi untuk membimbing mental para pemain muda di akademi Zaragoza. Dia merasa prihatin melihat banyak talenta muda yang layu sebelum berkembang.

    Semua itu karena terlalu terobsesi dengan ekspektasi yang tidak realistis dari media sosial. Herrera ingin menularkan filosofi kesabaran agar pemain akademi tidak terburu-buru hengkang sebelum matang secara teknik dan mental

    "Anak muda sekarang ingin berlari terlalu cepat, jika Anda mengambil dua langkah sekaligus bukan satu, Anda bisa membuat kesalahan. Media sosial membuat kita hidup terlalu cepat dalam setiap aspek masyarakat," kata Herrera.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More