Kapten Argentina, Lionel Messi, merayakan gol ke gawang Mesir bersama rekan-rekannya dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026 (AFP / Thomas Coex)
Proses gol ketiga Argentina menjadi salah satu bahasan panas. Sebab gol Fernandez beraroma pelanggaran dan digugat oleh Mesir.
Ketika membangun serangan balik, ada indikasi Mohamed Salah dilanggar oleh Julian Alvarez di kotak penalti. Mesir merasa seharusnya dihadiahi penalti, karena prosesnya sama ketika gol kedua yang dicetak Mostafa Zico dianulir setelah Lisandro Martinez dilanggar terlebih dulu. Namun, yang terjadi adalah wasit Francois Letexier tak meninjau video assistant referee (VAR), menilai jatuhnya Salah adalah bentuk kesengajaan dengan intensi mengarah ke Alvarez, demi mencari penalti.
Di sinilah puncak kemarahan Mesir terjadi. Pelatih Hossam Hassan marah-marah di pinggir lapangan, protes keras tercipta, sampai asisten Hassan, Saafan El-Sagheer, diusir Letexier.
Gol ke-3.000 sepanjang sejarah Piala Dunia dianggap kontroversial oleh Mesir dan muncul dugaan laga sudah diatur atau berbau match fixing.
"Sial, pertandingan sudah di tangan kami, tapi malah terpeleset. Hal aneh terjadi di lapangan. Jika Argentina menang atas Mesir murni karena kemampuan sendiri, tentu perasaan kami akan sangat berbeda. Selamat, kalian sudah jadi juara Piala Dunia 2026," kata Zico, dilansir Fox Sport.
Bukan hanya Zico, Hassan juga merasa pertandingan sudah diatur. Menurut Hassan, FIFA lebih untung jika Argentina dan Messi bertahan di Piala Dunia 2026 karena nilai jual turnamen tetap tinggi.
"Kami terlihat lebih baik di segala lini dari juara bertahan. Tapi, hasilnya dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Mungkin, mereka mau menjaga juara bertahan di turnamen. Mungkin, mereka mau Messi bertahan dalam persaingan," ujar Hassan, dilansir ESPN.
Atas insiden ini, Mesir sampai melayangkan surat protes resmi kepada FIFA. Mereka meminta agar ada penjelasan yang diberikan terkait dianulirnya gol Zico, tak diberikannya pelanggaran atas insiden jatuhnya pemain Mesir sebanyak dua kali. Sudah ada klarifikasi yang diberikan kepada Mesir, jika Salah jatuh karena intensi berduel dengan Alvarez dan tarikan Alexis Mac Allister kepada Hamdy Fathy tak begitu berpengaruh.
Tetap saja, Mesir tak puas. Federasi Sepak Bola Mesir, EFA, mengirimkan surat kepada FIFA agar Letexier dibebastugaskan.