Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bantai Milan, Kiper Bournemouth Nganggur Sampai Kedinginan
ilustrasi kiper memegang bola (pixabay.com/phillipkofler)
  • AC Milan kalah 0-3 dari Bournemouth setelah Mike Maignan menerima kartu merah saat pertandingan baru berjalan 27 menit.

  • Michele Di Gregorio hampir tidak mendapat tekanan karena Milan gagal mencatatkan tembakan tepat sasaran sepanjang laga.

  • Di Gregorio menyebut clean sheet Bournemouth sebagai hasil kerja kolektif dan menyoroti gaya menyerang sepak bola Inggris.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (23/10/2026)

AC Milan melawat ke markas Bournemouth dalam lanjutan Liga Europa. Milan kalah 0-3.

27 menit

Mike Maignan menerima kartu merah saat pertandingan baru berusia 27 menit. Milan kemudian bermain dengan 10 orang.

90 menit

Michele Di Gregorio menghabiskan 90 menit pertandingan tanpa menghadapi tembakan tepat sasaran dari Milan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    AC Milan kalah 0-3 dari Bournemouth dalam lanjutan Liga Europa.
  • Who?
    AC Milan, Bournemouth, Mike Maignan, dan Michele Di Gregorio terlibat dalam pertandingan tersebut.
  • Where?
    Pertandingan berlangsung di markas Bournemouth.
  • When?
    Jumat (23/10/2026) dini hari WIB.
  • Why?
    Milan bermain dengan 10 orang setelah Mike Maignan menerima kartu merah dan gagal menciptakan tembakan tepat sasaran.
  • How?
    Bournemouth bermain agresif dan bertahan solid, sedangkan Milan kesulitan memberi tekanan ke gawang tuan rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

AC Milan kalah 0-3 dari Bournemouth di Liga Europa. Kiper Milan, Mike Maignan, mendapat kartu merah sehingga Milan bermain dengan 10 orang. Kiper Bournemouth, Michele Di Gregorio, tidak banyak bekerja karena Milan tidak membuat tembakan tepat sasaran. Ia memuji teman-temannya dan pertahanan Bournemouth.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemenangan Bournemouth memperlihatkan pentingnya kerja kolektif dalam menjaga pertahanan. Michele Di Gregorio menegaskan clean sheet bukan hasil kerja seorang kiper saja, melainkan dukungan rekan setim. Solidnya barisan belakang juga membuat Bournemouth mampu menghadapi Milan tanpa memberi banyak ruang untuk menciptakan tembakan tepat sasaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nasib tragis menimpa AC Milan saat melawat ke markas Bournemouth dalam lanjutan Liga Europa, Jumat (23/10/2026) dini hari WIB. Mereka dibuat tuan rumah menderita yang berakhir terbantai dengan skor 0-3.

Performa Rossoneri memang buruk, apalagi harus bermain dengan 10 orang akibat kiper Mike Maignan diganjat kartu merah saat duel baru berusia 27 menit. Kondisi itu membuat kiper Bournemouth, Michele Di Gregorio, seolah menganggur lantaran tak mendapat tekanan.

1. Kedinginan karena tak ada tembakan lawan

Berdiri di bawah mistar gawang dalam laga penting sekelas Liga Europa biasanya sangat menguras fisik dan mental. Namun, Di Gregorio justru menghabiskan 90 menit pertandingan laiknya seorang penonton VVIP yang menyaksikan laga di atas lapangan langsung.

Lini serang Milan benar-benar mati kutu oleh rapatnya barisan pertahanan The Cherries. Pasukan Ruben Amorim bahkan gagal melepaskan tembakan tepat sasaran, yang membuat Di Gregorio kedinginan saat menjaga gawangnya.

"Saya malah merasa sedikit kedinginan di bawah gawang malam ini!" kelakar Di Gregorio selepas laga, dikutip dari Football Italia.

2. Sanjung kualitas pertahanan Bournemouth

Meski terlihat santai dan tidak banyak berkeringat, Di Gregorio menolak jemawa. Kiper asal Italia itu mengeklaim dirinya menganggur berkat pertahanan Bournemouth yang sangat solid.

"Ketika seorang kiper mencatatkan clean sheet, itu adalah kerja kolektif, jadi saya harus berterima kasih kepada rekan setim atas hal itu," ujar Di Gregorio.

3. Mental menyerang Inggris sengat Milan

Di Gregorio menilai kekalahan telak Milan ini tak lepas dari perbedaan mentalitas dan gaya sepak bola kedua negara. Di Premier League, setiap tim selalu berinisiatif bermain menyerang dengan intensitas gila sejak peluit pertama dibunyikan, sedangkan klub Italia cenderung pasif untuk mempelajari kelemahan lawan di awal laga.

"Bournemouth bersikeras untuk agresif, menghadapi setiap lawan dengan ide dan cara bermain kami sendiri," ucap kiper pinjaman dari Juventus tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article